Viral Unggahan Penculikan Anak, Polda Sulut: Itu Hoaks, Masyarakat Jangan Mudah Percaya

Kompas.com - 06/12/2021, 18:55 WIB
Ilustrasi Hoaks KOMPAS.com/Akbar Bhayu TamtomoIlustrasi Hoaks

MANADO, KOMPAS.com - Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) Irjen Pol Mulyatno melalui Kabid Humas Kombes Pol Jules Abraham Abast menegaskan, viralnya informasi penculikan anak yang beredar di media sosial akhir-akhir ini adalah hoaks atau tidak benar.

"Info-info penculikan anak tersebut hoaks. Masyarakat jangan mudah percaya. Karena sampai saat ini Polda Sulut dan jajaran belum menerima laporan resmi tentang adanya kasus penculikan anak," kata Jules, dalam keteranganya kepada Kompas.com, Senin (6/12/2021).

Seperti diketahui, isu penculikan anak tersebut dikabarkan terjadi di beberapa wilayah di Sulut, di antaranya di Mapanget dan Malalayang, Kota Manado, serta di Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara.

Jules mengatakan, di Malalayang, informasi beredar pada Jumat (3/12/2021) siang, dikabarkan terjadi penculikan terhadap seorang siswi sekolah dasar (SD) berumur 9 tahun, saat perjalanan pulang dari sekolah.

Baca juga: Adu Mulut karena Ditegur Saat Pesta Miras, Pria di Manado Ditikam Berulang Kali

Faktanya, kata Jules, tidak terjadi penculikan. Siswi tersebut hanya terlambat pulang ke rumah, namun pihak keluarga panik dan menyebarkan informasi penculikan karena terpengaruh isu sebelumnya.

"Kemudian pihak keluarga sudah mengklarifikasi bahwa tidak terjadi penculikan dan sudah meminta maaf," ujar dia.

Begitu juga isu penculikan di Mapanget dan Kalawat, yang terjadi pada Kamis (2/12/2021) dan Minggu (5/12/2021). Jules kembali menegaskan, hal tersebut tidak benar.

"Yang di Mapanget, ada seorang remaja pria yang didekati orang tak dikenal. Karena ketakutan, dia menjauh dan pria tak dikenal itu pun bergegas pergi. Tidak ada penculikan," terang dia.

Sedangkan di Kalawat, Minahasa Utara, lanjut dia, awalnya terjadi keributan di pangkalan ojek Desa Kolongan Tetempangan. Masyarakat mengira terjadi upaya penculikan.

Kedua orang yang diisukan melakukan penculikan itu, faktanya akan mengantar anggota keluarganya yang mengalami gangguan kejiwaan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Ratumbuysang, Manado, untuk berobat.

"Namun, di tengah perjalanan yang bersangkutan berontak hingga terjadi tarik-menarik. Jadi bukan upaya penculikan," sebut Jules.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.