Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bawa Sembako untuk Korban Banjir Madina, Gubernur Edy: Tak Mungkin Juga Bawa Kulkas

Kompas.com - 20/12/2021, 17:45 WIB
Kontributor Medan, Daniel Pekuwali,
Khairina

Tim Redaksi


MEDAN, KOMPAS.com - Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmadi telah bertolak untuk meninjau kondisi terkini bencana banjir dan longsor di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Dalam peninjauan itu, Edy menyebutkan membawa sejumlah bahan pokok untuk membantu para korban banjir.

Namun, ketika menjawab pertanyaan membawa bantuan apa ke sana, Edy mengatakan seharusnya bantuan itu tak perlu disebutkan, karena merupakan kewajiban dari pemerintah.

Baca juga: Gubernur Edy: Omicron Varian Tercanggih, Harus Waspada dan Taat Prokes

Dia menyebutkan, tak mungkin juga dia membawa kulkas untuk para korban.

"Bantuan tidak usah dibicarakan. Sudah kewajiban pemerintah memberikan kepada rakyatnya. Pastinya sembako. Tak mungkin juga bawa kulkas," seloroh Edy di rumah dinasnya di Medan sesaat sebelum berangkat ke Madina, Senin (20/12/2021).

Edy berangkat ke sana menggunakan helikopter. Dia ditemani Pangdam I Bukit Barisan dan Kapolda Sumut.

Selain meninjau langsung kondisi terkini bencana di sana, Edy dan rombongan rencananya akan turun dan memberikan bantuan kepada warga korban banjir.

Baca juga: Bertolak ke Lokasi Banjir di Mandailing Natal, Gubernur Edy: Ini Keharusan Pemerintah

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mandailing Natal melaporkan 16 kecamatan yang terdampak banjir.

Belasan kecamatan itu yakni Natal, Ranto Baek, Lingga Bayu, Batang Natal, Panyabungan, Hutabargot, Sinunukan, Panyabungan Barat, Panyabungan Timur, Panyabungan Selatan, Panyabungan Utara, Nagajuang, Siabu, Muara Batang Gadis, Batahan dan Kotanopan.

Banjir juga menyebabkan terjadinya longsor di beberapa wilayah di Madina.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Gedung DPRD Solok Selatan Kebanjiran, Tinggi Air Capai 1 Meter

Gedung DPRD Solok Selatan Kebanjiran, Tinggi Air Capai 1 Meter

Regional
Mobil Elf Terguling di Jalur Sarangan-Cemorosewu, 8 Orang Dibawa ke RS

Mobil Elf Terguling di Jalur Sarangan-Cemorosewu, 8 Orang Dibawa ke RS

Regional
Razia di Pekanbaru, 47 Sepeda Motor 'Diangkut' Polisi

Razia di Pekanbaru, 47 Sepeda Motor "Diangkut" Polisi

Regional
Tewas Selang 26 Hari, Bocah Jadi Korban ke-16 Anjing Rabies di TTS

Tewas Selang 26 Hari, Bocah Jadi Korban ke-16 Anjing Rabies di TTS

Regional
Kemendagri Dorong Pembukaan Lowongan bagi Satpol PP Jadi CPNS dan PPPK

Kemendagri Dorong Pembukaan Lowongan bagi Satpol PP Jadi CPNS dan PPPK

Regional
Saat Gajah Sumatera 'Terjepit' Kebun Sawit...

Saat Gajah Sumatera "Terjepit" Kebun Sawit...

Regional
Berawal Dapat Pesan di Grup Instagram, Guru di Kupang Tertipu Investasi Bodong Rp 80 Juta

Berawal Dapat Pesan di Grup Instagram, Guru di Kupang Tertipu Investasi Bodong Rp 80 Juta

Regional
Satu Korban Hilang Akibat Perahu Terbalik di Ambon Belum Ditemukan

Satu Korban Hilang Akibat Perahu Terbalik di Ambon Belum Ditemukan

Regional
Seorang Anak di Baubau Coba Bunuh Ayahnya dengan Bom Molotov

Seorang Anak di Baubau Coba Bunuh Ayahnya dengan Bom Molotov

Regional
Prakiraan Cuaca Pekanbaru Hari Ini Minggu 3 Maret 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Petir

Prakiraan Cuaca Pekanbaru Hari Ini Minggu 3 Maret 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Petir

Regional
Ahli Hidrologi USM: “Upaya Penanganan Banjir Kota Semarang Buahkan Hasil”

Ahli Hidrologi USM: “Upaya Penanganan Banjir Kota Semarang Buahkan Hasil”

Regional
Guru di Kupang Jatuh Sakit karena Tertipu Investasi Rp 80 Juta via Medsos

Guru di Kupang Jatuh Sakit karena Tertipu Investasi Rp 80 Juta via Medsos

Regional
Ketua KPU NTB Diusir Saksi saat Pleno di Kabupaten Lombok Tengah

Ketua KPU NTB Diusir Saksi saat Pleno di Kabupaten Lombok Tengah

Regional
2 Anak Pejabat Perkosa Gadis Belia di Mobil Dinas Orangtua Pelaku

2 Anak Pejabat Perkosa Gadis Belia di Mobil Dinas Orangtua Pelaku

Regional
Modus Loloskan Seleksi PPDS, Oknum Dokter di Aceh Timur Tipu Korban Rp 300 Juta

Modus Loloskan Seleksi PPDS, Oknum Dokter di Aceh Timur Tipu Korban Rp 300 Juta

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com