BANJARMASIN, KOMPAS.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjarmasin, Kalimantan Selatan, (Kalsel) menempuh langkah prinsip keadilan restoratif pada seorang pria berinisial DW (21) yang mencuri dua kotak susu untuk keponakannya.
Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Pidum) Kejari Banjarmasin Denny Wicaksono mengatakan, penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif sudah sesuai dengan Peraturan Kejaksaan Agung (Kejagung) RI Nomor 15 Tahun 2020.
Pada peraturan tersebut, Denny menjelaskan, pelaku belum pernah terjerat kasus pidana. Ditambah lagi, kerugian korban tak lebih sesuai ketentuan.
"Syarat utama yakni tersangka belum pernah menjadi terpidana. Ancaman hukumannya tidak mencapai lima tahun dan nilai kerugian korban tak sebesar Rp 2,5 juta," ujar Denny kepada wartawan, Selasa (7/12/2021).
Baca juga: Ratusan Pemuda Pagar Nusa Geruduk Mapolres Grobogan Minta Rekannya Dibebaskan
Sebelum mengambil langka keadilan restoratif, mediasi antara pelaku dan korban sudah dilakukan oleh pihak kepolisian.
Namun, ketika itu mediasi tak membuahkan hasil lantaran korban melayangkan penolakan dan bersikukuh melanjutkan ke proses hukum.
Setelah itu, Kejari Banjarmasin melakukan mediasi kedua. Hasilnya, korban bersedia memaafkan pelaku.
"Mediasi dihadiri tersangka, korban, dan penyidik. Di sini dicapai kesepakatan, terutama korban bersedia memaafkan perbuatan tersangka," jelasnya.
Sementara itu, kepada wartawan, DW mengaku terpaksa mencuri dua kotak susu di salah satu supermarket karena kasihan dengan keponakannya.
"Ini demi keponakan," singkatnya sambil tertunduk.
DW menceritakan, dua keponakannya yang masih kecil kerap menangis jika kehabisan susu dan kedua orangtuanya tak mampu membeli.
"Anak kakak saya baru berumur dua dan tiga tahun. Selalu menangis jika kehabisan susu," ungkapnya.
Walau pelaku terbebas dari jeratan pidana karena ulahnya mencuri dua kotak susu, Kejari Banjarmasin memastikan bahwa pelaku bisa saja dituntut kembali jika mengulangi perbuatannya.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.