Semua PNS Jabar Diminta Pakai Mobil Listrik untuk Kendaraan Dinas

Kompas.com - 07/12/2021, 10:29 WIB
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum saat menjajal motor listrik Anubis buatan Baran Energy di kawasan Sirkuit Sentul Bogor, Jawa Barat, Senin (12/4/2021). Dokumentasi Humas Pemprov JabarWakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum saat menjajal motor listrik Anubis buatan Baran Energy di kawasan Sirkuit Sentul Bogor, Jawa Barat, Senin (12/4/2021).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, meminta semua Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Jawa Barat untuk beralih memakai mobil listrik untuk kendaraan dinasnya.

Selama ini, kendaraan dinas mobil listrik baru dipakai Gubernur dan Wakil Gubernur serta Sekretaris Daerah Jawa Barat.

Semua unit mobil pengawal pejabat Provinsi Jawa Barat pun telah memakai mobil listrik selama ini.

Baca juga: Mengintip Mobil Listrik R-One SMEKTI Karya Siswa SMKN 3 Mataram

"Sekarang baru mobil dinas listrik dipakai oleh gubernur, wakil gubernur dan sekda Jabar. Nantinya akan kita minta semua kepala daerah di Jabar pakai mobil listrik, para ketua DPRD dan semua PNS di Jabar pakai mobil listrik untuk kendaraan dinasnya," jelas Uu kepada Kompas.com, Selasa (7/12/2021).

Uu menuturkan, selama ini terdapat sekolah menengah kejuruan (SMK) di kampung halamannya Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, berhasil membuat prototipe mobil listrik.

Baca juga: Wagub Jabar Sebut Banjir Bandang Garut karena Hutan Jadi Lahan Pertanian

Hal ini merupakan kemajuan dan mendukung langkah Provinsi Jawa Barat untuk mengalihkan kendaraan dinas di seluruh daerahnya memakai kendaraan dinas berdaya listrik.

"Ucapan terima kasih kepada sekolah di Jawa Barat, salah satunya adalah SMKN Manonjaya yang sudah mengerti isyarat pimpinan provinsi Jawa Barat Gubernur Ridwan Kamil. Yaitu ingin masyarakat Jawa Barat beralih dari kendaraan BBM ke kendaraan berenergi listrik," tambah Uu.

Baca juga: Cerita Wagub Uu Pakai Mobil Listrik ke Cianjur: Nyaman, Tidak Bising

Dengan demikian, nantinya hasil prototipe kendaraan listrik di seluruh SMK Jabar akan mempercepat program peralihan kendaraan dinas konvensional bensin ke energi listrik.

Pasalnya, kendaraan dinas listrik nantinya akan lebih hemat hampir 450 persen bahan bakarnya dibanding dengan mobil konvensional.

Baca juga: Program Pemutihan Denda Pajak Kendaraan, Jatim Bebaskan Pajak Tahunan Mobil Listrik

Tasikmalaya-Bandung, pakai BBM Rp 500.000, pakai listrik Rp 40.000

"Saya ke Tasikmalaya dari Bandung pakai kendaraan dinas bensin harus habis Rp 500.000 untuk BBM-nya sekali berangkat. Saya pakai kendaraan dinas listrik hanya Rp 40.000 cas mobilnya itu bisa dipakai jarak sampai 500 kilometer atau 4 bolak balik Bandung-Tasikmalaya. Lebih hemat sampai Rp 450.000 selama ini," tambah Uu.

Baca juga: Ridwan Kamil Wacanakan Ganti Kendaraan Dinas dengan Mobil Listrik

Uu merasakan memakai mobil listrik selama ini sangat irit dan belum diketahui oleh masyarakat umum.

Padahal, mobil listrik itu sangat berbiaya murah dalam pengisian bahan bakar dan lebih praktis.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sopir Mengantuk, Bus Tabrak Truk dan Terguling di Tol Jakarta - Cikampek

Sopir Mengantuk, Bus Tabrak Truk dan Terguling di Tol Jakarta - Cikampek

Regional
Bukan Arab, 3 Batu Nisan Kuno yang Ditemukan di Palembang Bertulis Aksara Jawi

Bukan Arab, 3 Batu Nisan Kuno yang Ditemukan di Palembang Bertulis Aksara Jawi

Regional
Motif Pria di Semarang Tusuk Istri 14 Kali hingga Tewas: Tersinggung Diminta Cari Kerja

Motif Pria di Semarang Tusuk Istri 14 Kali hingga Tewas: Tersinggung Diminta Cari Kerja

Regional
Cerita Pedagang Dikunjungi Presiden Jokowi: Enggak Boleh Ngomong Apa-apa, Cuma Boleh Jawab Kalau Ditanya

Cerita Pedagang Dikunjungi Presiden Jokowi: Enggak Boleh Ngomong Apa-apa, Cuma Boleh Jawab Kalau Ditanya

Regional
Pria di NTT Tendang dan Seret Ayahnya di Tempat Keramaian

Pria di NTT Tendang dan Seret Ayahnya di Tempat Keramaian

Regional
Usai Bertengkar dengan Suami, Seorang Perempuan Ditemukan Tewas Gantung Diri

Usai Bertengkar dengan Suami, Seorang Perempuan Ditemukan Tewas Gantung Diri

Regional
Lindungi Ayahnya yang Dianiaya, Mahasiswa Ini Babak Belur Dikeroyok 6 Pemuda

Lindungi Ayahnya yang Dianiaya, Mahasiswa Ini Babak Belur Dikeroyok 6 Pemuda

Regional
KKB Kembali Berulah di Pegunungan Bintang, Seorang Polisi Tertembak

KKB Kembali Berulah di Pegunungan Bintang, Seorang Polisi Tertembak

Regional
Wabup PPU Pimpin Apel Perdana Setelah OTT KPK: Periode Sisa Ini Tak Ada Pejabat Non-job

Wabup PPU Pimpin Apel Perdana Setelah OTT KPK: Periode Sisa Ini Tak Ada Pejabat Non-job

Regional
Apa Itu Smart City, Konsep yang Akan Dipakai di Nusantara, Ibu Kota Baru Indonesia

Apa Itu Smart City, Konsep yang Akan Dipakai di Nusantara, Ibu Kota Baru Indonesia

Regional
Bocah 9 Tahun Diterkam Buaya Saat Mandi di Sungai Sebelum ke Sekolah

Bocah 9 Tahun Diterkam Buaya Saat Mandi di Sungai Sebelum ke Sekolah

Regional
Menyimak Langkah Sejumlah Kepala Daerah Antisipasi Penyebaran Omicron

Menyimak Langkah Sejumlah Kepala Daerah Antisipasi Penyebaran Omicron

Regional
Mulai Besok, Vaksinasi Covid-19 untuk Anak 6-11 Tahun Digelar di Seluruh Kalbar

Mulai Besok, Vaksinasi Covid-19 untuk Anak 6-11 Tahun Digelar di Seluruh Kalbar

Regional
Edarkan Obat Keras, Wanita Asal Minahasa Ditangkap Polisi

Edarkan Obat Keras, Wanita Asal Minahasa Ditangkap Polisi

Regional
Uluran Tangan Pembaca Harian Kompas untuk Warga Pinggiran Salatiga

Uluran Tangan Pembaca Harian Kompas untuk Warga Pinggiran Salatiga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.