Diduga Korupsi Dana Program KB Rp1,4 Miliar, Kepala Dinas di Mesuji Ditahan Polisi

Kompas.com - 19/12/2021, 17:27 WIB

LAMPUNG, KOMPAS.com - Diduga menyelewengkan dana program Keluarga Berencana (KB), seorang kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mesuji ditahan polisi.

Uang anggaran yang diduga diselewengkan mencapai Rp 1,4 miliar selama dua tahun.

Baca juga: Sidang Korupsi Masjid Sriwijaya, Mantan Sekda Sumsel Minta Bebas: Ditunggu Anak, Istri, Cucu, di Rumah

Sudah ditetapkan tersangka

Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Lampung Komisaris Besar Arie Rachman Nafirin membenarkan pihaknya telah menahan BW (59).

"Sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah kami tahan sejak Jumat, 17 Desember 2021 kemarin," kata Arie kepada wartawan di Mapolda Lampung, Minggu (19/12/2021).

Menurut Arie, BW saat ini adalah Kepala Dinas Lingkungan Hidup di Kabupaten Mesuji.

Sedangkan, perkara yang diusut oleh Ditkrimsus Polda Lampung diduga terjadi ketika BW masih menjabat sebagai kepala dinas di Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Mesuji.

Menurut Arie, dugaan korupsi itu diduga terjadi selama dua tahun sejak 2018 hingga 2019 saat yang bersangkutan masih menjabat Kepala Dinas PPKB itu.

Baca juga: Cerita Haru Korban Kapal Karam di Johor Bahru: Nekat Merantau Demi Biayai Sekolah Anak

Dari penyelidikan kepolisian, anggaran yang diduga dikorupsi itu berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Mesuji sebesar total Rp 1,4 miliar.

"Anggaran itu seharusnya digunakan untuk dana bantuan operasional KB (Keluarga Berencana), namun oleh tersangka anggaran itu diduga diselewengkan," kata Arie.

Baca juga: Gara-gara Ribut Saling Klaim Lahan, Seorang Warga Tewas di Mesuji

 

Ditahan 20 hari

Arie menambahkan, BW ditahan selama 20 hari ke depan untuk proses penyidikan serta kelengkapan berkas perkara sebelum dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Lampung.

Baca juga: 4 Pelaku yang Tikam Pria Paruh Baya di Acara Pernikahan hingga Tewas Ditangkap, 1 di Antaranya Residivis

Kepada tersangka, kata Arie, selain ditahan juga akan dikenakan UU Tindak Pidana Korupsi. Namun, untuk penentuan pasal yang dikenakan, akan dilakukan setelah penyidikan selesai.

"Ini masih kita proses untuk penyidikan dan melengkapi berkas sebelum dilimpahkan (ke Kejaksaan Tinggi Lampung)," kata Arie.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Heroik Sandi, Siswa Kelas VI Naiki Gantangan Burung untuk Kibarkan Bendera yang Macet saat Dikerek

Kisah Heroik Sandi, Siswa Kelas VI Naiki Gantangan Burung untuk Kibarkan Bendera yang Macet saat Dikerek

Regional
Pria di Riau Timbun Solar Subsidi dengan Cara Modifikasi Tangki Mobil

Pria di Riau Timbun Solar Subsidi dengan Cara Modifikasi Tangki Mobil

Regional
Self Photo Studio, Konsep Foto Unik ala Korea yang Digandrungi Kalangan Muda Semarang

Self Photo Studio, Konsep Foto Unik ala Korea yang Digandrungi Kalangan Muda Semarang

Regional
Sidang Korupsi KONI Padang, Hakim Pertanyakan Adanya Rangkap Jabatan KONI dan PSP

Sidang Korupsi KONI Padang, Hakim Pertanyakan Adanya Rangkap Jabatan KONI dan PSP

Regional
Kronologi Terbongkarnya Dugaan Pencabulan 20 Santriwati oleh Pimpinan Ponpes di Bandung

Kronologi Terbongkarnya Dugaan Pencabulan 20 Santriwati oleh Pimpinan Ponpes di Bandung

Regional
Miliki Senjata Rakitan untuk Curi Hewan Ternak, 2 Warga di Bima Ditangkap

Miliki Senjata Rakitan untuk Curi Hewan Ternak, 2 Warga di Bima Ditangkap

Regional
Kawasan Mandalika Sisakan Kasus Sengketa Lahan Warga

Kawasan Mandalika Sisakan Kasus Sengketa Lahan Warga

Regional
Kejari Bengkulu Paksa Tambang Batu Bara Bayar Denda Rp 961 Juta karena Rusak Aset Negara

Kejari Bengkulu Paksa Tambang Batu Bara Bayar Denda Rp 961 Juta karena Rusak Aset Negara

Regional
Warga di Lombok Timur Jadi Korban Begal, Pelaku Tusuk Pakai Tulang Ikan Pari

Warga di Lombok Timur Jadi Korban Begal, Pelaku Tusuk Pakai Tulang Ikan Pari

Regional
Beredar Video Oknum Guru PNS di Belitung, Diduga Kekerasan pada Murid

Beredar Video Oknum Guru PNS di Belitung, Diduga Kekerasan pada Murid

Regional
Mengaku Bisa Gandakan Uang, Kakek 69 Tahun di Pontianak Cabuli Anak di Bawah Umur

Mengaku Bisa Gandakan Uang, Kakek 69 Tahun di Pontianak Cabuli Anak di Bawah Umur

Regional
Hasil Otopsi Guru TK yang Dibunuh di Lombok Barat, Korban Hamil 2 Minggu

Hasil Otopsi Guru TK yang Dibunuh di Lombok Barat, Korban Hamil 2 Minggu

Regional
Menilik Filosofi Dolomani, Pakaian Adat Kesultanan Buton yang Disiapkan untuk Jokowi Saat HUT Ke-77 RI

Menilik Filosofi Dolomani, Pakaian Adat Kesultanan Buton yang Disiapkan untuk Jokowi Saat HUT Ke-77 RI

Regional
Mengapa Kerajaan Singasari Melakukan Ekspedisi Pamalayu?

Mengapa Kerajaan Singasari Melakukan Ekspedisi Pamalayu?

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ferdy Sambo dan Istri Dilaporkan Balik | Keluarga Tandu Jenazah 13 Km gara-gara Tak Dapat Ambulans

[POPULER NUSANTARA] Ferdy Sambo dan Istri Dilaporkan Balik | Keluarga Tandu Jenazah 13 Km gara-gara Tak Dapat Ambulans

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.