Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Anjing Nemo di Semeru, 12 Hari Setia Menunggu Tuannya, Menolak Dievakuasi, Bantu Temukan 3 Jenazah Korban

Kompas.com - 17/12/2021, 12:42 WIB
Rachmawati

Editor

KOMPAS.com - Peristiwa Gunung Semeru meletus benar-benar menyisahkan kisah pilu. Salah satunya adalah kisah Nemo, seekor anjing yang setia menunggu tuannya pulang.

Anjing jenis mix herder itu ditemukan relawan dalam kondisi hidup di Dusun Curah Koboan, Desa Supiturang, Pronojiwo, Lumajang.

Pasca-erupsi, pada Sabtu (14/12/2021), anjing itu berkeliaran selama 12 hari di sudut-sudut permukiman yang masuk zona berbahaya erupsi susulan.

Diduga kuat, hewan berbulu itu sedang menunggu tuannya.

Baca juga: Kapolda Jatim: 28 Jenazah Korban Erupsi Gunung Semeru Telah Diambil Keluarga

Kisah haru anjing Nemo diungkap oleh Founder Animals Hope Shelter, Christian Joshua Pale.

Ia bercerita, keberadaan Nemo kali pertama diketahui oleh Tim Sar Baret Nasdem yang membantu melakukan operasi SAR pencarian korban di Dusun Curah Kobokan.

Namun, Nemo selalu kabur saat didekati oleh para anggota tim SAR sehingga petugas kesulitan mengevakuasi Nemo.

"Nemo ini anjing milik salah seorang warga. Dia biasa jaga lahan kebun milik tuannya. Tuannya diduga meninggal jadi korban erupsi," kata Christian.

Baca juga: Profil Soe Hok Gie, Aktivis yang Meninggal di Semeru 16 Desember 1969

Berdasarkan keterangan warga sekitar, selama 12 hari pasca-erupsi, Nemo bertahan di Curah Kobokan tanpa makan dan minum.

Nemo hanya makan dari nasi bungkus sisa para relawan. Ia berlari ke sudut-sudut kampung, seperti sedang mencari keberadaan tuannya.

"Kemungkinan dia mencari karena bertahan 12 hari tanpa makan dan minum, sampai mengalami ISPA, batuk-batuk. Tuannya diduga sudah meninggal," kata dia.

Baca juga: 13 Hari Pencarian, Tim SAR Temukan 48 Jenazah Korban Erupsi Gunung Semeru, 36 Masih Hilang

Bantu temukan 3 jenazah

Kepulan asap menyelimuti area yang terendam banjir lahar hujan Gunung Semeru di Dusun Kamar Kajang, Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Kamis (16/12/2021). Erupsi Gunung Semeru pada Kamis pukul 09.01 WIB yang disusul hujan deras di daerah itu mengakibatkan banjir lahar hujan menerjang beberapa tempat di wilayah hilir.ANTARA FOTO/BUDI CANDRA SETYA Kepulan asap menyelimuti area yang terendam banjir lahar hujan Gunung Semeru di Dusun Kamar Kajang, Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Kamis (16/12/2021). Erupsi Gunung Semeru pada Kamis pukul 09.01 WIB yang disusul hujan deras di daerah itu mengakibatkan banjir lahar hujan menerjang beberapa tempat di wilayah hilir.
Chrisian bercerita, salah seorang relawan memahami isyarat yang ditunjukkan Nemo. Menurutnya, Nemo ingin diikuti.

Setelah diikuti, Nemo berhenti di salah satu timbunan material vulkanik.

Relawan yang mencurigainya kemudian meminta bantuan TNI dan anjing K-9. Lokasi itu diendus dan digali.

Ternyata ada tiga jenazah tertimbun material vulkanik.

Baca juga: Operasi Pencarian Korban Erupsi Gunung Semeru Ditutup

"Di lokasi yang ditunjukkan Nemo, ada tiga jenazah. Dan sedihnya itu ditemukan jenazah Putri (28) dan Salsa (3) sedang berpelukan, kondisi ibunya hangus, tapi anaknya utuh," katanya.

Christian tak tahu pasti apakah tiga jenazah yang ditemukan tersebut merupakan tuan Nemo atau bukan.

Sebab, sampai sekarang, ia masih mengumpulkan keterangan warga.

"Ini masih saya gali, apakah itu tuannya atau bukan," ujar dia.

Baca juga: Gunung Semeru Naik Status Menjadi Siaga

Nemo akhirnya berhasil dievakuasi oleh Christian bersama Animals Hope Shelter, Rabu (15/12/2021). Anjing itu kini menjalani rehabilitasi untuk pemulihan.

"Di hari ke-12 kami akhirnya mengevakuasi Nemo dari zona hitam. Dia jinak, usianya sekitar 9-10 tahun," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di SuryaMalang.com dengan judul Kisah Anjing Nemo di Semeru, Setia Tunggu Tuannya yang Diduga Tewas Pulang, Bantu Temukan 3 Jenazah

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com