13 Anak di Jambi Diperkosa Penguasaha Hiburan Malam Asal Jakarta, Modus Uang Jajan dan Tiket Pesawat

Kompas.com - 28/12/2021, 14:40 WIB
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Sebanyak 13 pelajar SMP di Jambi menjadi korban pemerkosaan seorang pengusaha berinisial S (52).

Para korban rata-rata berusia antara 13 tahun hinga 15 tahun.

Pelaku diketahui sebagai seorang pengusaha tempat hiburan malam dan minuman keras di Jakarta.

Kepada para korban, pelaku memperdaya dengan iming-iming tiket berkunjung ke Jakarta dan uang jajan hingga  Rp 3,5 juta untuk setiap korban.

Baca juga: Polisi Ungkap Perdagangan Anak di Jambi, Pelaku Utama Warga Jakarta

S berhasil diamankan polisi. Selain S, polisi juga mengamankan R (36), PIS (19) dan ARS (15) yang semuanya adakah warga Kota Jambi.

Tiga orang tersebut adalah muncikari yang mendatangkan korban-korbannya.

Terbongkar dari kasus anak hilang

Kasus perdagangan anak di Jambi tersebut terungkap dari laporan warga ke pihak kepolisiaM.

Saat itu, salah satu korban berinisial AN (13) dilaporkan hilang oleh orangtuanya sejak Sabtu (12/12/2021).

AN kemudian kembali ke rumah dan bercerita jika ia ke Jakarta dan dipaksa untuk melayani S.

Ternyata pelaku ARS membawa korban AN dan korban D ke Jakarta dengan naik bus. Sebelumnya, S sudah mengirim uang Rp 3 juta kepada ARS untuk biaya keberangkatan.

Baca juga: 2 Ruko di Jambi Hanyut Terbawa Arus Pasang Air Laut, Kerugian Ditaksir Rp 200 juta

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini

Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini

Regional
Asal Usul dan Sejarah Nama Banten

Asal Usul dan Sejarah Nama Banten

Regional
Saat Dalang Cilik Perempuan Sambut Kedatangan Menteri Sandi di Lombok Barat

Saat Dalang Cilik Perempuan Sambut Kedatangan Menteri Sandi di Lombok Barat

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 25 Juni 2022

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 25 Juni 2022

Regional
10 Korban Kecelakaan Maut Bus Tasikmalaya Dirawat di RSUD Sumedang, Ini Identitasnya

10 Korban Kecelakaan Maut Bus Tasikmalaya Dirawat di RSUD Sumedang, Ini Identitasnya

Regional
Asal-usul dan Sejarah Tanjung Pinang, Pohon Pinang Petunjuk Pulang

Asal-usul dan Sejarah Tanjung Pinang, Pohon Pinang Petunjuk Pulang

Regional
Seberangi Sungai untuk Ambil Kayu, Warga Buru Selatan Hilang Terseret Arus

Seberangi Sungai untuk Ambil Kayu, Warga Buru Selatan Hilang Terseret Arus

Regional
Dukung Kompetisi Mancing Internasional di Likupang, Erick Thohir: Daya Tarik 'Marine Tourism'

Dukung Kompetisi Mancing Internasional di Likupang, Erick Thohir: Daya Tarik "Marine Tourism"

Regional
Cerita Kakek Usman, Tangkap Buaya 1 Ton Seorang Diri di Buton

Cerita Kakek Usman, Tangkap Buaya 1 Ton Seorang Diri di Buton

Regional
Truk Tangki CPO Tabrak Motor yang Ditumpangi 4 Orang, 1 Bocah Tewas di Tempat

Truk Tangki CPO Tabrak Motor yang Ditumpangi 4 Orang, 1 Bocah Tewas di Tempat

Regional
Terbukti Curang, SPBU di Serang Ditutup Pertamina Selama 6 Bulan, Pengamat: Keputusan Tepat

Terbukti Curang, SPBU di Serang Ditutup Pertamina Selama 6 Bulan, Pengamat: Keputusan Tepat

Regional
Kisah Umi, Sinden Tunanetra yang Bertekad Menjaga Budaya melalui Tembang Jawa

Kisah Umi, Sinden Tunanetra yang Bertekad Menjaga Budaya melalui Tembang Jawa

Regional
Pria asal Makassar Ditemukan Meninggal di Kamar Kos, Ini Penjelasan Polisi

Pria asal Makassar Ditemukan Meninggal di Kamar Kos, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Saat Menteri Sandiaga dan Wali Kota Mataram Joget bersama Penari Gandrung di Loang Baloq

Saat Menteri Sandiaga dan Wali Kota Mataram Joget bersama Penari Gandrung di Loang Baloq

Regional
Detik-detik Wanita Meninggal di Atas Kapal, Polisi: Sudah Dianjurkan Tak Ikut Berlayar

Detik-detik Wanita Meninggal di Atas Kapal, Polisi: Sudah Dianjurkan Tak Ikut Berlayar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.