Nadeo Argawinata di Mata Pelatih Saat Kecil: Disiplin dan Sudah Diincar Banyak Klub

Kompas.com - 26/12/2021, 17:29 WIB

KEDIRI, KOMPAS.com- Nama Nadeo Argawinata sebagai penjaga gawang Timnas Indonesia menjadi perbincangan usai kemenangan 4-2 atas Singapura dalam ajang semifinal Piala AFF 2020.

Terutama, kegemilangannya menangkis bola tendangan penalti yang dilayangkan pemain Singapura.

Itu dianggap menjadi titik balik semangat para pemain, hingga kemudian berhasil merengkuh kemenangan.

Baca juga: Tak Terima Password WiFi Diganti, 2 Pemuda Kejar Pengurus Masjid di Medan dengan Parang

Sosok Nadeo sendiri bukan pemain instan. Pria usia 24 tahun asal Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, itu telah menghabiskan sepanjang waktunya untuk mengasah kemampuannya bermain bola.

Itu setidaknya terlihat dari masa di mana dia mengawali pendidikan dan latihan sepakbola, yakni sejak usia sekolah dasar.

Dan sekolah sepak bola (SSB) menjadi tempat memoles kemampuannya itu. Dari SSB Airlangga, dia lalu pindah ke SSB Macan Putih yang keduanya di Kediri, Jawa Timur.

"Sejak sekolah kelas 4 SD dia ikut saya di SSB Macan Putih," ujar Amin Yuli Purnomo, mantan pelatih Nadeo di SSB Macan Putih, saat ditemui di rumahnya di Perum Sukorejo Indah Blok Rajawali Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Minggu (26/12/2021).

Menurut Amin, sejak awal bergabung sekitaran 2008 yang lalu, Nadeo sudah memperlihatkan bakat luar biasanya sebagai penjaga gawang.

Tindak-tanduknya yang cekatan dalam memainkan bola, sikap refleknya, maupun postur tubuhnya saling melengkapi bakatnya itu.

"Sejak awal sudah terlihat berbakat," ujar Amin mengenang awal mula Nadeo bergabung.

Kesannya selama mengasuh itu, kata Amin, Nadeo juga memperlihatkan karakter yang baik. Pribadi yang tidak sombong apalagi urakan.

Nadeo juga merupakan pribadi yang mudah menerima masukan yang diberikan oleh para pelatihnya dan mau terus belajar.

" Itu seminggu, kan, berlatih 3 kali. Dia juga disiplin. Datang lebih awal dan langsung latihan pemanasan sambil menunggu teman-temannya datang," lanjut pria yang guru olahraga di SMKN Ngasem itu.

Selama karirnya di SSB Macan Putih itu juga banyak prestasi yang diraihnya, baik lokal, regional maupun nasional.

Di antaranya juara 1 U-15 Manchester United Premier Cup 2011 untuk kualifikasi Jawa Timur, juara 1 Kadin Cup 2011, juara 2 Piala Toyota di Semarang, Jawa Tengah tahun 2011, juara Liga Pelajar Indonesia di tahun 2014, serta banyak lagi lainnya.

Kata Amin, Nadeo bergabung dengan SSB Macan Putih hingga jenjang sekolah SMA, yakni SMAN 8 Kota Kediri.

Saat itu, menurutnya, Nadeo sudah menjadi incaran banyak klub profesional tanah air. Dia menduganya karena klub-klub tersebut melihat track record Nadeo sebelumnya.

"Hingga kemudian setelah lulus sekolah, Nadeo akhirnya memutuskan ikut Borneo FC dan itu merupakan langkah awal terjunnya ke sepakbola profesional," ungkap Amin.

Jalin komunikasi


Menurut Amin, hingga saat ini dia juga masih menjalin komunikasi dengan Nadeo. Meski itu sebatas kontak telepon atau media sosial.

Selama ini, Nadeo juga kerap meminta doa restunya setiap kali akan menjalani suatu pertandingan.

Amin juga terus mengikuti kiprah Nadeo termasuk saat Nadeo tampil mempesona dalam ajang Semifinal Piala AFF semalam.

Apalagi, saat Nadeo berhasil menahan bola tendangan penalti pemain Singapura di detik-detik akhir pertandingan.

"Saya sangat terharu. Bayangkan, skor 2-2 menit ke 89 kita kena penalti. Nadeo bisa menahan bola itu. Dan itu kemudian menjadi titik balik kemenangan yang diraihnya itu," ujar Amin.

Dengan nama Nadeo yang kian menanjak, Amin menitipkan pesan kepadanya. Dia berharap Nadeo bisa tetap menjaga penampilan. Tetap percaya diri tapi tidak berlebihan.

"Karena ini kepentingan bangsa dan negara. Tampil maksimal. Semoga menang, juara 1." jelas Amin. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi 2 Siswi SMP di Jambi Berkelahi hingga Seorang Tewas

Kronologi 2 Siswi SMP di Jambi Berkelahi hingga Seorang Tewas

Regional
Ayah Emil Dardak Meninggal di Tol Pemalang-Batang, Kecelakaan Diduga karena Sopir Mengantuk

Ayah Emil Dardak Meninggal di Tol Pemalang-Batang, Kecelakaan Diduga karena Sopir Mengantuk

Regional
Kisah Husein Mutahar Selamatkan Bendera Pusaka, Cabut Benang Jahitan dan Pisahkan Kain Merah Putih

Kisah Husein Mutahar Selamatkan Bendera Pusaka, Cabut Benang Jahitan dan Pisahkan Kain Merah Putih

Regional
Baru Ditandatangani Menteri LHK, Status Burung Maleo Senkawor dalam SK LHK Berbeda dengan Kondisi Terkini

Baru Ditandatangani Menteri LHK, Status Burung Maleo Senkawor dalam SK LHK Berbeda dengan Kondisi Terkini

Regional
Sosok Husein Mutahar, Ajudan Soekarno yang Juga Pencipta Lagu Hari Merdeka

Sosok Husein Mutahar, Ajudan Soekarno yang Juga Pencipta Lagu Hari Merdeka

Regional
Di Balik Viralnya 'Ojo Dibandingke' dan Fenomena Musik Kampung yang Naik Kelas

Di Balik Viralnya "Ojo Dibandingke" dan Fenomena Musik Kampung yang Naik Kelas

Regional
Elpiji Subsidi  3 Kg Langka dan Mahal, Warga Bima Pilih Kayu Bakar

Elpiji Subsidi 3 Kg Langka dan Mahal, Warga Bima Pilih Kayu Bakar

Regional
Setiap Bulan, Pengolahan Kelor di NTT Menghasilkan Rp 540 Juta

Setiap Bulan, Pengolahan Kelor di NTT Menghasilkan Rp 540 Juta

Regional
Kuyawage dan Daerah Otonom Baru

Kuyawage dan Daerah Otonom Baru

Regional
Aniaya Terduga Pencuri Sapi hingga Tewas, 6 Warga Konawe Ditangkap Polisi

Aniaya Terduga Pencuri Sapi hingga Tewas, 6 Warga Konawe Ditangkap Polisi

Regional
Ayah Brigadir J Yakin Uang Rp 200 juta Milik Anaknya Tabungan Bekerja 10 Tahun Jadi Polisi

Ayah Brigadir J Yakin Uang Rp 200 juta Milik Anaknya Tabungan Bekerja 10 Tahun Jadi Polisi

Regional
Profil Kota Tomohon

Profil Kota Tomohon

Regional
Pengungsi Papua: Kita Mau Tinggal di Sini Sampai Kapan, Mama?

Pengungsi Papua: Kita Mau Tinggal di Sini Sampai Kapan, Mama?

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pengacara Keluarga Brigadir J Laporkan Benny Mamoto | Pemandu Lagu Kecelakaan dan Diperkosa hingga Tewas

[POPULER NUSANTARA] Pengacara Keluarga Brigadir J Laporkan Benny Mamoto | Pemandu Lagu Kecelakaan dan Diperkosa hingga Tewas

Regional
Prakiraan Cuaca di Medan Hari Ini, 20 Agustus 2022: Malam Hujan Lebat

Prakiraan Cuaca di Medan Hari Ini, 20 Agustus 2022: Malam Hujan Lebat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.