Kompas.com - 24/12/2021, 11:33 WIB
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Astri Evita Suprini Manafe (30) dan anaknya, Lael (1) ditemukan tewas di proyek penggalian pipa di Kali Dendeng, Kelurahan Penkase Oeleta, kecamatan Alak, Kota Kupang, NTT.

Mayat ibu dan anak itu pertama kali ditemukan oleh pekerja proyek pada Sabtu (30/10/2021).

Astri dan anaknya selama ini tinggal di Jalan Perintis Kemerdekaan, RT 27/RW 08, Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.

Baca juga: Mencari Pembunuh Astri dan Balitanya

Mereka terakhir kali meninggalkan rumah pada 27 Agustus 2021.

Pada Kamis (2/12/2021), Randy, pria di Kupang mendatangi Polda NTT ditemani oleh kerabatnya.

Di hadapan polisi, Randy mengakui membunuh Astri. Polisi pun kemudian melakukan penyelidikan dan lakukan gelar perkara.

Baca juga: Randi Datangi Polisi dan Mengakui Bunuh Astri serta Bayinya

Panik saat Astri cekik anaknya

Jenazah Astri Evita Suprini Manafe (30) dan anaknya Lael (1), saat berada di ruang jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Kupang, NTT. Jenazah Astri Evita Suprini Manafe (30) dan anaknya Lael (1), saat berada di ruang jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Kupang, NTT.
Rekontruksi pembunuhan Astri dilakukan pada Selasa (21/12/2021).

Salah satu lokasi rekontruksi adalah Holywood yang berada di depan rumah jabatan Bupati Kupang di Kelurahan Kelapa Lima, Kota Kupang.

Saat rekonstruksi digelar, teriakan histeris dan caci maki dilontarkan keluarga saat melihat Randu turun dari mobil.

Dalam reka ulang, terungkap jika Randy membunuh Astri di dalam mobil rental Toyota Rush hitam dengan nomor polisi B 2906 TKW.

Baca juga: Pilu, Astri dan Bayinya Ditemukan Tewas di Dalam Kantong Plastik di Lokasi Proyek di Kupang

Randy sudah memiliki istri dan seorang anak perempuan. Namun ia tetap menjalin hubungan asmara dengan Astri, yang pernah menjadi kekasihnya.

Hari itu, Randy dan Astri serta Lael sempat bercanda di dalam mobil. Namun mereka bertengkar hebat saat Randy akan mengambil Lael.

Permintaan tersebut ditolak oleh Astri.

Pengakuan Randy, Astri saat itu marah dan mencekik anaknya yang masih berusia 1 tahun hingga tewas.

Baca juga: Pilu, Astri dan Bayinya Ditemukan Tewas di Dalam Kantong Plastik di Lokasi Proyek di Kupang

Kabid Polda NTT Kombes Pol Rishian Krisna, saat memberikan keterangan pers terkait kasus pembunuban terhadap Astri Suprini Manafe (30) dan anaknya Lael Maccabe (1) di Kota KupangKOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BERE Kabid Polda NTT Kombes Pol Rishian Krisna, saat memberikan keterangan pers terkait kasus pembunuban terhadap Astri Suprini Manafe (30) dan anaknya Lael Maccabe (1) di Kota Kupang
Melihat Lael tewas, Randy marah dan mencekik Astri hingga tewas. Randy panik dan meletakkan mayat Astri dan Lael di kursi mobil di bagian tengah.

Randy kemudian membawa mayat Astri dan anaknya menggunakan mobil ke Toko Rukun Jaya di Kelurahan Oeba untuk membeli plastik sampah.

Setelah itu Randy membawa dua jenazah ke rumahnya di Kelurahan Penkase Oeleta, Kecamatan Alak. Di rumahnya, ia memasukkan jenazah ke dalam plastik berwarna hitam.

Baca juga: Terungkap Motif Pembunuhan Ibu dan Bayi di Kupang, Pelaku Ingin Akhiri Hubungan dengan Korban

Setelah itu, Randy keliling ke sejumlah lokasi untuk mencari bantuan guna menguburkan jenazah Astri dan Lael.

Kepada beberapa rekannya, Randy sempat meminta bantuan untuk menggali lubang.

Awalnya, Randy beralasan hendak menguburkan jenazah orang gila dan belakangan Randy mengaku hendak menguburkan ternak anjing.

Randy kemudian menggali lubang di RT 01/RW 01 Kelurahan Penkase Oeleta dibantu oleh dua rekannya.

Namun dua rekannya tak tahu siapa dan kapan Randy menutup lubang tersebut.

Baca juga: Kasus Pembunuhan di Kupang, Polisi Sebut Bayi Dicekik Ibu di Mobil

Reka adegan pembunuhan Astri dan bayinya di Kupang, NTT, Selasa (21/12/21). Reka adegan pembunuhan Astri dan bayinya di Kupang, NTT, Selasa (21/12/21).
Dari reka ulang, Randy beraksi seorang diri mulai membunuh hingga mengubur mayat Astri dan anaknya.

Setelah menguburkan kedua jenazah korban, tersangka ke tempat cuci mobil di samping Mako Brimob, Kelurahan Pasir Panjang. Randy mencuci mobil karena berbau amis.

Setelah mobil bersih, tersangka ke kantor BPK kemudian mengembalikan mobil Toyota Rush hitam ke rental.

Setelah itu tersangka diantar kembali oleh sopir ke kantor BPK.

Baca juga: Warga Padati Lokasi Rekonstruksi Pembunuhan Ibu dan Anak di Kupang

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Rishian Krisna mengatakan penyidik menjerat Randy dengan Pasal 338 KUHP dan Pasal 340 KUHP.

Untuk Pasal 338 lanjut Krisna, ancaman hukumannya 15 tahun penjara. Sedangkan Pasal 340 ancaman hukuman mati.

"Sebelumnya, tersangka hanya dikenakan Pasal 338, namun setelah itu, penyidik menambahkan Pasal 340," ujar Krisna, kepada Kompas.com, Senin (20/12/2021) malam.

Menurut Krisna, penambahan Pasal 340 setelah penyidik berkoodinasi dengan pihak kejaksaan, dan juga berdasarkan alat bukti yang diperoleh.

"Penambahan Pasal 340 itu, setelah adanya perkembangan hasil penyidikan," ujar dia.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Sigiranus Marutho Bere | Editor : Dheri Agriesta, Robertus Belarminus, I Kadek Wira Aditya, Pythag Kurniati)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penerbangan Langsung Solo-Luar Negeri Jadi Pembahasan Serius Sandiaga Uno dan Gibran

Penerbangan Langsung Solo-Luar Negeri Jadi Pembahasan Serius Sandiaga Uno dan Gibran

Regional
Rajin Ajar Mengaji dan Sisihkan Gaji untuk Anak Tidak Mampu, Bripka Ibnu Sina Dapat Hadiah Umroh

Rajin Ajar Mengaji dan Sisihkan Gaji untuk Anak Tidak Mampu, Bripka Ibnu Sina Dapat Hadiah Umroh

Regional
Bocah 14 Tahun di Maros Dikabarkan Diculik Telah Pulang ke Orangtuanya

Bocah 14 Tahun di Maros Dikabarkan Diculik Telah Pulang ke Orangtuanya

Regional
Pembangunan IKN Dimulai, Material Mulai Berdatangan, Ops Nusantara Lakukan Pengamanan

Pembangunan IKN Dimulai, Material Mulai Berdatangan, Ops Nusantara Lakukan Pengamanan

Regional
Diduga Depresi, Seorang Pria Naik di Atap Masjid Selama Delapan Jam

Diduga Depresi, Seorang Pria Naik di Atap Masjid Selama Delapan Jam

Regional
Kronologi Bangunan Sekolah 3 Lantai di Palembang Ambruk Rata dengan Tanah

Kronologi Bangunan Sekolah 3 Lantai di Palembang Ambruk Rata dengan Tanah

Regional
Aksi Mogok Kapal Perbatasan Indonesia-Malaysia Berakhir: Kami Mengalah, Niat Kami Bukan Membuat Nunukan Bergejolak

Aksi Mogok Kapal Perbatasan Indonesia-Malaysia Berakhir: Kami Mengalah, Niat Kami Bukan Membuat Nunukan Bergejolak

Regional
Profil Provinsi Papua Tengah

Profil Provinsi Papua Tengah

Regional
Cemburu Berujung Peluru, Juragan Rongsokan di Sidoarjo Tewas Ditembak Pembunuh Bayaran

Cemburu Berujung Peluru, Juragan Rongsokan di Sidoarjo Tewas Ditembak Pembunuh Bayaran

Regional
Pemutihan Pajak Kendaraan Bemotor di Jabar Dimulai, Simak Syarat dan Ketentuannya

Pemutihan Pajak Kendaraan Bemotor di Jabar Dimulai, Simak Syarat dan Ketentuannya

Regional
Pria di Palembang Nekat Lompat ke Sungai Musi, Diduga karena Ribut dengan Orangtua

Pria di Palembang Nekat Lompat ke Sungai Musi, Diduga karena Ribut dengan Orangtua

Regional
Masuk ke Timor Leste Tanpa Paspor untuk Melayat Orangtua Meninggal, 2 Warga NTT Dideportasi

Masuk ke Timor Leste Tanpa Paspor untuk Melayat Orangtua Meninggal, 2 Warga NTT Dideportasi

Regional
Korsleting, Rumah Ngatimah Roboh Terbakar

Korsleting, Rumah Ngatimah Roboh Terbakar

Regional
Pemerintah Tetapkan Status Darurat PMK, Ketua Satgas KPBS: Saya Harap Sapi yang Mati Bisa Diganti

Pemerintah Tetapkan Status Darurat PMK, Ketua Satgas KPBS: Saya Harap Sapi yang Mati Bisa Diganti

Regional
Demi Judi Online, Pemuda di Lampung Mencuri Sepeda Motor dan Jadi Penadah

Demi Judi Online, Pemuda di Lampung Mencuri Sepeda Motor dan Jadi Penadah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.