Sebut Situasi Kekerasan Seksual Sangat Darurat, Aktivis Minta RUU TPKS Segera Disahkan

Kompas.com - 11/12/2021, 10:37 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Momentum peringatan Hari HAM Internasional, aktivis anti kekerasan seksual melakukan aksi turun ke jalan.

Mereka menuntut pemerintah agar segera mengesahkan RUU TPKS dan mengakomodir kerentanan yang dialami oleh perempuan korban kekerasan.

Di depan Gedung DPRD Jawa Tengah, peserta aksi yang sebagian besar perempuan ini membawa poster berisi penolakan terhadap kekerasan seksual.

Baca juga: Kekerasan Seksual Online Meningkat, Korbannya Enggan Ambil Langkah Hukum karena Takut Jika Terungkap, Dihakimi Masyarakat

Tulisan dalam poster itu di antaranya "Perempuan Bukan Objek Seksual", "Indonesia Butuh RUU TPKS" dan "Saya Menolak Tindakan Kekerasan Seksual".

Peserta aksi pun secara bergantian melakukan orasi menyuarakan tuntutannya kepada pemerintah.

Selain itu, aksi juga diisi musikalisasi puisi, menyanyi hingga teatrikal.

Setelah itu, peserta aksi melakukan long march menuju kantor pos di kawasan patung kuda Undip untuk mengirimkan surat dukungan.

Baca juga: Kasus Kekerasan Seksual di Surabaya Meningkat Selama Pandemi, Rata-rata Menimpa Anak di Bawah Umur

Situasi kekerasan seksual sudah sangat darurat...

Perwakilan Jaringan Jawa Tengah Anti Kekerasan Seksual, Lenny Ristiyani menegaskan pengesahan RUU TPKS menjadi penantian panjang bagi korban kekerasan seksual.

"Masih ada tiga tahapan penyusunan yang harus dilalui, agar RUU TPKS disahkan. Situasi ini jelas menjadi kekhawatiran masyarakat terutama korban kekerasan seksual. Mengingat saat ini situasi kekerasan seksual sudah sangat darurat," jelas Lenny dalam siaran pers, Jumat (10/12/2021).

Data dari Jaringan Jawa Tengah Anti Kekerasan Seksual yang tercatat di LRC-KJHAM, tahun 2021 ada 80 kasus kekerasan terhadap perempuan, dengan 120 perempuan menjadi korban dan 88 pelaku kekerasan.

"Kasus tertinggi adalah kasus kekerasan seksual dengan jumlah korban 89 atau 74 persen perempuan," ungkapnya.

Kasus kekerasan seksual: dirangkul, dicolek tanpa persetujuan, gunakan media online hingga diperkosa

Sementara, di LBH Semarang pada tahun 2021 mencatat ada 19 kasus kekerasan seksual dan di antaranya terdapat kasus KBGO.

Lenny menyebut kasus-kasus kekerasan seksual juga banyak ditemukan di dunia pendidikan seperti sekolah, kampus, pesantren dan lembaga pendidikan lainnya.

"Kasus-kasus yang terjadi di antaranya adalah pelecehan seksual (dicolek-colek tubuhnya, dirangkul tanpa persetujuan, dll), kekerasan seksual yang menggunakan transmisi elektronik atau media online, bahkan sampai diperkosa," ujarnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat Hakim Beda Pendapat hingga Bandar Narkoba Bebas

Saat Hakim Beda Pendapat hingga Bandar Narkoba Bebas

Regional
Pemasangan Patok IKN Ternyata Sudah Disosialisasikan, tapi Tergesa-gesa

Pemasangan Patok IKN Ternyata Sudah Disosialisasikan, tapi Tergesa-gesa

Regional
6 CPNS Pemprov Sumbar Mengundurkan Diri karena Lokasi Penempatan Jauh

6 CPNS Pemprov Sumbar Mengundurkan Diri karena Lokasi Penempatan Jauh

Regional
Tersambar Petir, Seorang Penambang Timah Tewas, 8 Lainnya Terluka

Tersambar Petir, Seorang Penambang Timah Tewas, 8 Lainnya Terluka

Regional
Gajah Hamil Ditemukan Mati di Bengkalis Riau, Bangkai Tergeletak di Dekat Kebun Sawit

Gajah Hamil Ditemukan Mati di Bengkalis Riau, Bangkai Tergeletak di Dekat Kebun Sawit

Regional
15 Gunung di Jawa Tengah, Lengkap dengan Lokasi dan Ketinggian

15 Gunung di Jawa Tengah, Lengkap dengan Lokasi dan Ketinggian

Regional
Niat 'Healing' ke Pasar Malam, Ratusan Warga Solo Malah Terjebak Macet

Niat "Healing" ke Pasar Malam, Ratusan Warga Solo Malah Terjebak Macet

Regional
Hilang Saat Memancing Ikan, 2 Nelayan di NTT Ditemukan Selamat

Hilang Saat Memancing Ikan, 2 Nelayan di NTT Ditemukan Selamat

Regional
Kronologi Anggota Brimob Diduga Tembak Warga di Kebun Sawit, 2 Orang Terkena Peluru Hampa

Kronologi Anggota Brimob Diduga Tembak Warga di Kebun Sawit, 2 Orang Terkena Peluru Hampa

Regional
Asal-usul Danau Maninjau, Kisah Tempat Penghakiman Siti Rasani dan Giran oleh Bujang Sembilan

Asal-usul Danau Maninjau, Kisah Tempat Penghakiman Siti Rasani dan Giran oleh Bujang Sembilan

Regional
Sumber Gempong, Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Sumber Gempong, Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Regional
Terseret Arus Saat Berenang di Sungai, Bocah 11 Tahun di Tabalong Kalsel Tenggelam

Terseret Arus Saat Berenang di Sungai, Bocah 11 Tahun di Tabalong Kalsel Tenggelam

Regional
Curug Malela, Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Curug Malela, Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Regional
[POPULER NUSANTARA] Menanti Kabar Baik dari Swiss | Wisatawan Dipaka Sewa Jip Saat ke Bunker Kaliadem

[POPULER NUSANTARA] Menanti Kabar Baik dari Swiss | Wisatawan Dipaka Sewa Jip Saat ke Bunker Kaliadem

Regional
Viral karena Wisatawan Dipaksa Sewa Jip, Ini Sejarah Kelam Bungker Kaliadem Sleman

Viral karena Wisatawan Dipaksa Sewa Jip, Ini Sejarah Kelam Bungker Kaliadem Sleman

Regional
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.