Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Polisi Usut Dugaan Pungli Berkedok Iuran Keamanan Pasar di Blora

Kompas.com - 14/12/2021, 07:25 WIB
Aria Rusta Yuli Pradana,
Robertus Belarminus

Tim Redaksi

BLORA, KOMPAS.com - Dugaan adanya pungutan liar (pungli) berkedok iuran keamanan di Pasar Sido Makmur Blora mulai diusut oleh pihak kepolisian.

Kepala satuan reserse kriminal (Kasatreskrim) Polres Blora, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Setiyanto mengatakan, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

"Tentunya kami dari Satreskrim Polres Blora tetap melaksanakan pemeriksaan-pemeriksaan ataupun klarifikasi dan meminta keterangan pengumpulan data terhadap para saksi yang mengetahui pada saat itu," ucap Setiyanto, saat ditemui wartawan di Kantornya, Senin (13/12/2021).

Menurut dia, tindakan-tindakan yang memang dianggap merugikan masyarakat tanpa ada dasar hukumnya, pihak kepolisian siap mengusut tuntas sesuai dengan hukum yang berlaku.

Baca juga: Petani di Blora Tak Sengaja Temukan Mortir Saat Mencangkul Tanah

Sehingga, apabila masyarakat mengetahui adanya tindakan-tindakan yang dianggap meresahkan ataupun merugikan, maka untuk tidak sungkan memberitahukannya ke pihak kepolisian.

"Saya harapkan kepada masyarakat apabila terdampak seperti itu segera memberitahukan ke kami, atau mengadu ke Polres atau Polsek terdekat," kata dia.

Tak hanya mengimbau kepada masyarakat, Setiyanto juga mewanti-wanti kepada para oknum yang sengaja merugikan masyarakat dengan cara tidak sesuai aturan, untuk segera menghentikan tindakannya.

Baca juga: Bupati Blora Kirimkan Puluhan Pasukan Pagar Nusa untuk Amankan Muktamar NU di Lampung

"Jangan sampai melakukan pelanggaran-pelanggaran yang terkait perlakuan yang merugikan terhadap masyarakat khususnya di wilayah Kabupaten Blora," ujar dia.

Sekadar diketahui, dugaan pungli di Pasar Sido Makmur Blora berawal dari selebaran tentang iuran keamanan bagi para pedagang di Pasar Sido Makmur.

Dalam selebaran tersebut tertulis nonimal iuran keamanan yang bervariasi mulai dari Rp 1.000 sampai Rp 10.000.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Marak Tawuran Remaja dengan Sajam, Desa di Demak Ini Bentuk Barikade Anti-gangster

Marak Tawuran Remaja dengan Sajam, Desa di Demak Ini Bentuk Barikade Anti-gangster

Regional
Seorang Santriwati Kritis di RSUD Selong, Pihak Ponpes Membantah Tudingan Tindak Kekerasan

Seorang Santriwati Kritis di RSUD Selong, Pihak Ponpes Membantah Tudingan Tindak Kekerasan

Regional
Gunung Lewotobi Laki-laki Diguncang 45 Gempa Letusan dalam Sepekan

Gunung Lewotobi Laki-laki Diguncang 45 Gempa Letusan dalam Sepekan

Regional
Sukolilo Pati Dijuluki 'Kampung Bandit', Kriminolog Undip: Bukan Tanpa Sebab

Sukolilo Pati Dijuluki "Kampung Bandit", Kriminolog Undip: Bukan Tanpa Sebab

Regional
Pria di Mamuju Ditikam Saat Hadiri Pesta Pernikahan, Pelaku Masih Buron

Pria di Mamuju Ditikam Saat Hadiri Pesta Pernikahan, Pelaku Masih Buron

Regional
Grup Band Metal asal Aceh Bakal Tampil Wakili Indonesia di Jerman

Grup Band Metal asal Aceh Bakal Tampil Wakili Indonesia di Jerman

Regional
DPRD Minta Kasus 'Bullying' Siswi SMP di Purworejo Berlanjut Ke Ranah Hukum

DPRD Minta Kasus "Bullying" Siswi SMP di Purworejo Berlanjut Ke Ranah Hukum

Regional
Mampu Turunkan Stunting 10 Persen, Kota Semarang Jadi Tuan Rumah Harganas Ke-31 dan Layani 10.000 Tamu

Mampu Turunkan Stunting 10 Persen, Kota Semarang Jadi Tuan Rumah Harganas Ke-31 dan Layani 10.000 Tamu

Regional
Imbas Gangguan Server, Imigrasi Pekanbaru Tak Bisa Terbitkan Paspor

Imbas Gangguan Server, Imigrasi Pekanbaru Tak Bisa Terbitkan Paspor

Regional
Kakek 62 Tahun yang Rekam Video Asusila bersama Perempuan Muda di Ambon

Kakek 62 Tahun yang Rekam Video Asusila bersama Perempuan Muda di Ambon

Regional
Terduga Pembunuh Nenek di Aceh Timur Ditangkap

Terduga Pembunuh Nenek di Aceh Timur Ditangkap

Regional
Ungkap Penyebab Kematian Pelajar SMP Padang di Sungai, Polisi Tunggu Hasil Otopsi

Ungkap Penyebab Kematian Pelajar SMP Padang di Sungai, Polisi Tunggu Hasil Otopsi

Regional
Pj Gubernur Sumut Diganti, Hassanudin Pindah Tugas ke NTB

Pj Gubernur Sumut Diganti, Hassanudin Pindah Tugas ke NTB

Regional
Pj Gubernur NTB Lalu Gita Ariadi akan Diganti

Pj Gubernur NTB Lalu Gita Ariadi akan Diganti

Regional
Usulan Reaktivasi Jalur KA Purwokerto-Wonosobo Mencuat Lagi

Usulan Reaktivasi Jalur KA Purwokerto-Wonosobo Mencuat Lagi

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com