[POPULER NUSANTARA] 2 Korban Guru Pesantren Dikeluarkan dari Sekolah karena Punya Bayi | Kisah Pemburu Kapok Berburu Usai Tembak Ayam Hutan

Kompas.com - 12/12/2021, 06:05 WIB

KOMPAS.com - Dua dari sebelas korban guru pesantren sempat kembali masuk sekolah.

Namun, baru berjalan seminggu, dua perempuan tersebut dikeluarkan oleh sekolahnya. Alasannya karena mereka mempunyai bayi.

Padahal, keinginan para korban untuk bisa kembai bersekolah sangat kuat.

Berita populer lainnya adalah seputar pemburu yang kapok berburu usai menembak ayam hutan di Perbukitan Jering di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Pemburu tersebut adalah Susanto (33). Saat ke hutan Perbukitan Jering bersama dua rekannya, Susanto menembak ayam hutan.

Namun, belakangan, Susanto harus berurusan dengan polisi usai ada warga setempat yang melaporkan Susanto dkk.

Ternyata, masyarakat setempat sangat melindungi dan menghargai keberadaan ayam hutan di tempat itu.

Berikut adalah berita-berita yang menjadi sorotan pembaca Kompas.com.

1. Korban perkosaan dikeluarkan dari sekolah karena punya bayi

Ketua P2TP2A Garut Diah Kurniasari Gunawan yang juga istri Bupati Garut Rudy Gunawan saat ditemui di Kantor P2TP2A Garut, Jumat (10/12/2021) malamKOMPAS.COM/ARI MAULANA KARANG Ketua P2TP2A Garut Diah Kurniasari Gunawan yang juga istri Bupati Garut Rudy Gunawan saat ditemui di Kantor P2TP2A Garut, Jumat (10/12/2021) malam

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Garut Diah Kurniasari Gunawan mengatakan, dua dari sebelas korban perkosaan sempat bersekolah lagi.

Akan tetapi, seminggu kemudian, mereka dikeluarkan dari sekolah karena ketahuan punya bayi.

“Sekolah swasta dekat rumahnya, dikeluarkan dengan alasan sudah punya anak,” ujarnya, Jumat (10/12/2021).

Diah menjelaskan, walau pihak sekolah telah dijelaskan soal kasus yang menimpa dua korban tersebut, pihak sekolah tetap saja mereka menolak.

“Tadi saya sudah koordinasi dengan Ibu Gubernur, provinsi siap bantu agar mereka bisa sekolah kembali bagaimana caranya nanti dibahas,” ucapnya.

Baca selengkapnya: Dua Santriwati Korban Guru Pesantren Dikeluarkan dari Sekolah Baru karena Punya Bayi

 

2. Pemburu diminta mengganti ayam hutan

Sejumlah pejabat melepas tiga pasang ayam hutan dan sepasang elang tikus di Pedukuhan Kaliwilut, Kalurahan Kaliagung, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan bersama antara Polres Kulon Progo, Pemkab Kulon Progo dan BKSDA Yogyakarta mendorong kelestarian SDA dengan menekan perburuan liar.KOMPAS.COM/DANI JULIUS Sejumlah pejabat melepas tiga pasang ayam hutan dan sepasang elang tikus di Pedukuhan Kaliwilut, Kalurahan Kaliagung, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan bersama antara Polres Kulon Progo, Pemkab Kulon Progo dan BKSDA Yogyakarta mendorong kelestarian SDA dengan menekan perburuan liar.

Usai menembak ayam hutan di Perbukitan Jering, Susanto dan dua kawannya harus berurusan dengan polisi.

Pasalnya ada warga setempat yang keberatan dengan perburuan ayam itu. Dia kemudian memfoto aksi Susanto dkk. lalu mengunggahnya ke Facebook.

Usut punya usut, warga di sana sangat menghormati alam. Mereka pun melarang perburuan liar.

Berselang satu bulan, polisi kemudian menerapkan restorative justice pada kasus ini.

Namun, ada syaratnya, yaitu mereka harus mengganti ayam hutan itu dalam bentuk enam ayam hutan lain.

“Saya mengganti ayam alas dengan membeli tiga pasang ayam alas lain di Pacitan. Total lebih dari dua juta Rupiah, tapi mati satu. Kemudian saya beli satu lagi harga Rp 500.000. Pencariannya dibantu teman,” tutur Susanto, Jumat (10/12/2021).

Baca selengkapnya: Kisah Pemburu Kapok Tembak Seekor Ayam Hutan, Tekor Harus Ganti Jadi 6 Ekor, Senapan Barunya Pun Dipotong Jadi 3

3. Penangkapan polisi gadungan

Polisi gadungan diinterogasi Direskrimum Polda Sumbar Kombes Pol Imam Kabut Sariadi, Jumat (10/12/2021)Foto: Humas Polda Polisi gadungan diinterogasi Direskrimum Polda Sumbar Kombes Pol Imam Kabut Sariadi, Jumat (10/12/2021)

Polisi gadungan berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP), AR (41), ditangkap.

Ia diringkus saat sedang mengurus perceraian pacarnya di Pengadilan Agama Painan, Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat Kombes Pol Imam Kabut Sariadi mengatakan, AR merupakan residivis kasus pemerkosaan pada tahun 2000 silam.

Selain itu, AR juga melakukan penipuan. Kepada korbannya, dia mengaku bisa menyelesaikan kasus di kepolisian. Akibatnya, korban merugi Rp 80 juta.

"Sekarang pelaku sudah kita tetapkan sebagai tersangka kasus penipuan," jelasnya, Sabtu (11/12/2012).

Baca selengkapnya: Polisi Gadungan Berpangkat AKBP yang Ditangkap di Pengadilan Agama Ternyata Residivis Kasus Pemerkosaan

 

4. Warga rusak jalan saat banjir menggenang

Suasana jalan yang dirusak Warga untuk menghindari banjir di Dusun Songgong, Desa Sukadanadokumen Masyarakat Suasana jalan yang dirusak Warga untuk menghindari banjir di Dusun Songgong, Desa Sukadana

Sebuah jalan bypass dirusak oleh warga terdampak banjir di Dusun Songgong, Desa Sukadana, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Jalan bypass yang dirusak tepatnya dari arah bundaran Mandalika menuju Awang.

Warga terpaksa merusak jalan tersebut karena saluran irigasi tidak bisa menampung air hujan.

Menurut salah seorang warga, Dedi Irawan, pembongkaran ini dilakukan agar airnya mengalir dengan lancar menuju pembuangan ke arah pantai.

"Jadi, semalam itu jalannya dibongkar warga, kalau tidak dibongkar, air sama jalan rata, jadi setelah dibongkar airnya itu turun, sehingga posisi kampung itu aman, pendapat warga," terangnya, Jumat (10/12/2021).

Baca selengkapnya: Banjir Genangi Rumah di Lingkar Mandalika, Warga Rusak Jalan Bypass Menuju Awang

5. Mantan napi lolos jadi calon kades

Ilustrasi pilkadaKOMPAS/DIDIE SW Ilustrasi pilkada

Meski pernah menjadi mantan narapidana kasus pemalsuan uang, JU lolos ditetapkan sebagai calon dalam pemilihan kepala desa (Pilkades) di Kabupaten Madiun, Jawa Timur.

Ternyata, agar lolos, pria berinisial JU itu tidak jujur kepada polisi dan pengadilan bahwa dirinya tidak pernah dipenjara.

Padahal dalam keputusan Kasasi Mahkamah Agung, JU dinyatakan bersalah dalam kasus pemalsuan uang dengan pidana penjara selama 2,5 tahun.

Kasus tersebut menjerat JU pada 2003.

Kapolres Madiun AKBP Jury Leonard Siahaan membenarkan soal kebohongan yang dilakukan JU.

“Kemarin (Rabu) setelah kami dapat informasi kami klarifikasi. Di formulir SKCK yang dibuat oleh yang bersangkutan pada pertanyaan apakah pernah terlibat pidana dan pernah dihukum? ditulis sama orangnya tidak,” ungkapnya, Kamis (9/12/2021).

Baca selengkapnya: Bohong soal Catatan Kriminal, Mantan Napi di Madiun Lolos Jadi Calon Kades

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Garut Ari Maulana Karang; Kontributor Yogyakarta, Dani Julius Zebua; Kontributor Lombok Tengah, Idham Khalid; Kontributor Solo, Mulis Al Alawi | Editor: Khairina, Aprillia Ika, Candra Setia Budi, Robertus Belarminus, Teuku Muhammad Valdy Arief)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca di Medan Hari Ini, 14 Agustus 2022: Cerah Berawan di Pagi Hari

Prakiraan Cuaca di Medan Hari Ini, 14 Agustus 2022: Cerah Berawan di Pagi Hari

Regional
Prakiraan Cuaca di Palembang Hari Ini, 14 Agustus 2022: Berawan Tebal di Siang Hari

Prakiraan Cuaca di Palembang Hari Ini, 14 Agustus 2022: Berawan Tebal di Siang Hari

Regional
Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 14 Agustus 2022: Pagi Cerah dan Sore Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 14 Agustus 2022: Pagi Cerah dan Sore Cerah Berawan

Regional
Pantai Ngebum: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Pantai Ngebum: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Regional
Sebuah Makam Diduga Milik Pejuang Kemerdekaan Ditemukan di Alun-alun Kota Semarang

Sebuah Makam Diduga Milik Pejuang Kemerdekaan Ditemukan di Alun-alun Kota Semarang

Regional
Rayakan Ulang Tahun Sambil Pesta Miras, Pemuda di Kupang Saling Bacok, 2 Terluka

Rayakan Ulang Tahun Sambil Pesta Miras, Pemuda di Kupang Saling Bacok, 2 Terluka

Regional
Hujan Deras Berjam-jam, Pohon Tumbang di Beberapa Lokasi di Salatiga

Hujan Deras Berjam-jam, Pohon Tumbang di Beberapa Lokasi di Salatiga

Regional
Detik-detik Penangkapan Paman Bunuh Siswa SD di Deli Serdang, Sempat Berpindah-pindah

Detik-detik Penangkapan Paman Bunuh Siswa SD di Deli Serdang, Sempat Berpindah-pindah

Regional
Jemaah Haji Kloter Terakhir Debarkasi Solo Tiba di Tanah Air Besok

Jemaah Haji Kloter Terakhir Debarkasi Solo Tiba di Tanah Air Besok

Regional
Pria di Riau Cabuli Anak Kandung Usia 9 Tahun, Terbongkar Setelah Ketahuan Sang Istri

Pria di Riau Cabuli Anak Kandung Usia 9 Tahun, Terbongkar Setelah Ketahuan Sang Istri

Regional
Imam Masjid di Sorong Selatan Ditampar Remaja Mabuk Saat Azan Subuh

Imam Masjid di Sorong Selatan Ditampar Remaja Mabuk Saat Azan Subuh

Regional
Teras Kaca Karapyak Valley: Harga Tiket, Jam Buka, dan Daya Tarik

Teras Kaca Karapyak Valley: Harga Tiket, Jam Buka, dan Daya Tarik

Regional
Bakal Ada Pasar Apung di Semarang, Wisatawan Bisa Belanja di Atas Perahu Mulai Besok

Bakal Ada Pasar Apung di Semarang, Wisatawan Bisa Belanja di Atas Perahu Mulai Besok

Regional
Korban Video Mesum Kepala Dusun di Jambi Dijebak Minum Air Putih hingga Lemas

Korban Video Mesum Kepala Dusun di Jambi Dijebak Minum Air Putih hingga Lemas

Regional
Cerita Korban Kebakaran di Bengkulu: Rumah Habis, Usaha Musnah, Hanya Pasrah

Cerita Korban Kebakaran di Bengkulu: Rumah Habis, Usaha Musnah, Hanya Pasrah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.