Kompas.com - 06/12/2021, 22:50 WIB
Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sultra saat mengumumkan penetapan tersangka terhadap Kadis ESDM Sultra atas kasus korupsi izin pertambangan ke perusahaan tambang PT Toshida Indonesia. KOMPAS.COM/KIKI ANDI PATIAsisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sultra saat mengumumkan penetapan tersangka terhadap Kadis ESDM Sultra atas kasus korupsi izin pertambangan ke perusahaan tambang PT Toshida Indonesia.

KENDARI, KOMPAS.com - Penyidikan kasus korupsi berjemaah di dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulawesi Tenggara (Sultra) berlanjut.

Kali ini, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra, menetapkan Kepala Dinas ESDM setempat, Andi Azis sebagai tersangka dalam kasus izin pertambangan.

Sebelumnya, pihak Kejati Sultra telah menetapkan dua pejabat ESDM lainnya termasuk dua orang dari PT Toshida Indonesia karena terlibat dalam korupsi izin penggunaan kawasan hutan dan penerbitan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) PT Toshida Indonesia, meski perusahaan itu tidak memenuhi kewajiban.

Baca juga: Wanita Ini Tertipu Rp 115 Juta oleh Kenalan dari Aplikasi Kencan Online

Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sultra, Setyawan Nur Chaliq mengatakan, penetapan tersangka kepada Kadis ESDM Provinsi Sultra itu berdasarkan dua alat bukti yang cukup kuat.

"Pada 1 Desember 2021 penyidik telah menetapkan Insinyur AA sebagai tersangka yang didasarkan pada dua alat bukti yang cukup, serta mekanisme laporan perkembangan penyidikan dan ekspose perkara. Peran tersangka selaku Kadis ESDM yakni menetapkan RKAB," kata Setyawan, dalam keterangan persnya di kantor Kejati Sultra di Kendari, Senin (6/12/2021).

Setyawan menuturkan, pada 2019 lalu, tersangka AA yang menjabat Plt Kadis ESDM Sultra, memberikan persetujuan RKAB tanpa terpenuhinya PNBP.

"Penyidik akan segera melakukan pemanggilan terhadap tersangka, mungkin besok atau lusa," ujar dia.

Baca juga: Tak Terima Digugat Cerai, Pria Ini Sebar Video Hubungan Intim dengan Mantan Istri

Kadis ESDM Sultra itu diduga melanggar Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dalam kasus ini, penyidik Kejati Sultra telah melakukan pemeriksaan terhadap lebih dari 40 saksi ditambah 6 ahli.

Korupsi berjemaah di dinas ESDM Sultra itu diduga telah menimbulkan kerugian Negara sebesar Rp 495 miliar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bayi yang Dibuang di Kupang Ternyata Lahir dari Seorang Siswi SMA

Bayi yang Dibuang di Kupang Ternyata Lahir dari Seorang Siswi SMA

Regional
Siti Nyoman Korban Longsor Sumedang Tewas dalam Keadaan Memeluk Anaknya, Sang Anak Selamat

Siti Nyoman Korban Longsor Sumedang Tewas dalam Keadaan Memeluk Anaknya, Sang Anak Selamat

Regional
Alami Gelaja Berat, Puluhan Korban Keracunan Makanan di Lebak Masih Dirawat, Sebagian Sudah Pulih

Alami Gelaja Berat, Puluhan Korban Keracunan Makanan di Lebak Masih Dirawat, Sebagian Sudah Pulih

Regional
Semua Biaya Pengobatan Korban Kecelakaan Maut di Balikpapan Ditanggung Jasa Raharja

Semua Biaya Pengobatan Korban Kecelakaan Maut di Balikpapan Ditanggung Jasa Raharja

Regional
Ribuan Ikan Mati di Waduk Komplek Industri SIER Surabaya, Sample Ikan dan Air Sedang Diuji

Ribuan Ikan Mati di Waduk Komplek Industri SIER Surabaya, Sample Ikan dan Air Sedang Diuji

Regional
Wajah Merah Menahan Tangis, Kompol Oloan Akui Terima Uang Rp 300 Juta untuk Lepas Istri Bandar Narkoba

Wajah Merah Menahan Tangis, Kompol Oloan Akui Terima Uang Rp 300 Juta untuk Lepas Istri Bandar Narkoba

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 22 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 22 Januari 2022

Regional
Satpam di Lampung Bawa Kabur Mobil Tetangga, Awalnya Ngaku Pinjam untuk Kondangan

Satpam di Lampung Bawa Kabur Mobil Tetangga, Awalnya Ngaku Pinjam untuk Kondangan

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 22 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 22 Januari 2022

Regional
Peluncuran Buku 'Sultan Agung dalam Goresan S Sudjojono': Kumpulan Catatan 38 Sketsa Studi Sejarah Perjalanan Lahirnya Masterpiece

Peluncuran Buku "Sultan Agung dalam Goresan S Sudjojono": Kumpulan Catatan 38 Sketsa Studi Sejarah Perjalanan Lahirnya Masterpiece

Regional
Bayi Baru Lahir Ditemukan Tergeletak di Samping Kamar Mandi Warga di Kupang

Bayi Baru Lahir Ditemukan Tergeletak di Samping Kamar Mandi Warga di Kupang

Regional
Bermula dari Tersinggung Ditatap, Siswi SMP di Minahasa Utara Aniaya Sesama Pelajar

Bermula dari Tersinggung Ditatap, Siswi SMP di Minahasa Utara Aniaya Sesama Pelajar

Regional
Kasus Suap Istri Bandar Narkoba, Eks Kapolrestabes Medan Sumbang Uang Rp 7 Juta untuk Beli Motor Hadiah Babinsa

Kasus Suap Istri Bandar Narkoba, Eks Kapolrestabes Medan Sumbang Uang Rp 7 Juta untuk Beli Motor Hadiah Babinsa

Regional
Rekam Mahasiswi Mandi, Mahasiswa di Minahasa Jadi Tersangka

Rekam Mahasiswi Mandi, Mahasiswa di Minahasa Jadi Tersangka

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 22 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 22 Januari 2022

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.