Curhat Harsi Usai Harga Tengkleng Jualannya Dianggap Mahal dan Jadi Viral: Warung Jadi Sepi...

Kompas.com - 07/12/2021, 16:28 WIB

KOMPAS.com - Harsi (60), penjual tengkleng di Jalan Kunir V, Solo Baru, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, mengaku tak tahu warungnya viral di media sosial.

Dirinya juga tak menyangka warganet menyebut harga tengkleng miliknya terlalu mahal. Akibatnya, kata Harsi, akhir-akhir ini warungnya sepi pembeli. 

"Biasanya dulu masih ramai sehari bisa bikin tengkleng sampai 5 kilogram. Sekarang sepi saya bikin 2 kilogram," ungkap Harsi saat ditemui Kompas.com di warungnya, Selasa (7/12/2021).

Baca juga: Kecewa Hasil Pilkades, Warga di Sumut Rekayasa Teror Peti Mati, Begini Ceritanya

Bantah pasang harga mahal

Harsi mengaku sedih dengan anggapan itu. Menurutnya, harga tengkleng dagangannya tidak mahal.

Apalagi saat ini harga bahan untuk memasak tengkleng juga semakin naik harganya.

"Saya kulakan saja sudah mahal. Semua saya lakukan sendiri. Kalau saya tidak untung terus bagaimana," tambah dia.

Baca juga: Viral Unggahan Penculikan Anak, Polda Sulut: Itu Hoaks, Masyarakat Jangan Mudah Percaya

Harsi mengakui bahwa di warungnya tak ada daftar harga menu. Alasannya, wanita asal Desa Ngasinan, Sukoharjo, itu mengaku tak bisa baca tulis.

Dirinya hanya menyebutkan harga di spanduk yang terpasang di warungnya, yaitu tengkleng porsi besar Rp 30.000 dan porsi kecil Rp 15.000.

Namun demikian, saat berjualan dirinya melayani permintaan pelanggan, baik ingin tengkleng porsi besar atau kecil.

Baca juga: PPKM Level 3 Batal Diterapkan, Moeldoko Sebut Tetap Banyak Pembatasan

Soal olahan tengkleng yang ramai disebut harganya mencapai Rp 150.000, Harsi menjelaskan, berisi komplit, yaitu pipi dua, telinga dua, lidah dan otak.

 

Harsi, penjual tengkleng di Jalan Kunir V, Solo Baru, Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (7/12/2021).KOMPAS.com/LABIB ZAMANI Harsi, penjual tengkleng di Jalan Kunir V, Solo Baru, Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (7/12/2021).

"Pembeli dihitung mahal tidak mau. Karena mintanya pipi, lidah, iga itu harganya Rp 50.000. Katanya kemahalan," katanya.

Namun demikian, Harsi berjanji akan belajar dari pengalaman itu. Salah satunya akan lebih memperhatikan kebersihan dan memasang daftar harga menu di warungnya.

"Saya berharap warung saya ramai lagi dan tidak viral karena mahal harganya," ucap Harsi.

Baca juga: Tangis Harsi Setelah Tengkleng Jualannya Viral karena Dianggap Mahal

Penjelasan paguyuban pedagang

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pedang Kaki Lima (PKL) Setia Kawan Solo Baru Sudarsi (51) menjelaskan, harga tengkleng dengan porsi komplit memang tak murah.

"Teman saya sendiri sudah pernah tapi masih di sana (utara jalan). 15 tahun yang lalu mungkin. Dua porsi Rp 150.000. Memang saya merasakan ada lidah, telinga, otak memang lengkap tarifnya segitu," ungkap dia.

Namun demikian, dirinya akan membantu Harsi untuk membuat daftar harga menu agar tak terjadi salah paham.

Lalu, Harsi akan dimasukkan ke paguyuban PKL agar terus mendapat informasi terbaru.

Sudarsi mengakui, sejumlah pedagang sempat khawatir soal harga tengkleng Harsi yang viral di media sosial.

(Penulis: Kontributor Solo, Labib Zamani | Editor: Teuku Muhammad Valdy Arief)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Oknum ASN Lombok Barat yang Edarkan Sabu Diusulkan Diberhentikan Sementara

Oknum ASN Lombok Barat yang Edarkan Sabu Diusulkan Diberhentikan Sementara

Regional
Cerita Banjir Rob di Kendal, Warga Lebaran Tanpa Alas Kaki dan Berharap Ada Solusi

Cerita Banjir Rob di Kendal, Warga Lebaran Tanpa Alas Kaki dan Berharap Ada Solusi

Regional
'Semarang Kaline Banjir...'

"Semarang Kaline Banjir..."

Regional
Sunrise Point Cukul di Bandung, Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Sunrise Point Cukul di Bandung, Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Regional
Pantai Menganti di Kebumen, Harga Tiket, Rute, dan Keindahan

Pantai Menganti di Kebumen, Harga Tiket, Rute, dan Keindahan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Rob Menggila di Pesisir Utara Jawa Tengah | Gibran Dimarahi Ibu-ibu Saat Punguti Sampah

[POPULER NUSANTARA] Rob Menggila di Pesisir Utara Jawa Tengah | Gibran Dimarahi Ibu-ibu Saat Punguti Sampah

Regional
Polisi Tangkap 2 Pelaku Penyekapan dan Perampokan 4 Mahasiswi di Banjarmasin

Polisi Tangkap 2 Pelaku Penyekapan dan Perampokan 4 Mahasiswi di Banjarmasin

Regional
2 Permukiman Tertua di Kawasan IKN Ini Nikmati Air dari Sungai dan Embung

2 Permukiman Tertua di Kawasan IKN Ini Nikmati Air dari Sungai dan Embung

Regional
Prakiraan Cuaca di Semarang Hari Ini, 25 Mei 2022, Pagi Berawan, Sore Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Semarang Hari Ini, 25 Mei 2022, Pagi Berawan, Sore Hujan Ringan

Regional
Menangkal Radikalisme, Pentingnya Peran Tokoh Agama dan Upaya Deteksi Dini

Menangkal Radikalisme, Pentingnya Peran Tokoh Agama dan Upaya Deteksi Dini

Regional
Pantai Klayar di Pacitan, Keindahan, Harga Tiket, dan Rute

Pantai Klayar di Pacitan, Keindahan, Harga Tiket, dan Rute

Regional
Ada Kasus Positif dan Suspek PMK, 7 Pasar Hewan di Klaten Ditutup Selama 14 Hari

Ada Kasus Positif dan Suspek PMK, 7 Pasar Hewan di Klaten Ditutup Selama 14 Hari

Regional
Bupati Jayapura Sebut DOB Tak Akan Mengubah Kepapuaan di Papua

Bupati Jayapura Sebut DOB Tak Akan Mengubah Kepapuaan di Papua

Regional
Seorang Buruh Bangunan di Baubau Tega Sekap dan Perkosa Remaja Disabilitas

Seorang Buruh Bangunan di Baubau Tega Sekap dan Perkosa Remaja Disabilitas

Regional
Kasus Pertama Hepatitis Akut di Banten, Pasien Dirawat di RS Mandaya Tangerang

Kasus Pertama Hepatitis Akut di Banten, Pasien Dirawat di RS Mandaya Tangerang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.