Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemuda di Nunukan Diduga Disekap dan Dikeroyok Oknum Polisi, Ini Permintaan Keluarga Korban

Kompas.com - 31/12/2021, 15:54 WIB
Ahmad Dzulviqor,
Ardi Priyatno Utomo

Tim Redaksi

NUNUKAN, KOMPAS.com – Sejumlah orang tua oknum Polisi yang menjadi terduga pelaku pengeroyokan terhadap R (21) warga Jalan Antasari Baru RT 10 Nunukan Selatan, pada 25 Desember 2021 malam lalu, mengajukan permohonan maaf atas perbuatan anak anak mereka.

Didampingi oleh sejumlah Perwira Polres Nunukan, salah satu perwakilan keluarga pelaku, Nando, mengucap kata maaf dan mengaku malu atas kelakuan anak mereka.

"Kedatangan kami semata memohon kelapangan hati untuk memaafkan perbuatan anak kami. Kami sangat malu atas perbuatan mereka, memang ini sebuah kesalahan fatal, dan kami hanya mencoba memohon keikhlasan keluarga korban untuk memberi maaf," ujar dia, Kamis (30/12/2021).

Baca juga: Pemuda di Nunukan Disekap dan Dipukuli Sampai Pagi, Kapolres: Pelakunya Polisi Baru

Kakak kandung korban, Sukarnain mewakili keluarga korban, menerima permohonan maaf tersebut.

Hanya saja, Sukarnain menegaskan bahwa perkara ini sangat menyayat hati, apalagi keluarga mereka diperlakukan tidak layaknya manusia.

Namun demikian, keluarganya tidak akan menaruh dendam atas apa yang sudah terjadi.

"Pihak keluarga tetap ingin ada proses hukum sebagai konsekuensi perbuatan yang membuat luka serius pada adik saya. Pengeroyokan oleh sekian banyak oknum polisi berdampak pada psikis dan mental. Keluarga ingin proses hukum berjalan secara transparan," pintanya.

Kami tidak pernah benci polisi

Nain juga menegaskan bahwa mereka tidak pernah membenci aparat Polisi meski keluarnya mengalami peristiwa yang menohok nurani yang dilakukan oleh oknum polisi.

Baca juga: Pemuda di Nunukan Dipukuli Sampai Pagi karena Salah Panggil, 2 Oknum Polisi Diperiksa

Nain yakin, masih banyak Polisi baik dan berperilaku sebagaimana tugas mereka sebagai pengayom dan pelindung masyarakat.

"Keluarga bahkan memberikan apresiasi dan rasa terima kasih mendalam bagi anggota Polisi yang berusaha menolong adik saya. Ada dua orang yaitu Saiful dan Selamat, saya angkat topi untuk mereka," kata dia lagi.

Dengan pertolongan kedua Polisi tersebut, R adiknya, dikatakan selamat dari penganiayaan berkelompok tersebut.

Keluarga sangat menyesalkan pelanggaran kemanusiaan tersebut, karena secara hukum, siapapun yang bersalah, penyelesaian dilakukan di kantor Polisi bukan di rumah kos dan dihajar beramai ramai.

‘’Tapi semua sudah terjadi. Kami ikhlas memberi maaf bagi para pelaku. Adapun permintaan kami supaya proses hukum bagi para pelaku tetap berjalan, agar ini menjadi pelajaran dan tidak terjadi lagi di kemudian hari,’’tegasnya.

Baca juga: Mengaku Salah Panggil, Pemuda di Nunukan Disekap dan Dipukuli Oknum Polisi Sampai Pagi

Pastikan pemeriksaan berjalan transparan

Kepala Satuan Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Nunukan Iptu Maswoko menegaskan, perilaku menyimpang dan merusak tatanan kepolisian para oknum anggota Polres Nunukan ini menjadi atensi khusus pimpinan.

Pemeriksaan dan proses hukum yang berjalan dipastikan akan transparan, Polisi juga meminta pihak korban kooperatif untuk memberikan keterangan.

"Aturan akan kami tegakkan tak pandang bulu karena ini sudah atensi pimpinan dan penegakan aturan undang undang," tegasnya.

Maswoko meminta masyarakat tak perlu khawatir atau menyimpan tanda tanya bakal ada pembelaan internal Polisi.

"Jangan berpikir negatif polisi meindungi polisi, entah itu Perwira, Bintara, Tamtama, kalau salah tetap kita sikat. Membangun kepercayaan masyarakat setengah mati, dan ini saya tegaskan hanya oknum. Jangan karena ada satu yang berbuat, terus disamaratakan. Masih banyak polisi baik," katanya lagi.

Baca juga: Tersandung Kasus Penipuan, 2 Oknum Polisi di Lamongan Dipecat

Maswoko juga mengatakan bahwa pemeriksaan, penyelidikan dan interogasi di Propam diawasi oleh pengawas internal Kepolisian, sehingga anggapan ada beking, opini masalah ini bakal ditenggelamkan atau ditutup dipastikan tidak akan ada.

Terlepas dari semuanya, Maswoko meminta para orangtua terduga pelaku agar terus memberikan bimbingan dan nasihat agar perbuatan ini tidak lagi terulang.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pilkada Solo, PKS Lakukan Penjaringan Bakal Cawalkot dan Siap Berkoalisi

Pilkada Solo, PKS Lakukan Penjaringan Bakal Cawalkot dan Siap Berkoalisi

Regional
Pembangunan Tanggul Sungai Wulan Demak Pakai Tanah Pilihan

Pembangunan Tanggul Sungai Wulan Demak Pakai Tanah Pilihan

Regional
19,5 Hektar Tanaman Jagung di Sumbawa Terserang Hama Busuk Batang

19,5 Hektar Tanaman Jagung di Sumbawa Terserang Hama Busuk Batang

Regional
Golkar Jaring Bakal Calon Bupati Sleman, Ada Mantan Sekda dan Pengusaha Kuliner yang Ambil Formulir

Golkar Jaring Bakal Calon Bupati Sleman, Ada Mantan Sekda dan Pengusaha Kuliner yang Ambil Formulir

Regional
Viral, Brio Merah Halangi Laju Ambulans, Pengemudi Berikan Penjelasan

Viral, Brio Merah Halangi Laju Ambulans, Pengemudi Berikan Penjelasan

Regional
Cemburu Pacarnya 'Di-booking', Warga Lampung Bacok Pria Paruh Baya

Cemburu Pacarnya "Di-booking", Warga Lampung Bacok Pria Paruh Baya

Regional
Gagal Curi Uang di Kotak Wakaf, Wanita di Jambi Bawa Kabur Karpet Masjid

Gagal Curi Uang di Kotak Wakaf, Wanita di Jambi Bawa Kabur Karpet Masjid

Regional
Pantai Watu Karung di Pacitan: Daya Tarik, Aktivitas, dan Rute

Pantai Watu Karung di Pacitan: Daya Tarik, Aktivitas, dan Rute

Regional
Diejek Tak Cocok Kendarai Honda CRF, Pemuda di Lampung Tusuk Pelajar

Diejek Tak Cocok Kendarai Honda CRF, Pemuda di Lampung Tusuk Pelajar

Regional
Bantuan PIP di Kota Serang Jadi Bancakan, Buat Perbaiki Mobil hingga Bayar Utang

Bantuan PIP di Kota Serang Jadi Bancakan, Buat Perbaiki Mobil hingga Bayar Utang

Regional
Ditanya soal Pilkada Kabupaten Semarang, Ngesti Irit Bicara

Ditanya soal Pilkada Kabupaten Semarang, Ngesti Irit Bicara

Regional
Ditinggal 'Njagong', Nenek Stroke di Grobogan Tewas Terbakar di Ranjang

Ditinggal "Njagong", Nenek Stroke di Grobogan Tewas Terbakar di Ranjang

Regional
Terungkap, Napi LP Tangerang Kontrol Jaringan Narkotika Internasional

Terungkap, Napi LP Tangerang Kontrol Jaringan Narkotika Internasional

Regional
Siswi SMA di Kupang Ditemukan Tewas Gantung Diri

Siswi SMA di Kupang Ditemukan Tewas Gantung Diri

Regional
Mengaku Khilaf, Pria di Kubu Raya Cabuli Anak Kandung Saat Tidur

Mengaku Khilaf, Pria di Kubu Raya Cabuli Anak Kandung Saat Tidur

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com