Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Santriwati Korban Pencabulan Guru Pesantren di Tasikmalaya Tertekan karena Dipanggil Istri Pelaku

Kompas.com - 15/12/2021, 13:45 WIB
Irwan Nugraha,
Khairina

Tim Redaksi

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya menyebut, sampai sekarang para korban pencabulan guru pesantren di Kabupaten Tasikmalaya masih mengalamai trauma mendalam.

Mereka mendapatkan tekanan luar biasa karena sempat dipanggil oleh istri pelaku usai ramainya pemberitaan di media massa terkait pemberitaan kasus ini.

"Kami mendapatkan informasi diduga kemarin dipanggil oleh istri terduga pelaku sehingga mendapatkan tekanan luar biasa. Hari ini anak-anak traumanya luar biasa usai dipanggil istri pelaku setelah banyak pemberitaan media terkait kasus ini," jelas Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto kepada wartawan, Rabu (15/12/2021).

Baca juga: Mirip Kasus di Bandung, Guru Pesantren di Tasikmalaya Cabuli 9 Santriwati, Baru 2 yang Berani Lapor

Dengan kondisi tersebut, tambah Ato, para korban sampai tak bisa memenuhi panggilan petugas penyidik Polres Tasikmalaya yang sudah dijadwalkan sebelumnya.

Sampai akhirnya para penyidik pun mendatangi langsung rumah para korban supaya bisa lebih mendalam dalam menyelidiki kasus tersebut.

Hal itu setelah koordinasi antara KPAID Kabupaten Tasikmalaya dan pihak penyidik usai mengetahui kondisi para korban selama ini.

"Hari ini pemeriksaan dilanjutkan di Polres Tasikmalaya tak bisa dilaksanakan. Kami koordinasi dengan penyidik dan digeser di wilayah selatan, jadi penyidik mendatangi langsung ke rumah para korban," tambah Ato.

Sampai hari ini, dari 9 nama korban yang mengaku sebagai korban pelecehan seksual guru pesantren di Kabupaten Tasikmalaya telah bertambah menjadi 5 orang yang berani buka suara dari semula hanya 2 orang dari jumlah seluruhnya.

Sampai saat ini, para korban masih terus mendapatkan pendampingan KPAID Kabupaten Tasikmalaya.

"Korban itu kan yang muncul ada 9 nama korban. Hari ini didampingi bertambah menjadi 5 orang dari sebelumnya hanya 2 orang. Baru itu yang kami jalani, adapun kemungkinan akan ada fakta lainnya masih kita dalami," ujar dia.

Baca juga: Kawal Kasus Pemerkosaan Santriwati, Kajati Jabar Turun Langsung dalam Persidangan Herry Wirawan

Sebelumnya, Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya hampir tiga pekan lamanya terus mendampingi para korban santriwati yang mengaku dicabuli guru pesantrennya sendiri.

Sesuai penelusuran KPAID Kabupaten Tasikmalaya jumlah korbannya mencapai 9 orang santriwati di pesantren yang sama.

Itu pun setelah salah satu korban berani melaporkan kejadiannya ke komisi perlindungan anak yang diikuti oleh korban lainnya dan tercatat jumlahnya menjadi 9 orang.

Pondok pesantrennya sendiri berlokasi di wilayah Tasikmalaya Selatan dan diketahui pelakunya pun sebagai pengurus yayasan pesantren tersebut.

Adapun motifnya hampir sama dengan kasus asusila guru pesantren di Cibiru, Kota Bandung, menimpa ke muridnya yang masih berusia belia antara 15 sampai 17 tahun.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Taman Pasuk Kameloh di Palangkaraya: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam buka

Taman Pasuk Kameloh di Palangkaraya: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam buka

Regional
Peternak soal Sapi Kurban Jokowi di Belitung: Dimandikan, Diberi Vitamin Rutin

Peternak soal Sapi Kurban Jokowi di Belitung: Dimandikan, Diberi Vitamin Rutin

Regional
Kecanduan Judi Online, Oknum TNI di Maros Diduga Gelapkan Uang Kesatuan Rp 876 Juta

Kecanduan Judi Online, Oknum TNI di Maros Diduga Gelapkan Uang Kesatuan Rp 876 Juta

Regional
Pulang ke Solo, Jokowi Ajak Cucu dan Kaesang ke Paragon Mall

Pulang ke Solo, Jokowi Ajak Cucu dan Kaesang ke Paragon Mall

Regional
Warga Kaget Dengar Dentuman Ledakan di Bogor, Polisi Temukan Serbuk Potassium Chloride

Warga Kaget Dengar Dentuman Ledakan di Bogor, Polisi Temukan Serbuk Potassium Chloride

Regional
Nenek di Aceh Timur Ditemukan Tewas Penuh Luka di Rumah

Nenek di Aceh Timur Ditemukan Tewas Penuh Luka di Rumah

Regional
Seekor Beruang Madu Muncul di Kompleks Perkantoran Pemda Rokan Hulu Riau

Seekor Beruang Madu Muncul di Kompleks Perkantoran Pemda Rokan Hulu Riau

Regional
Pria di Taput Tewas Tertimbun Longsor Saat di Sawah

Pria di Taput Tewas Tertimbun Longsor Saat di Sawah

Regional
Misteri Mayat Tanpa Kepala di Sungai Bungo Jambi, Korban Dibunuh oleh Teman karena Sakit Hati

Misteri Mayat Tanpa Kepala di Sungai Bungo Jambi, Korban Dibunuh oleh Teman karena Sakit Hati

Regional
Toko Libra Ambarawa Terbakar, Petugas Evakuasi Korban melalui Jendela Lantai Dua

Toko Libra Ambarawa Terbakar, Petugas Evakuasi Korban melalui Jendela Lantai Dua

Regional
Pj Gubernur Al Muktabar Lakukan Groundbreaking Pembangunan Gedung Bank Banten

Pj Gubernur Al Muktabar Lakukan Groundbreaking Pembangunan Gedung Bank Banten

Regional
Kendaraan Bodong di Sukolilo Pati, Warga Sebut Ada yang Takut Motornya Ikut Diangkut Polisi

Kendaraan Bodong di Sukolilo Pati, Warga Sebut Ada yang Takut Motornya Ikut Diangkut Polisi

Regional
Tuntut Penyelesaian Konflik Sengketa Lahan, Wali Murid SDN 212 Kota Jambi Duduki Sekolah

Tuntut Penyelesaian Konflik Sengketa Lahan, Wali Murid SDN 212 Kota Jambi Duduki Sekolah

Regional
Pemilu 2024, PDI-P Kuasai Kursi di DPRD Kulon Progo

Pemilu 2024, PDI-P Kuasai Kursi di DPRD Kulon Progo

Regional
Pengalaman Kuswanto, Jual Sapi 900-an Kg untuk Kurban Jokowi di Jambi

Pengalaman Kuswanto, Jual Sapi 900-an Kg untuk Kurban Jokowi di Jambi

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com