Ancam Sebar Data Pribadi Nasabahnya, 2 Pegawai Pinjol Ilegal Ditangkap

Kompas.com - 07/12/2021, 21:11 WIB
Polisi mengungkap dua tersangka pinjol ilegal di Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (7/12/2021) KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSANPolisi mengungkap dua tersangka pinjol ilegal di Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (7/12/2021)

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Polisi mengungkap tindak pidana pinjaman online (pinjol) ilegal jaringan China di sebuah perumahan di Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dua orang tersangka berinisial SS (21) dan SW (23) dari perusahaan pinjol ilegal bernama Mekar Pinjam ini ditangkap di dua lokasi berbeda.

Kapolres Bogor AKBP Harun mengatakan, dua tersangka tersebut memiliki peran berbeda, sebagai penagih dan sebagai translator atau penerjemah untuk atasannya yang merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal China.

Baca juga: Gugatan Praperadilan Tersangka Pinjol Ilegal di Sleman Ditolak Hakim PN Bandung

Kedua pegawai pinjol ilegal ini melakukan penagihan dengan cara mengirimkan template yang berisi ancaman, pemerasan dan penghinaan.

"Keduanya ditangkap atas laporan warga yang meras diancam dan ditakut-takuti melalui pesan WhatsApp. Dari hasil informasi tersebut, kami melaksanakan penyelidikan dan berhasil mengamankan dua tersangka secara terpisah di dua lokasi berbeda di Depok dan di Batam, Kepulauan Riau," ucap Harun dalam konferensi pers, di Mapolres Bogor, Cibinong, Selasa (7/12/2021).

Baca juga: Ancam Korbannya dengan Kirim Foto Asusila Editan, Admin Pinjol Ditangkap Polisi

Lebih lanjut Harun menjelaskan, korban yang menjadi nasabah awalnya meminjam uang dari aplikasi pinjol tersebut sebesar Rp 150 juta.

Namun, tanpa diduga tagihan sudah berkali-kali lipat dari jumlah nominal yang dipinjam.

Saat ditagih, korban mendapat ancaman data pribadinya akan disebar ke semua kontak telepon.

Apabila tidak dibayar, maka akan diberitahukan ke teman atau ke keluarganya.

Meski sebagian telah dilunasi, ancaman dan pemerasan itu masih terus datang beberapa hari kemudian.

Korban yang sudah tak tahan dengan ancaman itu akhirnya melapor ke Polsek Babakan Madang.

"Total tagihan semuanya sampai Rp 200 juta, termasuk dengan bunganya 30 persen," ujar Harun.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bayi yang Dibuang di Kupang Ternyata Lahir dari Seorang Siswi SMA

Bayi yang Dibuang di Kupang Ternyata Lahir dari Seorang Siswi SMA

Regional
Siti Nyoman Korban Longsor Sumedang Tewas dalam Keadaan Memeluk Anaknya, Sang Anak Selamat

Siti Nyoman Korban Longsor Sumedang Tewas dalam Keadaan Memeluk Anaknya, Sang Anak Selamat

Regional
Alami Gelaja Berat, Puluhan Korban Keracunan Makanan di Lebak Masih Dirawat, Sebagian Sudah Pulih

Alami Gelaja Berat, Puluhan Korban Keracunan Makanan di Lebak Masih Dirawat, Sebagian Sudah Pulih

Regional
Semua Biaya Pengobatan Korban Kecelakaan Maut di Balikpapan Ditanggung Jasa Raharja

Semua Biaya Pengobatan Korban Kecelakaan Maut di Balikpapan Ditanggung Jasa Raharja

Regional
Ribuan Ikan Mati di Waduk Komplek Industri SIER Surabaya, Sample Ikan dan Air Sedang Diuji

Ribuan Ikan Mati di Waduk Komplek Industri SIER Surabaya, Sample Ikan dan Air Sedang Diuji

Regional
Wajah Merah Menahan Tangis, Kompol Oloan Akui Terima Uang Rp 300 Juta untuk Lepas Istri Bandar Narkoba

Wajah Merah Menahan Tangis, Kompol Oloan Akui Terima Uang Rp 300 Juta untuk Lepas Istri Bandar Narkoba

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 22 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 22 Januari 2022

Regional
Satpam di Lampung Bawa Kabur Mobil Tetangga, Awalnya Ngaku Pinjam untuk Kondangan

Satpam di Lampung Bawa Kabur Mobil Tetangga, Awalnya Ngaku Pinjam untuk Kondangan

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 22 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 22 Januari 2022

Regional
Peluncuran Buku 'Sultan Agung dalam Goresan S Sudjojono': Kumpulan Catatan 38 Sketsa Studi Sejarah Perjalanan Lahirnya Masterpiece

Peluncuran Buku "Sultan Agung dalam Goresan S Sudjojono": Kumpulan Catatan 38 Sketsa Studi Sejarah Perjalanan Lahirnya Masterpiece

Regional
Bayi Baru Lahir Ditemukan Tergeletak di Samping Kamar Mandi Warga di Kupang

Bayi Baru Lahir Ditemukan Tergeletak di Samping Kamar Mandi Warga di Kupang

Regional
Bermula dari Tersinggung Ditatap, Siswi SMP di Minahasa Utara Aniaya Sesama Pelajar

Bermula dari Tersinggung Ditatap, Siswi SMP di Minahasa Utara Aniaya Sesama Pelajar

Regional
Kasus Suap Istri Bandar Narkoba, Eks Kapolrestabes Medan Sumbang Uang Rp 7 Juta untuk Beli Motor Hadiah Babinsa

Kasus Suap Istri Bandar Narkoba, Eks Kapolrestabes Medan Sumbang Uang Rp 7 Juta untuk Beli Motor Hadiah Babinsa

Regional
Rekam Mahasiswi Mandi, Mahasiswa di Minahasa Jadi Tersangka

Rekam Mahasiswi Mandi, Mahasiswa di Minahasa Jadi Tersangka

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 22 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 22 Januari 2022

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.