Oknum Kades yang Mengaku Polisi untuk Peras Warga Beraksi di 13 TKP

Kompas.com - 19/12/2021, 21:15 WIB

NGANJUK, KOMPAS.com – Oknum kades berinisial KA yang memeras sejumlah warga dengan modus mengaku sebagai polisi, ternyata sudah beraksi beberapa kali.

Kapolres Nganjuk, AKBP Boy Jeckson menyebutkan, Kepala Desa Pandantoyo, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk itu setidaknya beraksi sebanyak 13 kali.

“Yang sudah melapor ke polisi itu ada tujuh (korban). Tapi dari pengakuan sementara dia sudah melakukan itu ada 13 TKP di Nganjuk saja,” jelas Boy Jeckson, Minggu (19/12/2021).

Baca juga: Bawa Borgol, Kades di Nganjuk Mengaku Polisi, Peras Warga hingga Tukang Becak

Tuduh lakukan pelanggaran hukum

Menurut Boy Jeckson, dalam aksinya, KA selalu mendekati para korban mulai dari sopir pengangkut pasir, penjual ayam, hingga tukang becak.

Kepada para korban, KA menuduh mereka telah melakukan pelanggaran hukum.

Lalu KA menawarkan diri untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Saya yang mengurus perkaranya, kamu ke Polsek sekarang,” ujar Boy Jeckson menirukan perkataan KA ke para korban.

Baca juga: Anggota DPRD Nganjuk Residivis Kasus Narkoba, Pesta Sabu hingga Dipecat dari Partai

Sesampainya di Polsek atau pos polisi yang disebutkan, para korban kaget karena KA tak berada di tempat tersebut.

Sementara barang-barang korban terlanjur dibawa oleh KA.

Baca juga: Oknum DPRD Nganjuk Baru Sebulan Konsumsi Narkoba, Dipicu Masalah Keluarga

 

Tiga bulan terakhir

Boy Jeckson menuturkan, KA sudah melakukan aksi tersebut sejak tiga bulan terakhir.

“Ya sudah kurang lebih ada sekitar tiga bulanan,” ungkap Boy Jeckson.

Diberitakan sebelumnya, KA diciduk polisi karena diduga memeras sejumlah warga, Rabu (15/12/2021). Modusnya dengan mengaku sebagai polisi dan membawa sebuah borgol.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini KA mendekam di sel tahanan Polsek Kertosono, Polres Nganjuk. KA terancam pasal 378 KUHP jo pasal 65 ayat (1).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pesan Khusus Jokowi ke Wali Kota Pontianak: Jadikan Kota Hijau dan Tertata, Kan Kamu Arsitek

Pesan Khusus Jokowi ke Wali Kota Pontianak: Jadikan Kota Hijau dan Tertata, Kan Kamu Arsitek

Regional
Profil Kota Jayapura, Ibu Kota Provinsi Papua

Profil Kota Jayapura, Ibu Kota Provinsi Papua

Regional
Berniat Tawuran, 2 Geng ini Malah Salah Sasaran Bacok dan Lindas Pengendara

Berniat Tawuran, 2 Geng ini Malah Salah Sasaran Bacok dan Lindas Pengendara

Regional
 PTM di Kota Magelang Tetap 100 Persen meski Ada Kasus Kematian Bocah 7 Tahun akibat Covid-19

PTM di Kota Magelang Tetap 100 Persen meski Ada Kasus Kematian Bocah 7 Tahun akibat Covid-19

Regional
Teringat Dendam Lama, Pemuda di Banjarmasin Aniaya Ayah dan Anak

Teringat Dendam Lama, Pemuda di Banjarmasin Aniaya Ayah dan Anak

Regional
BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pulau Sumba dan Sabu Raijua

BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pulau Sumba dan Sabu Raijua

Regional
Honorer Berpotensi Jadi PPPK, Pemkab Aceh Utara Surati Semua Dinas

Honorer Berpotensi Jadi PPPK, Pemkab Aceh Utara Surati Semua Dinas

Regional
8 Rumah di Lebong Bengkulu Terbakar, 2 Rumah Hangus Total

8 Rumah di Lebong Bengkulu Terbakar, 2 Rumah Hangus Total

Regional
Izin Pijat Tradisional Padepokan Samsudin Dicabut, Wabup Blitar: Enggak Boleh Santri di Sana

Izin Pijat Tradisional Padepokan Samsudin Dicabut, Wabup Blitar: Enggak Boleh Santri di Sana

Regional
Waspada Bencana, Hujan Masih Berpotensi Mengguyur Banyumas hingga Akhir Pekan Ini

Waspada Bencana, Hujan Masih Berpotensi Mengguyur Banyumas hingga Akhir Pekan Ini

Regional
3 PNS Tersangka Korupsi Baitul Mal Aceh Utara Belum Diberhentikan, Ini Alasannya

3 PNS Tersangka Korupsi Baitul Mal Aceh Utara Belum Diberhentikan, Ini Alasannya

Regional
Kerangka Manusia Bertato di Kendal Diperkirakan Sudah 1 Bulan Meninggal, Polisi Sebut Ada Bekas Tusukan

Kerangka Manusia Bertato di Kendal Diperkirakan Sudah 1 Bulan Meninggal, Polisi Sebut Ada Bekas Tusukan

Regional
Stok Vaksin Pfizer dan Moderna di Palembang Menipis, Dinkes Ajukan 2.680 Vial untuk Dosis Keempat Nakes

Stok Vaksin Pfizer dan Moderna di Palembang Menipis, Dinkes Ajukan 2.680 Vial untuk Dosis Keempat Nakes

Regional
Pasang Umbul-umbul di Depan Kantor, Perangkat Desa di NTT Tewas Tersengat Listrik

Pasang Umbul-umbul di Depan Kantor, Perangkat Desa di NTT Tewas Tersengat Listrik

Regional
4 Tahun Tak Lapor SPT dan Buat Negara Merugi Rp 6 Miliar, Rumah Warga Kepri Disita

4 Tahun Tak Lapor SPT dan Buat Negara Merugi Rp 6 Miliar, Rumah Warga Kepri Disita

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.