Dihantam Ombak dan Angin Kencang, Kapal Muatan 30 Ton Batu Bara Tenggelam di Perairan Kaltim, 3 Orang Hilang

Kompas.com - 08/12/2021, 19:16 WIB
Tim SAR Gabungan saat melakukan pencarian tiga orang yang hilang akibat kapal bermuatan 30 ton batu bara tenggelam di  perairan Laut Tanjung Pemerung, Desa Sepatin Kecamatan, Anggana Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim), tak jauh dari perairan Selat Makassar, Rabu (8/12/2021). Dok. Basarnas SamarindaTim SAR Gabungan saat melakukan pencarian tiga orang yang hilang akibat kapal bermuatan 30 ton batu bara tenggelam di  perairan Laut Tanjung Pemerung, Desa Sepatin Kecamatan, Anggana Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim), tak jauh dari perairan Selat Makassar, Rabu (8/12/2021).

SAMARINDA, KOMPAS.com – Kapal bermuatan 30 ton batu bara tenggelam di perairan Laut Tanjung Pemerung, Desa Sepatin Kecamatan, Anggana Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim), sekitar wilayah perairan Selat Makassar, Selasa (7/12/2021).

Akibat peristiwa tersebut, tiga orang kini masih dalam pencarian. Sementara, tiga lainnya sudah telah diselamatkan.

“Pencarian hari ini masih nihil. Tiga orang hilang belum kami temukan. Besok kami lanjutkan lagi,” ungkap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Balikpapan Melkianus Kotta saat dihubungi Kompas.com, Rabu (8/12/2021).

Baca juga: Harsi 20 Tahun Jualan Tengkleng Tak Pernah Dipermasalahkan soal Harga, Sedih Kini Warungnya Sepi Setelah Viral Dianggap Mahal

Melki menuturkan, saat kejadian kapal motor bernama Bunga Lestari 09 itu dinakhodai, Sanggu (30) dengan lima anak buah kapal (ABK) yakni Darmansyah (24), Ansar Anca (21), Alam Bin Lassang (30), Wawan (29), dan Akbar (30).

Ketika kapal itu hendak kembali ke muara sungai, tiba-tiba dihantam angin kencang dan gelombang besar karena cuaca buruk.

Akibatnya, kata Melki, gelombang air laut masuk ke dalam kapal hingga menyebabkan nahkoda hilang kendali akhirnya tenggelam di perairan tersebut.

Atas kejadian tersebut, korban yang selamat yakni Darmansyah, Ansar Anca, Alam Bin Lassang.

Baca juga: Ganjar Pranowo: Warga Jateng yang di Luar, Anda Enggak Usah Pulang, Rayakan Natal dan Tahun Baru di Tempat Itu

 

Sementara, korban yang hilang yakni nahkoda Sanggu, Wawan, dan Akbar. 

Saat pencarian hari ini, Tim SAR Gabungan sempat menghentikan sementara, karena hujan deras dan cuaca buruk. Ketinggian ombak kurang satu meter.

Jelang hari gelap, tiga orang yang hilang belum ditemukan. Pencarian akan dilanjutkan besok. 

Tim SAR gabungan juga berkoordinasi dengan kapal patroli Pertamina Hulu Mahakam untuk membantu pencarian.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Covid-19 Varian Omicron Terdeteksi di Cilacap, Ini Penjelasan Dinkes

Covid-19 Varian Omicron Terdeteksi di Cilacap, Ini Penjelasan Dinkes

Regional
Edarkan Sabu, Pria Asal Minahasa Selatan Terancam 20 Tahun Penjara

Edarkan Sabu, Pria Asal Minahasa Selatan Terancam 20 Tahun Penjara

Regional
BPK Bengkulu: Setiap Tahun Pemda Beri Hibah untuk Polda dan Jaksa, Ini Daftarnya

BPK Bengkulu: Setiap Tahun Pemda Beri Hibah untuk Polda dan Jaksa, Ini Daftarnya

Regional
Warga Tasikmalaya: Mending Beli Minyak di Mal, Murah, di Pasar Minyak Curah Masih Mahal

Warga Tasikmalaya: Mending Beli Minyak di Mal, Murah, di Pasar Minyak Curah Masih Mahal

Regional
Gempa M 6,1 Guncang Melonguane Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M 6,1 Guncang Melonguane Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Dugaan Kekerasan Seksual Anak 10 Tahun, Polisi Kantongi Satu Tersangka

Dugaan Kekerasan Seksual Anak 10 Tahun, Polisi Kantongi Satu Tersangka

Regional
Cerita di Balik Tragedi Kecelakaan Maut di Rapat Balikpapan, Seorang Bocah Selamat

Cerita di Balik Tragedi Kecelakaan Maut di Rapat Balikpapan, Seorang Bocah Selamat

Regional
Minibus Dibawa Kabur Tetangga, Pelaku Minta Tebusan Rp 30 juta

Minibus Dibawa Kabur Tetangga, Pelaku Minta Tebusan Rp 30 juta

Regional
Warga Purbalingga Sulit Dapat Minyak Goreng, Hasil Sidak: Ada Minimarket yang Sembunyikan Stok Barang

Warga Purbalingga Sulit Dapat Minyak Goreng, Hasil Sidak: Ada Minimarket yang Sembunyikan Stok Barang

Regional
Cerita Ganjar Pranowo Bertemu Keluarganya yang Jadi Transmigran di Lampung

Cerita Ganjar Pranowo Bertemu Keluarganya yang Jadi Transmigran di Lampung

Regional
Hilang Kendali, Truk Tronton Muatan Batubara Hantam Mobil Pikap di Jambi, 11 Penumpang Luka

Hilang Kendali, Truk Tronton Muatan Batubara Hantam Mobil Pikap di Jambi, 11 Penumpang Luka

Regional
Sakit Hati Dipecat, Pria di Kalsel Tembak Karyawan Bekas Tempatnya Bekerja

Sakit Hati Dipecat, Pria di Kalsel Tembak Karyawan Bekas Tempatnya Bekerja

Regional
Stok Minyak Goreng untuk 2 Hari di Sragen Ludes Terjual dalam Hitungan Jam

Stok Minyak Goreng untuk 2 Hari di Sragen Ludes Terjual dalam Hitungan Jam

Regional
Kronologi Pegawai BRI Link Tewas Usai Ditembak Perampok 2 Kali, Berawal Kejar Pelaku yang Rampas Uang Rp 50 Juta

Kronologi Pegawai BRI Link Tewas Usai Ditembak Perampok 2 Kali, Berawal Kejar Pelaku yang Rampas Uang Rp 50 Juta

Regional
15 Siswa SD dan 2 Guru di Bulungan Kaltara Positif Covid-19

15 Siswa SD dan 2 Guru di Bulungan Kaltara Positif Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.