"Kalau Saya Tidak Bekerja, Besok yang Digunakan untuk Masak Nasi Apa?"

Kompas.com - 09/12/2021, 13:55 WIB
Warga mengamati truk pengangkut pasir yang tertimbun abu Gunung Semeru di Desa Sumberwuluh, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, Minggu (5/12/2021). ANTARA/ZABUR KARURUWarga mengamati truk pengangkut pasir yang tertimbun abu Gunung Semeru di Desa Sumberwuluh, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, Minggu (5/12/2021).

KOMPAS.com - Irus masih menunggu kabar adiknya, Ali, yang hilang setelah erupsi Gunung Semeru, Sabtu (4/12/2021).

Beberapa jam sebelum awan panas guguran Gunung Semeru melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lumajang, Irus masih bertemu dengan adiknya. 

Ali yang berprofesi sebagai kuli pasir di area pertambangan sekitar Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, sempat bertemu dengan Irus sebelum berangkat kerja.

Pada Sabtu sekitar pukul 08.00 WIB, Irus bertemu Ali di rumahnya yang berada di pinggir Jalan Raya Candipuro, Lumajang. Seperti biasa, Ali pamit bekerja.

Sebagai kuli, Ali memindahkan pasir dari bawah ke truk. Lokasi tambang pasir itu sekitar satu kilometer dari rumah Irus.

"Tapi ada yang tidak biasa pagi itu. Saat saya ajak bicara, dia seperti ndak nyambung, lalu diam dan tiba-tiba pergi sambil menyalakan motor ke tempat kerja," ujar Irus seperti dikutip dari Antara, Kamis (9/11/2021).

Sesaat, Irus berhenti bercerita. Ia menghela napas, lalu memejamkan mata sebentar. Irus mengingat pertemuan terakhirnya dengan sang adik.

"Saya teringat saat dia berdiri di halaman, di dekat pintu, persis sebelum berangkat. Tanpa ngomong apa-apa, dia langsung pergi. Waktu kejadian, seharusnya mau pulang karena sudah sore," kenangnya.

Tingkah laku Ali pagi itu membuat Irus heran. Adiknya itu tak mau disuguhi kopi sebelum berangkat kerja. Irus juga masih ingat ucapan Ali saat dilarang pergi bekerja ke tambang pasir pagi itu.

"Kalau saya tidak bekerja, besok yang digunakan untuk masak nasi apa?" kata Irus menirukan ucapan Ali.

Baca juga: Gunung Semeru Masih Alami Gempa Guguran, Warga Diminta Waspada

Setelah Ali pergi, Irus tak memiliki firasat apa-apa. Ia menjalani aktivitas seperti biasa sampai mendapatkan kabar aktivitas Gunung Semeru meningkat.

Suasana yang tenang mendadak kacau. Teriakan meminta warga segera meninggalkan rumah terdengar.

Warga mencoba menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman. Irus ikut kabur bersama warga, ia tak berpikir apa-apa waktu itu.

Setelah itu, Irus mendengar kabar awan panas guguran menerjang Kampung Renteng.

"Sampai ada kabar adik saya masih di sana dan sampai besoknya belum ditemukan. Sampai sekarang juga tidak ada kabar sama sekali," tuturnya.

Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban yang tertimbun material guguran awan panas Gunung Semeru saat operasi pencarian korban di Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh, Lumajang, Jawa Timur, Senin (6/12/2021). Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban meninggal hingga pukul 11.10 WIB hari ini berjumlah 15 orang dan 27 orang masih dalam proses pencarian.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban yang tertimbun material guguran awan panas Gunung Semeru saat operasi pencarian korban di Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh, Lumajang, Jawa Timur, Senin (6/12/2021). Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban meninggal hingga pukul 11.10 WIB hari ini berjumlah 15 orang dan 27 orang masih dalam proses pencarian.
Erupsi Gunung Semeru berdampak terhadap daerah di sekitar gunung dengan ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl) itu.

Ratusan warga terpaksa mengungsi ke berbagai tempat aman untuk menghindari awan panas dari gunung api tertinggi di Pulau Jawa itu.

Ali meninggalkan seorang istri bernama Sula dan tiga anak. Pascaerupsi, mereka yang selama ini tinggal di Desa Penanggal harus mengungsi.

"Dia (Sula-red) masih tak berdaya karena sering menangis, lalu pingsan mengingat suaminya. Kami berharap dia ditemukan," katanya.

Tak hanya kehilangan adik kandung, Irus juga kehilangan keponakan beserta istri yang turut menjadi korban erupsi Semeru. Mereka adalah Mulyanto dan Rani, warga Sumberwuluh yang bekerja di satu perusahaan pertambangan di Kampung Renteng.

Mereka diduga menjadi korban terdampak karena belum ada kabar mengenai keberadaan keduanya.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Cilegon Janjikan Beasiswa untuk Anak Korban Kecelakaan Maut di Balikpapan

Wali Kota Cilegon Janjikan Beasiswa untuk Anak Korban Kecelakaan Maut di Balikpapan

Regional
Gempa M 6,0 Guncang Talaud Sulut, BMKG: 1 Korban Luka, 2 Rumah Rusak

Gempa M 6,0 Guncang Talaud Sulut, BMKG: 1 Korban Luka, 2 Rumah Rusak

Regional
Karyawati BRI Link Kejar Perampok yang Gasak Rp 50 Juta dari Tempat Kerjanya, Aksinya Terhenti Setelah Ditembak Pelaku

Karyawati BRI Link Kejar Perampok yang Gasak Rp 50 Juta dari Tempat Kerjanya, Aksinya Terhenti Setelah Ditembak Pelaku

Regional
Seorang Warga Cilacap Jadi Korban Kecelakaan Maut Rapak Balikpapan

Seorang Warga Cilacap Jadi Korban Kecelakaan Maut Rapak Balikpapan

Regional
Dinsos Tasikmalaya Jamin Biaya Hidup Korban Pemerkosaan Kakek 77 Tahun

Dinsos Tasikmalaya Jamin Biaya Hidup Korban Pemerkosaan Kakek 77 Tahun

Regional
Usut Tewasnya Warga Usai Pesta Miras di Blora, Polisi Lakukan Otopsi

Usut Tewasnya Warga Usai Pesta Miras di Blora, Polisi Lakukan Otopsi

Regional
Buntut Bebasnya 2 Pemerkosa Gadis Keterbelakangan Mental, Penyidik Polres Serang Diperiksa

Buntut Bebasnya 2 Pemerkosa Gadis Keterbelakangan Mental, Penyidik Polres Serang Diperiksa

Regional
Kontak Senjata Terjadi di Kiwirok, 1 Personel Satgas Cartenz Alami Luka Tembak

Kontak Senjata Terjadi di Kiwirok, 1 Personel Satgas Cartenz Alami Luka Tembak

Regional
Cerita Warga Solo yang Kebanjiran akibat Luapan Kali Jenes, Dirikan Tenda hingga Mengungsi ke Balai

Cerita Warga Solo yang Kebanjiran akibat Luapan Kali Jenes, Dirikan Tenda hingga Mengungsi ke Balai

Regional
Fakta Baru Kasus Dugaan Suap dari Istri Bandar Narkoba, Kapolrestabes Medan Dicopot, 5 Anak Buah Dipecat

Fakta Baru Kasus Dugaan Suap dari Istri Bandar Narkoba, Kapolrestabes Medan Dicopot, 5 Anak Buah Dipecat

Regional
Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Melonguane di Talaud Sulut, BPBD: Dirasakan Warga

Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Melonguane di Talaud Sulut, BPBD: Dirasakan Warga

Regional
Belajar dari Kecelakaan Maut Truk di Rapak

Belajar dari Kecelakaan Maut Truk di Rapak

Regional
Perampokan di BRI Link Lampung Timur, Seorang Pegawai Tewas Ditembak, Korban Sempat Curigai Pelaku

Perampokan di BRI Link Lampung Timur, Seorang Pegawai Tewas Ditembak, Korban Sempat Curigai Pelaku

Regional
Covid-19 Varian Omicron Terdeteksi di Cilacap, Ini Penjelasan Dinkes

Covid-19 Varian Omicron Terdeteksi di Cilacap, Ini Penjelasan Dinkes

Regional
Edarkan Sabu, Pria Asal Minahasa Selatan Terancam 20 Tahun Penjara

Edarkan Sabu, Pria Asal Minahasa Selatan Terancam 20 Tahun Penjara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.