Buntut Kericuhan Sepak Bola Liga 3 Sumbar, Pejabat Dispora Diperiksa

Kompas.com - 09/12/2021, 16:57 WIB
Penonton sepak bola Liga 3 Sumbar membeludak hingga ke pinggir lapangan saat pertandingan Liga 3 Sumbar antara PSP Padang dengan PSKB Bukittinggi di Lapangan Sungai Sariak, Padang Pariaman, Senin (6/12/2021). Dok. Humas PSP PadangPenonton sepak bola Liga 3 Sumbar membeludak hingga ke pinggir lapangan saat pertandingan Liga 3 Sumbar antara PSP Padang dengan PSKB Bukittinggi di Lapangan Sungai Sariak, Padang Pariaman, Senin (6/12/2021).

PADANG, KOMPAS.com - Kericuhan mewarnai pertandingan sepak bola Liga 3 Sumatera Barat yang diduga tanpa izin dan melanggar protokol kesehatan.

Saat ini, polisi memeriksa salah seorang pejabat di Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Padang Pariaman.

"Satu orang pejabat di Dispora Budaya dan Pariwisata sudah kita periksa untuk dimintai keterangannya," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Padang Pariaman AKP Ardiansyah Rolindo Saputra yang dihubungi Kompas.com, Kamis (9/12/2021).

Baca juga: Pertandingan Sepak Bola Liga 3 Sumbar Ricuh, Tak Berizin, Penonton Ribuan hingga Langgar Prokes, Polisi: Kita Proses

Ardiansyah mengatakan, pihaknya berencana melakukan pemeriksaan sejumlah pihak yang terkait pertandingan sepak bola semifinal Liga 3 Sumbar di Stadion Sungai Sariak, Senin (6/12/2021) lalu.

Polisi juga berencana memeriksa kepala dinas terkait.

"Untuk Kepala Dispora Budaya dan Pariwisata sudah kita agendakan. Namun, Beliau masih berada di luar kota. Nanti kalau sudah pulang, kita agenda kan lagi," kata Ardiansyah.

Ardiansyah mengatakan, pihaknya juga akan memeriksa panitia pertandingan, pengurus PSSI, serta sejumlah pihak terkait.

"Pihak Dispora kita minta klarifikasi karena panitia berkoordinasi dengan mereka. Ada sejumlah pihak yang akan kita minta keterangan," kata Ardiansyah.

Baca juga: Saksi Dugaan Pengaturan Skor Liga 3 Jatim Diduga Ditabrak Lari, Ini Penjelasan Polisi

Sebelumnya diberitakan, pertandingan sepak bola semifinal Liga 3 Sumatera Barat antara PSP Padang dengan PSKB Bukittinggi berakhir ricuh.

Pertandingan itu tidak mengantongi izin dari kepolisian dan melanggar protokol kesehatan, karena jumlah penonton melebihi kapasitas stadion.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Fakta Kampung Miliarder Tuban, Dulu Kaya Raya, Kini Warga Harus Jual Ternaknya

5 Fakta Kampung Miliarder Tuban, Dulu Kaya Raya, Kini Warga Harus Jual Ternaknya

Regional
Indonesia Akhirnya Ambil Alih FIR

Indonesia Akhirnya Ambil Alih FIR

Regional
Gubernur Bengkulu Usul Tenaga Honorer Langsung Diangkat Jadi PNS

Gubernur Bengkulu Usul Tenaga Honorer Langsung Diangkat Jadi PNS

Regional
Mensos Risma Beri Bantuan Warga Terdampak Tanah Longsor di Semarang, Ibu Korban Menangis

Mensos Risma Beri Bantuan Warga Terdampak Tanah Longsor di Semarang, Ibu Korban Menangis

Regional
Harga Tanah di IKN Naik Lagi, Camat: Kalau Mau Jual, Jangan Sekarang, Rugi

Harga Tanah di IKN Naik Lagi, Camat: Kalau Mau Jual, Jangan Sekarang, Rugi

Regional
Polda Kalbar Terima 2 Laporan Terkait Pernyataan Edy Mulyadi soal Kalimantan

Polda Kalbar Terima 2 Laporan Terkait Pernyataan Edy Mulyadi soal Kalimantan

Regional
[POPULER REGIONAL] Tragedi Bentrokan Massa di Sorong | Penyesalan Warga Kampung Miliarder di Tuban

[POPULER REGIONAL] Tragedi Bentrokan Massa di Sorong | Penyesalan Warga Kampung Miliarder di Tuban

Regional
Pernyataan Edy Mulyadi soal Lokasi IKN “Jin Buang Anak”, Wagub Kaltim: Warga 5 Provinsi di Pulau Kalimantan Marah

Pernyataan Edy Mulyadi soal Lokasi IKN “Jin Buang Anak”, Wagub Kaltim: Warga 5 Provinsi di Pulau Kalimantan Marah

Regional
Muncul Varian Omicron di Jateng, Ini Peringatan Ganjar Pranowo

Muncul Varian Omicron di Jateng, Ini Peringatan Ganjar Pranowo

Regional
Kisah Kampung Miliarder Tuban, Sempat Viral karena Borong Mobil Baru, Kini Warga Menyesal Jual Tanahnya

Kisah Kampung Miliarder Tuban, Sempat Viral karena Borong Mobil Baru, Kini Warga Menyesal Jual Tanahnya

Regional
Ungkap Fakta Baru Kecelakaan Maut di Rapak Balikpapan, Polda Kaltim: Kemungkinan Ada Tersangka Baru

Ungkap Fakta Baru Kecelakaan Maut di Rapak Balikpapan, Polda Kaltim: Kemungkinan Ada Tersangka Baru

Regional
Prakiraan Cuaca di Cilacap Hari Ini, 26 Januari 2022

Prakiraan Cuaca di Cilacap Hari Ini, 26 Januari 2022

Regional
Sudah Minta Maaf dan Tulang Punggung Keluarga Jadi Dalil Jaksa Tuntut Ringan Oknum Polisi Pemerkosa Mahasiswi di Banjarmasin

Sudah Minta Maaf dan Tulang Punggung Keluarga Jadi Dalil Jaksa Tuntut Ringan Oknum Polisi Pemerkosa Mahasiswi di Banjarmasin

Regional
Harga Tanah di IKN Meroket, Camat: Dari Rp 50 Juta Sekarang Rp 300 Juta Per Hektare

Harga Tanah di IKN Meroket, Camat: Dari Rp 50 Juta Sekarang Rp 300 Juta Per Hektare

Regional
Prakiraan Cuaca di Semarang Hari Ini, 26 Januari 2022

Prakiraan Cuaca di Semarang Hari Ini, 26 Januari 2022

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.