Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Harga Telur Ayam Naik, Pedagang Eceran: Enggak Berani Ambil Banyak, Takut Enggak Laku

Kompas.com - 29/12/2021, 10:22 WIB
Tri Purna Jaya,
Dheri Agriesta

Tim Redaksi

LAMPUNG, KOMPAS.com - Kenaikan harga telur ayam ras yang terjadi sepekan terakhir membuat pedagang eceran enggan menyetok persediaan di warungnya.

Harga telur ayam ras di tingkat pedagang kini mencapai Rp 31.000 per kilogram, padahal sebelumnya berada di angka Rp 21.000 per kilogram.

Salah satu pedagang eceran di Kecamatan Kemiling, Bude Bunga (50) mengatakan, kenaikan harga telur ayam ras telah terjadi sekitar sepekan terakhir.

"Naik Rp 10.000-Rp 11.000 per kilogram. Sekarang harganya Rp 31.000 per kilogram," kata Bunga di warungnya, Rabu (29/12/2021) pagi.

Imbasnya, kata Bunga, konsumen sebagian besar batal membeli telur ayam ras tersebut. Jika ada konsumen yang tetap membeli, kata Bunga, hanya sekitar setengah kilogram.

Setelah harga telur ayam ras naik, Bunga enggan menyetok persediaan terlalu banyak.

Baca juga: Harga Telur Ayam Tembus Rp 27.000 Per Kg, Rekor Harga Tertinggi di Blitar

"Enggak banyak (stok) sekarang, takut enggak ada yang beli, nanti afkir," kata Bunga.

Hal senada diungkapkan Labib (48), pedagang eceran di Kecamatan Langkapura. Labib tidak lagi membeli stok telur ayam dengan jumlah besar saat ini.

"Harganya naik, enggak berani saya ambil banyak. Takut enggak laku," kata Labib.

Labib mengatakan, harga telur ayam yang dibayar dari tingkat peternak sekitar Rp 28.000 per kilogram.

Jika menjual ke konsumen dengan harga tetap atau di bawah Rp 30.000, ia tak akan balik modal.

"Mau enggak mau, kita jual ke konsumen Rp 30.000-Rp 31.000, kalau di bawah itu, bisa enggak balik modal," kata Labib.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda

Terkini Lainnya

Gali Septic Tank, Warga di Boyolali Temukan Pancuran Air Kuno

Gali Septic Tank, Warga di Boyolali Temukan Pancuran Air Kuno

Regional
Seorang Wanita di Babel Jadi Korban KDRT sampai Hilang Penglihatan, Pelaku Buron

Seorang Wanita di Babel Jadi Korban KDRT sampai Hilang Penglihatan, Pelaku Buron

Regional
Bupati Serang Usulkan UMK 2024 Naik 7,08 Persen Jadi Rp 4,8 Juta

Bupati Serang Usulkan UMK 2024 Naik 7,08 Persen Jadi Rp 4,8 Juta

Regional
Cara Kampanye Tim Sukses Capres Prabowo-Gibran di NTT, Bagikan Makanan Bergizi untuk Anak Stunting

Cara Kampanye Tim Sukses Capres Prabowo-Gibran di NTT, Bagikan Makanan Bergizi untuk Anak Stunting

Regional
4 Remaja Sempat Hilang di Gunung Kudahaya, Awalnya Mencari Sungai seperti yang Ada di Medsos

4 Remaja Sempat Hilang di Gunung Kudahaya, Awalnya Mencari Sungai seperti yang Ada di Medsos

Regional
Guru SMK di Jateng Dipecat dari Sekolah Buntut Video Viral Pesta Miras dengan Murid

Guru SMK di Jateng Dipecat dari Sekolah Buntut Video Viral Pesta Miras dengan Murid

Regional
Bocah di Kupang Pingsan Diduga Tersambar Petir di Depan Rumah

Bocah di Kupang Pingsan Diduga Tersambar Petir di Depan Rumah

Regional
10 Kg Sabu Ditemukan Dalam Honda Jazz Terparkir Depan Polsek di Aceh

10 Kg Sabu Ditemukan Dalam Honda Jazz Terparkir Depan Polsek di Aceh

Regional
Masa Kampanye Dimulai, KPU Jateng Minta Peserta Pemilu Adu Gagasan dan Visi Misi

Masa Kampanye Dimulai, KPU Jateng Minta Peserta Pemilu Adu Gagasan dan Visi Misi

Regional
1 Orang Tewas Terbakar dalam Kebakaran Rumah di Manggarai NTT

1 Orang Tewas Terbakar dalam Kebakaran Rumah di Manggarai NTT

Regional
Gara-gara Nunggak Retribusi Rp 69 Juta ke Pemkab, Sampah Warga Tegal Menumpuk di TPS Desa

Gara-gara Nunggak Retribusi Rp 69 Juta ke Pemkab, Sampah Warga Tegal Menumpuk di TPS Desa

Regional
Polisi Cari 7 Imigran Rohingya yang Kabur dari Gedung Eks Imigrasi

Polisi Cari 7 Imigran Rohingya yang Kabur dari Gedung Eks Imigrasi

Regional
Jalan Protokol di Semarang Ini Dilarang Dipasang Baliho Kampanye

Jalan Protokol di Semarang Ini Dilarang Dipasang Baliho Kampanye

Regional
Napi Kendalikan Penyelundupan Sabu dari Malaysia, Kalapas Pontianak Beri Penjelasan

Napi Kendalikan Penyelundupan Sabu dari Malaysia, Kalapas Pontianak Beri Penjelasan

Regional
Tahun Ini, 98 Warga Brebes Meninggal karena TBC

Tahun Ini, 98 Warga Brebes Meninggal karena TBC

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com