Dugaan Korupsi Pemotongan Upah THL PDAM Madiun, Dirut Teknik PDAM Magetan Ditahan

Kompas.com - 08/12/2021, 10:19 WIB
DITAHAN—Aparat Kejaksaan Negeri Kota Madiun menggiring tersangka Direktur Teknik PDAM Kabupaten Magetan berinisial SK ke mobil tahanan. Tersangka SK ditahan lantaran dituding menyalahgunakan anggaran di bidang transmisi dan ristribusi pembayaran THL pada Sub-Bagian Pemasangan Dan Pemeliharaan Sambungan Pelanggan PDAM tahun 2017 hingga 2021. KOMPAS.COM/Dokumentasi Kejari Kota MadiunDITAHAN—Aparat Kejaksaan Negeri Kota Madiun menggiring tersangka Direktur Teknik PDAM Kabupaten Magetan berinisial SK ke mobil tahanan. Tersangka SK ditahan lantaran dituding menyalahgunakan anggaran di bidang transmisi dan ristribusi pembayaran THL pada Sub-Bagian Pemasangan Dan Pemeliharaan Sambungan Pelanggan PDAM tahun 2017 hingga 2021.

MADIUN, KOMPAS.com - Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Kota Madiun menahan Direktur Teknik PDAM Lawu Tirta Kabupaten Magetan berinisial SK sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pemotongan upah tenaga harian lepas (THL) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Taman Sari Kota Madiun.

Setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka, tersangka SK ditahan di Lapas Kelas I Madiun, Senin (6/12/2021).

Baca juga: Jadi Calo CPNS, Pria Ini Tipu Warga Madiun hingga Rp 1 Miliar, Uangnya Dipakai untuk Nikah Lagi

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Kota Madiun, Toni Wibisono membenarkan penahanan SK sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pemotongan upah THL di PDAM Kota Madiun.

“Sudah kami tahan sejak Senin kemarin. Tersangka kami tahan setelah diperiksa oleh penyidik beberapa jam. Tersangka kami tahan selama 20 hari ke depan,” ujar Toni yang dihubungi Kompas.com, Rabu (8/12/2021).

Toni mengatakan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik memeriksa 32 orang saksi.

Para saksi diperiksa terkait dugaan dugaan korupsi penyalahgunaan anggaran di bidang transmisi dan ristribusi pembayaran THL pada Sub-Bagian Pemasangan Dan Pemeliharaan Sambungan Pelanggan PDAM tahun 2017 hingga 2021.

Toni menuturkan, saat peristiwa dugaan korupsi tersebut terjadi, SK menjabat sebagai Kepala Bagian Transmisi dan Distribusi PDAM Kota Madiun. Namun, saat ini tersangka pindah kerja sebagai Dirut Teknik PDAM Kabupaten Magetan.

Hasil penyidikan menyebutkan tersangka diduga menyalahgunakan anggaran untuk pembayaran THL pada Bagian Transmisi dan Distribusi.

Baca juga: Wali Kota Madiun Larang Warga Pesta Tahun Baru, Alun-alun Bakal Tutup Jam 8 Malam

Akibat perbuatan tersangka, sesuai perhitungan ahli, negara dirugikan sekitar Rp 263 juta.

Terkait penambahan tersangka, Toni mengatakan penyidik akan mendalami saat proses penyidikan berlangsung. Selain itu, penambahan tersangka dapat dilakukan jika ditemukan fakta lain saat persidangan di Pengadilan Tipikor.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belajar dari Kecelakaan Maut Truk di Rapak

Belajar dari Kecelakaan Maut Truk di Rapak

Regional
Perampokan di BRI Link Lampung Timur, Seorang Pegawai Tewas Ditembak, Korban Sempat Curigai Pelaku

Perampokan di BRI Link Lampung Timur, Seorang Pegawai Tewas Ditembak, Korban Sempat Curigai Pelaku

Regional
Covid-19 Varian Omicron Terdeteksi di Cilacap, Ini Penjelasan Dinkes

Covid-19 Varian Omicron Terdeteksi di Cilacap, Ini Penjelasan Dinkes

Regional
Edarkan Sabu, Pria Asal Minahasa Selatan Terancam 20 Tahun Penjara

Edarkan Sabu, Pria Asal Minahasa Selatan Terancam 20 Tahun Penjara

Regional
BPK Bengkulu: Setiap Tahun Pemda Beri Hibah untuk Polda dan Jaksa, Ini Daftarnya

BPK Bengkulu: Setiap Tahun Pemda Beri Hibah untuk Polda dan Jaksa, Ini Daftarnya

Regional
Warga Tasikmalaya: Mending Beli Minyak di Mal, Murah, di Pasar Minyak Curah Masih Mahal

Warga Tasikmalaya: Mending Beli Minyak di Mal, Murah, di Pasar Minyak Curah Masih Mahal

Regional
Gempa M 6,1 Guncang Melonguane Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M 6,1 Guncang Melonguane Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Dugaan Kekerasan Seksual Anak 10 Tahun, Polisi Kantongi Satu Tersangka

Dugaan Kekerasan Seksual Anak 10 Tahun, Polisi Kantongi Satu Tersangka

Regional
Cerita di Balik Tragedi Kecelakaan Maut di Rapat Balikpapan, Seorang Bocah Selamat

Cerita di Balik Tragedi Kecelakaan Maut di Rapat Balikpapan, Seorang Bocah Selamat

Regional
Minibus Dibawa Kabur Tetangga, Pelaku Minta Tebusan Rp 30 juta

Minibus Dibawa Kabur Tetangga, Pelaku Minta Tebusan Rp 30 juta

Regional
Warga Purbalingga Sulit Dapat Minyak Goreng, Hasil Sidak: Ada Minimarket yang Sembunyikan Stok Barang

Warga Purbalingga Sulit Dapat Minyak Goreng, Hasil Sidak: Ada Minimarket yang Sembunyikan Stok Barang

Regional
Cerita Ganjar Pranowo Bertemu Keluarganya yang Jadi Transmigran di Lampung

Cerita Ganjar Pranowo Bertemu Keluarganya yang Jadi Transmigran di Lampung

Regional
Hilang Kendali, Truk Tronton Muatan Batubara Hantam Mobil Pikap di Jambi, 11 Penumpang Luka

Hilang Kendali, Truk Tronton Muatan Batubara Hantam Mobil Pikap di Jambi, 11 Penumpang Luka

Regional
Sakit Hati Dipecat, Pria di Kalsel Tembak Karyawan Bekas Tempatnya Bekerja

Sakit Hati Dipecat, Pria di Kalsel Tembak Karyawan Bekas Tempatnya Bekerja

Regional
Stok Minyak Goreng untuk 2 Hari di Sragen Ludes Terjual dalam Hitungan Jam

Stok Minyak Goreng untuk 2 Hari di Sragen Ludes Terjual dalam Hitungan Jam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.