Kompas.com - 16/12/2021, 17:38 WIB

BALI, KOMPAS.com - Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko mengatakan, belum ada perubahan aturan terkait dengan masuknya Covid-19 varian B.1.1.529 atau Omicron ke Indonesia, termasuk aturan saat Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 nanti.

Moeldoko mengatakan, aturan perjalan selama Nataru masih menggunakan Inmendagri Nomor 66 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 pada saat Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

"Saya pikir kebijakan (libur) Nataru sementara berjalan seperti (Inmendagri Nomor 66) itu. Nanti kalau ada hal yang khusus pasti akan ada langkah dari pemerintah. Kita lihat perkembangannya," kata Moeldoko di Gedung Jayasabha Rumah Dinas Jabatan Gubernur Bali, Kamis (16/12/2021).

Baca juga: Langkah Pemprov Bali Antisipasi Varian Omicron, Rumah Sakit Diminta Siaga

Dikatakannya, pemerintah terus mendorong percepatan vaksinasi dan menggencarkan testing dan tracing untuk mencegah varian Omicron kian meluas.

Selain itu, pemerintah juga akan memperketat penerapan protokol kesehatan. Mulai dari memperpanjang masa karantina dari tujuh hari menjadi 10 hari. Adapun untuk pelaku perjalanan luar negeri wajib menjalani tes PCR.

"Wisma Atlet adalah sebuah tempat untuk menyaring karena di sana dilakukan karantina. Jadi, masyarakat Indonesia, masyarakat internasional yang masuk ke Indonesia, satu dilakukan PCR. Dua, kalau terjadi sesuatu maka dikarantina atau yang tidak terjadi sesuatu juga dikarantina," jelasnya.

Baca juga: Omicron Masuk Indonesia, Pusat Keramaiaan di Kota Tasikmalaya Ditutup Saat Nataru

Moeldoko mengatakan, Presiden Joko Widodo juga telah mengingatkan kepada seluruh pihak agar menjalankan proses karantina dengan baik.

"Untuk itulah ada sebuah penegasan lagi dari Pak Presiden pada sidang kabinet kemarin bahwa karantina harus dijalankan secara sungguh-sungguh," katanya.

Menurutnya, bentuk mitigasi yang dilakukan pemerintah sejauh ini telah baik. Meski begitu, penanganan akan terus ditingkatkan dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

"Agar Omicrom yang dari awal diwaspadai oleh pemerintah betul-betul tertangani dengan baik," imbuhnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mantan Wali Kota Ambon Disebut Terima Suap hingga Rp 11,2 Miliar

Mantan Wali Kota Ambon Disebut Terima Suap hingga Rp 11,2 Miliar

Regional
Tabrak Bocah SD di Minahasa, Mobil Rombongan DPRD Solo Diamuk Massa

Tabrak Bocah SD di Minahasa, Mobil Rombongan DPRD Solo Diamuk Massa

Regional
Ditanya KPK Soal PMB Mandiri, Dekan FEB Unila: Fakultas Ekonomi Putuskan Tidak Terima Jalur Mandiri Tahun Ini

Ditanya KPK Soal PMB Mandiri, Dekan FEB Unila: Fakultas Ekonomi Putuskan Tidak Terima Jalur Mandiri Tahun Ini

Regional
Pukul Perempuan di SPBU, Gerindra Pastikan Syukri Zen Lengser Sebagai Anggota DPRD Palembang

Pukul Perempuan di SPBU, Gerindra Pastikan Syukri Zen Lengser Sebagai Anggota DPRD Palembang

Regional
Selama 10 Tahun Petugas 'Cleaning Service' SPBU Curi BBM, Tiap Malam Masukkan Bio Solar ke Jeriken

Selama 10 Tahun Petugas "Cleaning Service" SPBU Curi BBM, Tiap Malam Masukkan Bio Solar ke Jeriken

Regional
Perajin asal Tuntang Ketiban Rezeki Usai Pameran di Madrid, 2.000 Sandal Eceng Gondok Dipesan Pasar Eropa

Perajin asal Tuntang Ketiban Rezeki Usai Pameran di Madrid, 2.000 Sandal Eceng Gondok Dipesan Pasar Eropa

Regional
Hukuman Anak Alex Noerdin Dikurangi 2 Tahun Usai Menang Banding, KPK Ajukan Kasasi ke MA

Hukuman Anak Alex Noerdin Dikurangi 2 Tahun Usai Menang Banding, KPK Ajukan Kasasi ke MA

Regional
Perahu Ketinting Berpenumpang 9 Orang Terbalik di Asmat, 1 Korban Tewas, 1 Masih Hilang

Perahu Ketinting Berpenumpang 9 Orang Terbalik di Asmat, 1 Korban Tewas, 1 Masih Hilang

Regional
Dipasung karena Sering Mengamuk, Seorang Remaja ODGJ di Purwokerto Dibebaskan

Dipasung karena Sering Mengamuk, Seorang Remaja ODGJ di Purwokerto Dibebaskan

Regional
Speedboat BPBD Balikpapan Terbakar Saat Isi BBM, Satu Anggota Alami Luka Bakar

Speedboat BPBD Balikpapan Terbakar Saat Isi BBM, Satu Anggota Alami Luka Bakar

Regional
Korupsi Bansos, Pendamping PKH di Tangerang Banten Divonis 2 Tahun Penjara

Korupsi Bansos, Pendamping PKH di Tangerang Banten Divonis 2 Tahun Penjara

Regional
Siswi Kelas 3 SD Diduga Dicabuli Gurunya Sebulan Lalu, Polisi Belum Tangkap Pelaku

Siswi Kelas 3 SD Diduga Dicabuli Gurunya Sebulan Lalu, Polisi Belum Tangkap Pelaku

Regional
Komnas HAM Duga Aksi Pelaku Mutilasi Mimika Bukan yang Pertama

Komnas HAM Duga Aksi Pelaku Mutilasi Mimika Bukan yang Pertama

Regional
Daftar Kabupaten dan Kota di Provinsi Lampung

Daftar Kabupaten dan Kota di Provinsi Lampung

Regional
Anggota Polisi Terlibat Kasus Penimbunan BBM Ilegal, Kapolda Sumsel: Saya Tak Sungkan Memecatnya

Anggota Polisi Terlibat Kasus Penimbunan BBM Ilegal, Kapolda Sumsel: Saya Tak Sungkan Memecatnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.