Kompas.com - 13/12/2021, 15:49 WIB

BUTON UTARA, KOMPAS.com – Seorang kepala desa dan seorang Kaur Anggaran pemerintah desa Kasulatombi, Kecamatan Kalisusu Barat, Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara, ditangkap Satreskrim Polres Buton Utara. 

Kades berinisial EA, dan HY yang bertugas sebagai Kaur anggaran diduga telah melakukan korupsi anggaran dana desa hingga merugikan Negara sebesar Rp 628 juta. 

Baca juga: Diduga Selewengkan Dana Desa Rp 1,1 Miliar, Kades di Kabupaten Semarang Ditahan

“Polres Buton Utara telah menahan dua tersangka korupsi anggaran desa tahun 2019 dan 2020,” kata Kapolres Buton Utara, AKBP Bungin Masokan Misaluyuk, Senin (13/12/2021). 

Bungin menambahkan ada lima modus yang digunakan oleh tersangka dalam melakukan aksi korupsi anggaran desa, yakni tidak melibatkan Sekretaris Desa dan Tim Pelaksana Kegiatan dalam melaksanakan kegiatan.

“Kedua, pelaksanaan pekerjaan fisik pembangunan rumah dermaga, jalan usaha tani, jalan lingkungan, saluran saluran air dan pembangunan lapangan futsal tidak sesuai dengan spesifik sebagaimana tercantum dalam rancagan anggaran bangunan (RAB),” ujarnya. 

Kemudian memanfaatkan SPJ Dana Desa dengan mengambil dokumentasi pembagunan rumah dermaga Desa Labulanda, seolah-olah pembagunan rumah dermaga Desa Kasulatombi telah selesai dikerjakan.

“Keempat, tersangka keuangan EA dan HY sebagai penanggungjawab hingga kini belum mentransfer dana Bumdes tahun anggaran 2019 ke rekaning Kas Bumdes,” kata Bungin. 

Bungin mengatakan, tersangka EA dan HY terlibat langsung dalam kegiatan fisik pembagunan rumah dermaga, jalan usaha tani, jalan lingkungan, saluran saluran air, dan pekerjaan pembangunan lapangan futsal Desa Kasulatombi.

"Ini terbagi beberapa kegiatan, tapi yang kita angkat hanya satu, yaitu tentang pembuatan lapangan futsal dengan nilai Rp 534 juta. Dimasing-masing tahun anggaran 2019 dan tahun 2020 kita jumlah kerugian negara yaitu Rp 628 juta," ucapnya.

Kedua pelaku kini berada di ruang tahanan Mapolres Buton Utara. Keduanya dikenakan Pasal 2 Ayat 1 dan Pasal 3 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 Junto UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang tindak pidana pemberantasan korupsi dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

Baca juga: Cerita Wakil Ketua KPK Terima Ribuan Aduan soal Dana Desa, tapi Tak Bisa Diusut

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mayat Bayi Perempuan dalam Kardus Ditemukan di TPU Cilacap, Ada Pesan 'Mohon Dikuburkan secara Layak, Kami Tak Ada Biaya'

Mayat Bayi Perempuan dalam Kardus Ditemukan di TPU Cilacap, Ada Pesan "Mohon Dikuburkan secara Layak, Kami Tak Ada Biaya"

Regional
Beli Minyak Goreng Curah Pakai Aplikasi PeduliLindungi, Kadis Perdagangan Nunukan: Masih Kejauhan Kalau untuk Nunukan

Beli Minyak Goreng Curah Pakai Aplikasi PeduliLindungi, Kadis Perdagangan Nunukan: Masih Kejauhan Kalau untuk Nunukan

Regional
Melihat Distrik Raveni Rara di Jayapura yang Terisolasi, Tanpa Listrik dan Jaringan Telekomunikasi

Melihat Distrik Raveni Rara di Jayapura yang Terisolasi, Tanpa Listrik dan Jaringan Telekomunikasi

Regional
Kisah Kurman, Pria Asal Adonara Ubah Karung Goni Bekas Jadi Tas Kekinian

Kisah Kurman, Pria Asal Adonara Ubah Karung Goni Bekas Jadi Tas Kekinian

Regional
Alasan Polisi Kawal Rombongan Moge Masuk Tol yang Belum Resmi Dibuka

Alasan Polisi Kawal Rombongan Moge Masuk Tol yang Belum Resmi Dibuka

Regional
Guru Madrasah Kirim Chat Mesum ke Siswinya, Pengamat Minta Harus Diproses Hukum

Guru Madrasah Kirim Chat Mesum ke Siswinya, Pengamat Minta Harus Diproses Hukum

Regional
Rumah di Pesisir Aceh Barat Terendam Rob, Warga Sampai Mengungsi

Rumah di Pesisir Aceh Barat Terendam Rob, Warga Sampai Mengungsi

Regional
Mati Mesin di Tengah Laut, Longboat Berpenumpang 4 Orang Dievakuasi

Mati Mesin di Tengah Laut, Longboat Berpenumpang 4 Orang Dievakuasi

Regional
Mantan Pesepak Bola hingga Hakim Agung Patungan untuk Perbaiki Jalan di Kampungnya

Mantan Pesepak Bola hingga Hakim Agung Patungan untuk Perbaiki Jalan di Kampungnya

Regional
[POPULER NUSANTARA] Aipda Dwi Cahyo Menangis Saat Kakinya Dibasuh Anak SD | Juragan Barang Bekas Tewas Ditembak

[POPULER NUSANTARA] Aipda Dwi Cahyo Menangis Saat Kakinya Dibasuh Anak SD | Juragan Barang Bekas Tewas Ditembak

Regional
Nekat Seberangi Sungai Comal, Dua Santri di Pemalang Hanyut Terbawa Arus

Nekat Seberangi Sungai Comal, Dua Santri di Pemalang Hanyut Terbawa Arus

Regional
Dikenal Antisuap dan Tak Bisa Dinego, Kapolda Lampung Terima Hoegeng Awards

Dikenal Antisuap dan Tak Bisa Dinego, Kapolda Lampung Terima Hoegeng Awards

Regional
Pemprov Aceh Tambah 2 Hari Libur Setelah Idul Adha

Pemprov Aceh Tambah 2 Hari Libur Setelah Idul Adha

Regional
Cerita Najjar Keluarkan Miliaran Rupiah untuk Bangun Jalan 5 Km di Kampungnya

Cerita Najjar Keluarkan Miliaran Rupiah untuk Bangun Jalan 5 Km di Kampungnya

Regional
Keaslian Gula Aren Khas Giyombong Purworejo, Keahlian Turun Menurun dalam Mengolah Air Nira

Keaslian Gula Aren Khas Giyombong Purworejo, Keahlian Turun Menurun dalam Mengolah Air Nira

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.