Kompas.com - 19/12/2021, 15:06 WIB

KOMPAS.com- Sebanyak lima polisi yang divonis tiga tahun penjara karena diduga menganiaya seorang tahanan Kepolisian Resor Kota Balikpapan bernama Herman hingga tewas mengajukan banding.

Kelima orang itu berinisial AG, AS, RS, GR, dan RH.

Hakim Pengadilan Negeri Balikpapan menilai GR terbukti menggunakan staples untuk melukai telinga Herman saat menginterogasi.

Baca juga: 5 Polisi Penganiaya Tahanan hingga Tewas Divonis 3 Tahun Penjara

Sedangkan empat terdakwa lainnya dianggap terbukti menyiksa Herman bergantian dengan selang air, tongkat, dan ekor ikan pari saat proses pemeriksaan.

Penyiksaan ini jadi penyebab tewasnya Herman.

”Yang lima (mengajukan) banding. Kiki menerima putusan 1 tahun (penjara). Berkas kami kirimkan ke Pengadilan Tinggi Samarinda. Beliau hakim tinggi yang menyidangkan,” kata  Humas PN Balikpapan Arif Wisaksono saat dihubungi, Jumat (17/12/2021).

Diberitakan sebelumnya, Herman adalah seorang tahanan yang tewas di Mapolresta Balikpapan.

Baca juga: Polri: 6 Polisi Tersangka Penganiaya Tahanan di Balikpapan Mengaku Hilang Kendali

Dia ditangkap pada 2 Desember 2020 malam di rumahnya oleh tiga orang yang belakangan diketahui adalah polisi, karena diduga mencuri ponsel.

Ketiga orang tersebut tak memperkenalkan diri, juga tak menunjukkan surat tugas penangkapan saat menahan Herman.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus PMK di Lombok Tengah Meningkat, Dinas Butuh Anggaran Rp 2 Miliar

Kasus PMK di Lombok Tengah Meningkat, Dinas Butuh Anggaran Rp 2 Miliar

Regional
Diikuti 106 Delegasi dari 14 Negara, Berikut 4 Agenda Pertemuan Lanjutan G20 di Solo

Diikuti 106 Delegasi dari 14 Negara, Berikut 4 Agenda Pertemuan Lanjutan G20 di Solo

Regional
Kronologi Mahasiswa Kedokteran Uncen Hilang Saat Menyelam di Pantai Harlem, Rekannya Hanya Temukan Pelampung

Kronologi Mahasiswa Kedokteran Uncen Hilang Saat Menyelam di Pantai Harlem, Rekannya Hanya Temukan Pelampung

Regional
SMPN 4 Jiken Blora Disebut Tak Dapat Peserta Didik Baru, Begini Respons Kepala Sekolah

SMPN 4 Jiken Blora Disebut Tak Dapat Peserta Didik Baru, Begini Respons Kepala Sekolah

Regional
Terima Bantuan dari Kemensos, Nenek Rosalia: Terima Kasih Banyak, Tuhan...

Terima Bantuan dari Kemensos, Nenek Rosalia: Terima Kasih Banyak, Tuhan...

Regional
Ketua Ormas di Bandar Lampung Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

Ketua Ormas di Bandar Lampung Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

Regional
Penjual Gorengan di Jayapura Dianiaya, Pelaku Ditangkap

Penjual Gorengan di Jayapura Dianiaya, Pelaku Ditangkap

Regional
2 Tahun Mati Suri, Ribuan Wisatawan Asing Berkunjung ke Bintan Pakai Kapal Pesiar

2 Tahun Mati Suri, Ribuan Wisatawan Asing Berkunjung ke Bintan Pakai Kapal Pesiar

Regional
Geopark Merangin, Situs Ratusan Juta Tahun yang Segera Jadi Warisan Dunia

Geopark Merangin, Situs Ratusan Juta Tahun yang Segera Jadi Warisan Dunia

Regional
7 Prodi Universitas Andalas Raih Akreditasi Internasional FIBAA

7 Prodi Universitas Andalas Raih Akreditasi Internasional FIBAA

Regional
796 Personel Gabungan Amankan Pertemuan Lanjutan G20 di Solo Besok

796 Personel Gabungan Amankan Pertemuan Lanjutan G20 di Solo Besok

Regional
10 ABK Selamat Saat KM Setia Makmur yang Mengangkut 25 Orang Tenggelam di Perairan Arafura

10 ABK Selamat Saat KM Setia Makmur yang Mengangkut 25 Orang Tenggelam di Perairan Arafura

Regional
Mayat Bayi Perempuan dalam Kardus Ditemukan di TPU Cilacap, Ada Pesan 'Mohon Dikuburkan secara Layak, Kami Tak Ada Biaya'

Mayat Bayi Perempuan dalam Kardus Ditemukan di TPU Cilacap, Ada Pesan "Mohon Dikuburkan secara Layak, Kami Tak Ada Biaya"

Regional
Beli Minyak Goreng Curah Pakai Aplikasi PeduliLindungi, Kadis Perdagangan Nunukan: Masih Kejauhan Kalau untuk Nunukan

Beli Minyak Goreng Curah Pakai Aplikasi PeduliLindungi, Kadis Perdagangan Nunukan: Masih Kejauhan Kalau untuk Nunukan

Regional
Melihat Distrik Raveni Rara di Jayapura yang Terisolasi, Tanpa Listrik dan Jaringan Telekomunikasi

Melihat Distrik Raveni Rara di Jayapura yang Terisolasi, Tanpa Listrik dan Jaringan Telekomunikasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.