Mengaku Keluarga Pejabat, Pria di Sumsel Larikan Uang Rp 605 Juta Milik Pemborong

Kompas.com - 09/12/2021, 20:47 WIB
Tersangka Mukromin Muosid alias Romi tukang ojek online yang melarikan uang pemborong sebesar Rp 605 juta yang mengaku sebagai keponakan Wakil Bupati Banyuasin, saat berada di Polsek Ilir Timur II Palembang, Kamis (9/12/2021). KOMPAS.COM/AJI YK PUTRATersangka Mukromin Muosid alias Romi tukang ojek online yang melarikan uang pemborong sebesar Rp 605 juta yang mengaku sebagai keponakan Wakil Bupati Banyuasin, saat berada di Polsek Ilir Timur II Palembang, Kamis (9/12/2021).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Perbuatan Mukromin Muosid alias Romi, seorang pria di Sumatera Selatan yang melarikan uang milik pemborong sebesar Rp 605 juta harus berakhir di jeruji penjara.

Ia ditangkap Unit Reskrim Polsek Ilir Timur II Palembang, usai dilaporkan oleh korbannya yakni Lawalata.

Kapolsek Ilir Timur II Palembang, Kompol Yuliansyah mengatakan, korban berhasil diperdaya pelaku lantaran tergiur dengan proyek perbaikan jalan dengan nilai anggaran mencapai Rp 18 miliar.

Baca juga: 5 Penambang Emas Ilegal di Muratara Ditangkap, Polisi Buru Pemilik Tanah

Selain itu, pelaku pun mengaku sebagai keponakan Wakil Bupati Banyuasin Slamet Somosentono agar membuat korban yakin.

"Tersangka mengaku mendapatkan proyek perawatan jalan di daerah Banyuasin dan di kawasan Kelurahan Sei Buah, Ilir Timur II  Palembang, padahal proyek itu fiktif dan dibuat RAB (Rencana Anggaran Biaya)-nya oleh tersangka sendiri," kata Yuliansyah, Kamis (9/12/2021).

Berdasarkan keterangan pelaku, untuk membuat korban lebih percaya, Mukromin sempat membawa Lawalata bertemu dengan Wakil Bupati Banyuasin.

Baca juga: Mengaku Istri Tentara hingga Polisi, Wanita Ini Tipu Sejumlah Orang hingga Rp 750 Juta, Begini Modusnya

Di sanalah korban makin percaya dan berani mentransferkan uang kepada pelaku secara bertahap hingga totalnya mencapai Rp 605 juta.

"Agar lebih yakin, pelaku lalu membuat RAB sendiri dan diserahkannya ke korban. Sehingga uang itu ditransfer, alasannya untuk Wakil Bupati dan Dinas PU (Pekerjaan Umum)," ujarnya.

Setelah uang ditransfer, rupanya proyek itu tak juga didapatkan oleh korban.

Lawalata yang kesal lalu menanyakan janji proyek yang bakal diberikan oleh Mukromin.

"Setelah cek proyek itu ternyata tidak ada, proyeknya fiktif yang dikarang sendiri oleh tersangka," ungkapnya.

Uang hasil penipuan itu ternyata digunakan Mukromin untuk membangun rumah.

Sementara, sisanya digunakan untuk berfoya-foya.

"Pelaku mengaku sebagai keponakan Wakil Bupati Banyuasin. Pekerjaannya sempat menjadi tukang ojek online, jadi hasil pemeriksaan proyek itu fiktif dan tidak ada dan hanya dikarang sendiri oleh tersangka," ujar Yuliansyah.

Atas perbuatannya, Mukromin terancam dikenakan pasal 372-378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukuman penjara selama lima tahun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Orangtua Jadi Pekerja Migran di Malaysia, Siswi SD di Kupang Diperkosa Paman hingga Hamil

Orangtua Jadi Pekerja Migran di Malaysia, Siswi SD di Kupang Diperkosa Paman hingga Hamil

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 19 Mei 2022

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 19 Mei 2022

Regional
4 Polisi dan 2 Satpam Diperiksa Terkait Tewasnya Kakek di Kompleks Smelter Nikel Bantaeng

4 Polisi dan 2 Satpam Diperiksa Terkait Tewasnya Kakek di Kompleks Smelter Nikel Bantaeng

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 19 Mei 2022

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 19 Mei 2022

Regional
Insentif Jaspel Kesehatan Rp 900 Juta Diduga Bermasalah, Direktur RSUD dan Kadinkes Bengkayang Diperiksa

Insentif Jaspel Kesehatan Rp 900 Juta Diduga Bermasalah, Direktur RSUD dan Kadinkes Bengkayang Diperiksa

Regional
Ladang Ganja di Perbatasan Keerom Papua Diduga Sengaja Ditanam Warga

Ladang Ganja di Perbatasan Keerom Papua Diduga Sengaja Ditanam Warga

Regional
Gara-gara Saling Olok, 4 Pemuda di Prabumulih Berkelahi, 1 Orang Tewas

Gara-gara Saling Olok, 4 Pemuda di Prabumulih Berkelahi, 1 Orang Tewas

Regional
Catatan IDI soal Relaksasi Penggunaan Masker: Tetap Waspada

Catatan IDI soal Relaksasi Penggunaan Masker: Tetap Waspada

Regional
Pembatalan Konser 'Tegal Bahari' Tak Jelas, Penonton Harap Uang Kembali, EO Tak Bisa Dihubungi

Pembatalan Konser "Tegal Bahari" Tak Jelas, Penonton Harap Uang Kembali, EO Tak Bisa Dihubungi

Regional
35 Kilogram Mi Formalin di Magelang Diamankan, Penjual Jadi Tersangka

35 Kilogram Mi Formalin di Magelang Diamankan, Penjual Jadi Tersangka

Regional
Warga Serang Edarkan Obat Keras Ilegal, Ribuan Pil Diamankan

Warga Serang Edarkan Obat Keras Ilegal, Ribuan Pil Diamankan

Regional
10 Pahlawan Nasional Asal Sumatera Barat, Salah Satunya Mohammad Hatta

10 Pahlawan Nasional Asal Sumatera Barat, Salah Satunya Mohammad Hatta

Regional
Korupsi Dana Desa Rp 582 Juta, Mantan Kades di Bengkayang Terancam Penjara Seumur Hidup

Korupsi Dana Desa Rp 582 Juta, Mantan Kades di Bengkayang Terancam Penjara Seumur Hidup

Regional
Sidang Bahar bin Smith, Saksi Cabut 7 Poin dalam Keterangan BAP

Sidang Bahar bin Smith, Saksi Cabut 7 Poin dalam Keterangan BAP

Regional
Pengiriman 2 Kg Ganja dari Medan ke Rembang Melalui Jasa Ekspedisi Digagalkan Polisi

Pengiriman 2 Kg Ganja dari Medan ke Rembang Melalui Jasa Ekspedisi Digagalkan Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.