Kompas.com - 31/12/2021, 06:07 WIB
Warga etnis Rohingya saat tiba di Pelabuhan Asean, Kreung Geukeuh, Kabupaten Aceh Utara, Kamis (31/12/2021). ANTARA/KHALISWarga etnis Rohingya saat tiba di Pelabuhan Asean, Kreung Geukeuh, Kabupaten Aceh Utara, Kamis (31/12/2021).

KOMPAS.com- Sedikitnya 120 orang etnis Rohingya yang sempat terombang-ambing di lautan selama beberapa hari akhirnya dievakuasi ke daratan Aceh.

Mereka tiba di Pelabuhan Asean, Kreueng Geukeuh, Kabupaten Aceh Utara, pada Kamis (30/12/2021) malam, setelah kapal motornya ditarik KRI Parang-647.

Kapal yang mengangkut sejumlah pengungsi itu ditemukan di 53 nautical mile dari Bireuen, Aceh.

Baca juga: Mahfud Tegaskan Pemerintah Hanya Tampung Sementara Pengungsi Rohingya

Saat mendarat, para pengungsi yang mayoritas perempuan dan anak-anak tersebut dalam kondisi lemas dan kedinginan, karena diguyur hujan.

Setelah turun dari kapal, mereka langsung mengikuti serangkaian pemeriksaan kesehatan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, sebelum dievakuasi ke tempat penampungan sementara.

"Informasi awal masih sekitar 120 orang, nanti kita akan lihat dan akan kembali melakukan penghitungan ulang seperti biasanya," kata Protection Associate UNHCR Oktina, Kamis, seperti dilansir Antara.

Rencananya, kata Oktina, para pengungsi etnis Rohingya tersebut akan dibawa ke tempat penampungan sementara di Balai Latihan Kerja (BLK) Lhokseumawe.

"Di BLK sudah siap semuanya, dengan air bersih hingga tempat tidur yang layak. Mereka akan mengikuti karantina sesuai protokol kesehatan selama 14 hari," katanya.

Baca juga: Pemerintah Bakal Tampung Pengungsi Rohingya yang Terapung di Perairan Aceh

Kedatangan etnis Rohingya itu disambut Badan PBB untuk Urusan Pengungsi (UNHCR) IOM, Pangkalan TNI Angkatan Laut Lhoksuemawe, Kodim 01/03 Aceh Utara, Polres Lhokseumawe, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Lhokseumawe, Syahbandar Lhokseumawe, Palang Merah Indoensia (PMI), Tim SAR, BPBD Aceh Utara, dan beberapa unsur lainnya.

Sebagai informasi, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono telah memerintahkan prajuritnya untuk melaksanakan penarikan kapal pengungsi Rohingya setelah ada keputusan dari pemerintah atas dasar kemanusiaan.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono  mengatakan, penarikan telah dilaksanakan sejak Kamis sekitar 06.00 WIB.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang Pemilu 2024, FX Rudy Ungkap PDI-P Solo Sudah Panaskan Mesin Partai

Jelang Pemilu 2024, FX Rudy Ungkap PDI-P Solo Sudah Panaskan Mesin Partai

Regional
Positif PMK, 4 Sapi di Semarang Diisolasi 14 Hari

Positif PMK, 4 Sapi di Semarang Diisolasi 14 Hari

Regional
1.259 Sapi Terjangkit PMK di Aceh Tamiang Sembuh, Pengetatan Masih Dilakukan

1.259 Sapi Terjangkit PMK di Aceh Tamiang Sembuh, Pengetatan Masih Dilakukan

Regional
Diduga Pungut Uang Jasa Tambang, 2 Polisi Perairan Dilaporkan ke Propam, Ini Kata Polda Babel

Diduga Pungut Uang Jasa Tambang, 2 Polisi Perairan Dilaporkan ke Propam, Ini Kata Polda Babel

Regional
Ditangkap Saat Edarkan Sabu, Seorang Pemuda di Muna Sultra Batal Menikah

Ditangkap Saat Edarkan Sabu, Seorang Pemuda di Muna Sultra Batal Menikah

Regional
Gerebek Rumah Bandar Narkoba, Seorang Polisi di Sumsel Tertembak

Gerebek Rumah Bandar Narkoba, Seorang Polisi di Sumsel Tertembak

Regional
Sidang Kasus Korupsi, Bupati Nonaktif Banjarnegara Dituntut 12 Tahun Penjara

Sidang Kasus Korupsi, Bupati Nonaktif Banjarnegara Dituntut 12 Tahun Penjara

Regional
Sapi Terjangkit PMK di Banyumas Bertambah Jadi 6 Ekor, Pemeriksaan Diperketat

Sapi Terjangkit PMK di Banyumas Bertambah Jadi 6 Ekor, Pemeriksaan Diperketat

Regional
Terlanjur Nyaman, Warga Semarang Ada yang Tetap Pakai Masker

Terlanjur Nyaman, Warga Semarang Ada yang Tetap Pakai Masker

Regional
Dampak PMK, Kuota Hewan Kurban di Batam Diprediksi Tidak Cukup

Dampak PMK, Kuota Hewan Kurban di Batam Diprediksi Tidak Cukup

Regional
Arus Deras, Truk Pengangkut Bantuan Sembako Korban Banjir di Kukar Terguling

Arus Deras, Truk Pengangkut Bantuan Sembako Korban Banjir di Kukar Terguling

Regional
Antisipasi Kecelakaan, Sejumlah Pohon di Jalan Lintas Taba Penanjung-Kepahiang Akan Dipangkas

Antisipasi Kecelakaan, Sejumlah Pohon di Jalan Lintas Taba Penanjung-Kepahiang Akan Dipangkas

Regional
Gara-gara Penumpang Buang Puntung Rokok, Bus Tiara Mas Terguling di Sumbawa, 9 Orang Terluka

Gara-gara Penumpang Buang Puntung Rokok, Bus Tiara Mas Terguling di Sumbawa, 9 Orang Terluka

Regional
Ayah dan Anak di Bandung Barat Jadi Tersangka Pengeroyokan, Pisau Masih Menancap di Pundak Korban

Ayah dan Anak di Bandung Barat Jadi Tersangka Pengeroyokan, Pisau Masih Menancap di Pundak Korban

Regional
Hari Terakhir Jabat Bupati Lanny Jaya, Befa Jigibalom Minta Pemekaran Provinsi Pegunungan Tengah Segera Disahkan

Hari Terakhir Jabat Bupati Lanny Jaya, Befa Jigibalom Minta Pemekaran Provinsi Pegunungan Tengah Segera Disahkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.