Kompas.com - 10/12/2021, 15:08 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Seluruh alun-alun yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan ditutup selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022.

Sekretaris Daerah DIY Kadarmanta Baskara Aji menyatakan, penutupan dilakukan untuk mengikuti aturan dari pemerintah pusat.

Sebagai informasi, dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 66 tahun 2021, selama libur Nataru pusat keramaian seperti alun-alun harus ditutup.

"Tahun baru biasanya tanah lapang dipakai untuk kembang api tentu di situ menjadi pusat berkumpulnya orang. Nah itu sangat rentan timbul klaster, untuk itu DIY mengikuti aturan," kata Aji ditemui di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Jumat (10/12/2021).

Baca juga: Libur Nataru, Ganjil Genap di Puncak Diperluas, Disiapkan 25 Posko Pemeriksaan

Selain itu, Pemerintah Provinsi DIY juga bakal menerapkan kebijakan ganjil genap untuk kendaraan bermotor.

Namun, mekanisme penerapan rekayasa lalu lintas itu masih akan dibahas lebih lanjut.

"Tinggal nanti penerapan ganjil genapnya per destinasi, atau per wilayah aglomerasi," sebut Aji.

Sebelumnya, Pemerintah membuat kebijakan khusus dalam rangka mencegah penyebaran virus Covid-19 di masa Hari Raya Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

Salah satu aturan yang dibuat adalah menutup alun-alun yang ada di seluruh Indonesia pada 31 Desember 2021 sampai 1 Januari 2022.

Baca juga: Desa Wisata Nglanggeran di Gunungkidul DIY Salah Satu Terbaik di Dunia

Kebijakan ini diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 66 Tahun 2021 yang diteken Mendagri Tito Karnavian, Kamis (9/12/2021).

“Menutup semua alun-alun pada tanggal 31 Desember 2021 sampai dengan 1 Januari 2022,” tulis salah satu poin dalam aturan itu.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

192 Hewan Ternak Terpapar Virus PMK, Palembang Jadi Zona Kuning

192 Hewan Ternak Terpapar Virus PMK, Palembang Jadi Zona Kuning

Regional
 5 Cara Cek NIK Online Tanpa Harus Datang ke Kantor Dukcapil

5 Cara Cek NIK Online Tanpa Harus Datang ke Kantor Dukcapil

Regional
Mantan Pembalap Motor Balikpapan Ditangkap, Bobol Sejumlah Indomaret, Gasak Ratusan Rokok

Mantan Pembalap Motor Balikpapan Ditangkap, Bobol Sejumlah Indomaret, Gasak Ratusan Rokok

Regional
2 Tahun Dihentikan, Akhirnya Tour de Bintan Kembali Digelar Tahun Ini

2 Tahun Dihentikan, Akhirnya Tour de Bintan Kembali Digelar Tahun Ini

Regional
Modus Investasi di Koperasi, Emak-emak di Balikpapan Tipu Kliennya hingga Rp 300 Juta

Modus Investasi di Koperasi, Emak-emak di Balikpapan Tipu Kliennya hingga Rp 300 Juta

Regional
Jadi Petani Sehari, Alternatif Mengisi Liburan Anak Sekolah di Salatiga

Jadi Petani Sehari, Alternatif Mengisi Liburan Anak Sekolah di Salatiga

Regional
Enggan Undang Investor, Warga Bangka Barat Buat Usaha Tambang Timah Sendiri

Enggan Undang Investor, Warga Bangka Barat Buat Usaha Tambang Timah Sendiri

Regional
Minimnya Tempat Penginapan dan Rekayasa Lalu Lintas Jadi Bahan Evaluasi Pelaksanaan MXGP Samota

Minimnya Tempat Penginapan dan Rekayasa Lalu Lintas Jadi Bahan Evaluasi Pelaksanaan MXGP Samota

Regional
Jateng Selatan Masih Berpotensi Diguyur Hujan Lebat hingga Akhir Juni, Waspada Bencana Hidrometeorologi

Jateng Selatan Masih Berpotensi Diguyur Hujan Lebat hingga Akhir Juni, Waspada Bencana Hidrometeorologi

Regional
Sidang Gugatan Warga Padang terhadap Jokowi Soal Utang Tahun 1950, Saksi: Saya Temukan Surat Obligasi dalam Kotak Kayu

Sidang Gugatan Warga Padang terhadap Jokowi Soal Utang Tahun 1950, Saksi: Saya Temukan Surat Obligasi dalam Kotak Kayu

Regional
Pria Penganggur Ditangkap Polisi di Pinggir Jalan, Ternyata Begini...

Pria Penganggur Ditangkap Polisi di Pinggir Jalan, Ternyata Begini...

Regional
Petani Karet Diserang Beruang Madu di Riau, Selamat Setelah Pura-pura Pingsan

Petani Karet Diserang Beruang Madu di Riau, Selamat Setelah Pura-pura Pingsan

Regional
KLHK: Pengunjung di Taman Nasional Komodo Perlu Dibatasi

KLHK: Pengunjung di Taman Nasional Komodo Perlu Dibatasi

Regional
Asal-usul dan Sejarah Nama Jasinga

Asal-usul dan Sejarah Nama Jasinga

Regional
Dibebani Biaya Uji Laboratorium, Harga Sapi di Pangkalpinang Naik Rp 4 Juta Per Ekor

Dibebani Biaya Uji Laboratorium, Harga Sapi di Pangkalpinang Naik Rp 4 Juta Per Ekor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.