Legenda Gunung Semeru, "Paku Bumi" di Tanah Jawa yang Ditancapkan Para Dewa

Kompas.com - 08/12/2021, 06:36 WIB
Editor Rachmawati

Namun saat berada di puncak, Gunung Semeru berbentuk starato (kerucut terpancung) yang luas dengan medan beralur di setiap tebingnya.

Puncak Gunung Semeru memiliki dua kawah  yaknu kawah Mahameru yang sudah tidak lagi aktif dan kawah Jonggring Seloko yang masih aktif.

Dari catatan yang ada, Gunung Semeru meletus pertama kali pada 8 November 1818. Letusan besar berikutnya pada 29-30 Agustus 1909 yang dikenal dengan bencana Lumajang.

Baca juga: Prasasti Soe Hok Gie–Idhan Lubis Dipasang di Puncak Mahameru

Pada tahun 1981, juga terjadi letusan besar yang menewaskan ratusan penduduk di sekitarnya. 

Hingga pada tahun 1990, terjadi guguran kubah lava yang menghasilkan awan panas dan kawah Jonggring Seloka terbuka hingga saat ini.

Cut Dwi menyebut ada dua macam bahaya jika Semeru meletus. Bahaya primer adalah batu, kerikil, pasir, dan debu panas yang dimuntahkan saat letusan. Bahkan, panasnya bisa mencapai di atas 600 derajat celsius.

Sementara bahaya sekunder adalah lahar dingin atau material piroklastik yaitu material vulkanis seperti pasir, kerikil, dan batu yang telah dingin.

Bila timbunan material ini terbawa arus air, bisa menerjang apa saja dan menimbulkan bencana.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penempatan di Mentawai dan Solok, 6 CPNS Pemprov Sumbar Pilih Mundur

Penempatan di Mentawai dan Solok, 6 CPNS Pemprov Sumbar Pilih Mundur

Regional
Istri Mengurung Diri Saat Tahu Dokter Faisal Ditemukan Bersama Seorang Perempuan di Penginapan

Istri Mengurung Diri Saat Tahu Dokter Faisal Ditemukan Bersama Seorang Perempuan di Penginapan

Regional
PGE Investasi 33,9 Juta Dolar AS Cari Cadangan Minyak Baru di Aceh

PGE Investasi 33,9 Juta Dolar AS Cari Cadangan Minyak Baru di Aceh

Regional
Curug Cikuluwung: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Curug Cikuluwung: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Regional
Ambulans Jenazah di Ende Terobos Sungai untuk Melintas, Wabup: Akan Dibangun Jembatan

Ambulans Jenazah di Ende Terobos Sungai untuk Melintas, Wabup: Akan Dibangun Jembatan

Regional
Kemelut Koperasi Sawit di Riau, Kubu Anthony Hamzah Bantah Pernyataan Nusirwan

Kemelut Koperasi Sawit di Riau, Kubu Anthony Hamzah Bantah Pernyataan Nusirwan

Regional
Cerita Dokter Faisal, Dilaporkan Hilang 20 Hari, Ditemukan Bersama Seorang Perempuan di Penginapan

Cerita Dokter Faisal, Dilaporkan Hilang 20 Hari, Ditemukan Bersama Seorang Perempuan di Penginapan

Regional
Suhu Udara di Aceh Capai 36,2 Derajat Celcius, Ini Penjelasan BMKG

Suhu Udara di Aceh Capai 36,2 Derajat Celcius, Ini Penjelasan BMKG

Regional
2 Bulan Gangguan, Jaringan Internet di Merauke Ditargetkan Pulih Akhir Mei

2 Bulan Gangguan, Jaringan Internet di Merauke Ditargetkan Pulih Akhir Mei

Regional
Jumlah Kursi Tak Cukup, 10 Penumpang Lion Air dari Bengkulu Ditinggal Pesawat

Jumlah Kursi Tak Cukup, 10 Penumpang Lion Air dari Bengkulu Ditinggal Pesawat

Regional
Tidak Siap dengan Penempatan, 6 CPNS Pemprov Sumbar Mengundurkan Diri

Tidak Siap dengan Penempatan, 6 CPNS Pemprov Sumbar Mengundurkan Diri

Regional
Bermain di Pantai Swiss Tongo Sumbawa Barat, Bocah 9 Tahun Hilang Terseret Ombak

Bermain di Pantai Swiss Tongo Sumbawa Barat, Bocah 9 Tahun Hilang Terseret Ombak

Regional
Profil Buya Syafii Maarif, Tokoh Muhammadiyah yang Pernah Jadi Guru Desa dan Tangani Konflik KPK Vs Polri

Profil Buya Syafii Maarif, Tokoh Muhammadiyah yang Pernah Jadi Guru Desa dan Tangani Konflik KPK Vs Polri

Regional
Gajah Liar Hamil Ditemukan Mati di Areal Perusahaan di Riau, Mulut dan Anus Keluarkan Darah

Gajah Liar Hamil Ditemukan Mati di Areal Perusahaan di Riau, Mulut dan Anus Keluarkan Darah

Regional
Warga Panik Berhamburan Saat Gempa M 6,5 Guncang Maluku Barat Daya

Warga Panik Berhamburan Saat Gempa M 6,5 Guncang Maluku Barat Daya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.