Hamili Pacarnya yang Masih SMP, Sopir Angkot di Ambon Divonis 5,6 Tahun Penjara

Kompas.com - 15/12/2021, 19:17 WIB

AMBON, KOMPAS.com - Vicky Mailuhu alias Etok (35), seorang sopir angkot di Kota Ambon divonis 5 tahun dan 6 bulan penjara oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri Ambon, Rabu (15/12/2021) sore.

Terdakwa divonis bersalah karena telah terbukti menyetubuhi anak di bawah umur berulang kali sampai hamil.

Selain vonis penjara, majelis hakim juga meminta terdakwa membayar denda sebesar Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan penjara.

Dalam sidang dengan agenda pembacaan putusan itu, majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan perbuatan pidana yang didakwakan.

“Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa selama 5 tahun 6 bulan serta denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan,” kata Ketua Majelis Hakim, Wilson Shriver saat membacakan amar putusan.

Baca juga: 20 Desa di Ambon Gelar Vaksinasi Covid-19 Door to Door, Kadinkes Sebut Antusiasme Masyarakat Menurun

Majelis hakim menilai perbuatan terdakwa telah melanggar ketentuan pasal 81 ayat (2) UU RI No 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Putusan majelis hakim ini jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum yang meminta hakim menghukum terdakwa selama 9 tahun penjara.

Baca juga: Kejari Ambon Jadwalkan Pemeriksaan Semua Anggota Dewan Terkait Dugaan Korupsi Rp 5,3 M

Kuasa hukuim terdakwa, Alferd Tutupary dan Makarios Soulissa menyatakan masih pikir-pikir atas vonis yang diterima kliennya.

Diketahui, terdakwa dan korban menjalin hubungan asmara saat korban berusia 14 tahun atau masih duduk di bangku SMP. Keduanya pertama kali berkenalan melalui aplikasi perpesanan.

Singkat cerita, terdakwa lalu membawa korban ke sebuah kamar penginapan dan melakukan hubungan terlarang dengan korban yang masih di bawah umur.

Terdakwa telah menyetubuhi korban lebih dari 20 kali. Hubungan keduanya terungkap saat korban hamil dan diketahui oleh keluarganya.

Atas kejadian itu, keluarga korban kemudian melaporkan terdakwa ke polisi untuk diproses hukum.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kedua Putrinya Tewas dalam Tragedi Kanjuruhan, Ayah Korban: Janji Presiden Saya Tunggu

Kedua Putrinya Tewas dalam Tragedi Kanjuruhan, Ayah Korban: Janji Presiden Saya Tunggu

Regional
Pernah Tembak Anak Kecil hingga Ledakkan Bom ke Rumah Warga, Pria di Riau Ditangkap Polisi

Pernah Tembak Anak Kecil hingga Ledakkan Bom ke Rumah Warga, Pria di Riau Ditangkap Polisi

Regional
Kendala Jaringan Internet, 1027 Tenaga Honorer di Perbatasan RI–Malaysia Belum Terinput

Kendala Jaringan Internet, 1027 Tenaga Honorer di Perbatasan RI–Malaysia Belum Terinput

Regional
Gibran Minta Spanduk 'Mataram Is Love' Dipasang di Stadion Manahan Solo, Sebagai Bentuk Perdamaian

Gibran Minta Spanduk "Mataram Is Love" Dipasang di Stadion Manahan Solo, Sebagai Bentuk Perdamaian

Regional
Catatan Jokowi usai Tinjau Lokasi Kerusuhan yang Menelan Ratusan Korban di Stadion Kanjuruhan

Catatan Jokowi usai Tinjau Lokasi Kerusuhan yang Menelan Ratusan Korban di Stadion Kanjuruhan

Regional
Pramugari Dipanggi Jadi Saksi, Pengacara Lukas Enembe: KPK Mengigau...

Pramugari Dipanggi Jadi Saksi, Pengacara Lukas Enembe: KPK Mengigau...

Regional
Haramkan Permainan Capit Boneka, MUI Purworejo Libatkan NU dan Muhammadiyah

Haramkan Permainan Capit Boneka, MUI Purworejo Libatkan NU dan Muhammadiyah

Regional
Viral, Hendak Mendahului dari Kiri, Mobil Tabrak 7 Motor, Salah Satunya Penjual Rujak

Viral, Hendak Mendahului dari Kiri, Mobil Tabrak 7 Motor, Salah Satunya Penjual Rujak

Regional
Selamatkan Seekor Ayam, Petugas Damkar Masuk Sumur Sedalam 8 Meter dengan Alat Bantu Pernapasan

Selamatkan Seekor Ayam, Petugas Damkar Masuk Sumur Sedalam 8 Meter dengan Alat Bantu Pernapasan

Regional
Kecanduan Game Onlie, Pria di Pangkalpinang Berulang Kali Curi Uang Kotak Amal Masjid

Kecanduan Game Onlie, Pria di Pangkalpinang Berulang Kali Curi Uang Kotak Amal Masjid

Regional
Usai Longsor, Tambang Emas di Kotabaru Akan Ditutup

Usai Longsor, Tambang Emas di Kotabaru Akan Ditutup

Regional
Pencocokan Data, 31.000 Warga Ber-KTP Surabaya Berdomisili di Luar Daerah

Pencocokan Data, 31.000 Warga Ber-KTP Surabaya Berdomisili di Luar Daerah

Regional
Wayang Wong Ngesti Pandowo dan 15 Budaya asal Jateng Resmi Diakui sebagai WBtb Nasional

Wayang Wong Ngesti Pandowo dan 15 Budaya asal Jateng Resmi Diakui sebagai WBtb Nasional

Regional
Para Pengunggah Video Kanjuruhan yang Diperiksa Polisi, Sempat Upload Pintu Stadion Tertutup

Para Pengunggah Video Kanjuruhan yang Diperiksa Polisi, Sempat Upload Pintu Stadion Tertutup

Regional
Banjir 2 Meter di Sintang, BPBD Ungkap Warga Enggan Mengungsi

Banjir 2 Meter di Sintang, BPBD Ungkap Warga Enggan Mengungsi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.