Ternyata Erupsi Gunung Semeru Tak Terjadi Tiba-tiba, Alam Telah Memberi Tanda

Kompas.com - 06/12/2021, 17:47 WIB

KOMPAS.com - Gunung Semeru meletus dan mengakibatkan 15 orang meninggal, 27 orang hilang, dan 1.707 warga mengungsi, Sabtu (4/12/2021).

Erupsi Gunung Semeru juga membuat 2.970 unit rumah, fasilitas pendidikan, dan jembatan rusak.

Baca juga: Kisah Rumini, Tak Tega Tinggalkan Ibunya yang Renta Saat Gunung Semeru Meletus, Keduanya Ditemukan Tewas Berpelukan

Update : Mari tunjukkan solidaritas dan bantu saudara-saudara kita yang terdampak erupsi Gunung Semeru. Uluran tangan Anda sangat berarti. Klik untuk donasi melalui Kitabisa di sini.

Guru Besar Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran Prof Nana Sulaksana mengatakan, letusan yang terjadi pada Sabtu sore pekan lalu ternyata tidak terjadi tiba-tiba.

Baca juga: Pakar Geologi Unpad tentang Erupsi Gunung Semeru: Letusan Kemarin Bukan Tiba-tiba

“Jadi letusan kemarin bukan tiba-tiba, tapi memang sudah terjadi letusan kegiatan magmatisme jauh sebelumnya. Hanya kemarin saat letusan besar, secara kebetulan bersamaan dengan curah hujan tinggi,” ungkap Nana dalam rilis yang diterima Kompas.com, Senin (6/12/2021).

Baca juga: Warga Supit Urang Lumajang Sudah Perkirakan Erupsi Semeru, Ini Tandanya...

Nana menjelaskan, erupsi Gunung Semeru diakibatkan adanya dua gaya yang bekerja, yaitu endogen dan eksogen.

Gaya endogen terjadi dari aktivitas magma yang mendorong material vulkanik naik ke permukaan, sedangkan gaya eksogen diakibatkan hujan ekstrem.

Material vulkanik yang tertumpuk di kubah secara langsung bersentuhan dengan air.

Akumulasi material tersebut kemudian dialirkan oleh air dan hanyut ke bawah melalui lembahan dan sungai-sungai.

Akibatnya, banjir lahar mampu menyapu kawasan di lembahan Semeru.

“Kalau tidak ada hujan, maka seluruh material yang keluar sifatnya belum langsung menjadi lahar. Ini karena musim hujan, kebetulan hujan besar, material yang teronggok di atas terkena air dan hanyut ke sungai,” papar Nana.

Karakter berbeda

Nana mengungkapkan, letusan Semeru memiliki karakter sendiri. Hal ini disebabkan, setiap komplek gunung berapi di Indonesia memiliki dapur magmanya tersendiri.

Dilihat dari tipe letusan, berdasarkan hasil penelitian dan historis, Gunung Semeru secara spesifik memiliki erupsi yang besar. Setelah itu, gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut kemudian akan tertidur kembali.

Karakter ini berbeda dengan gunung-gunung lain semisal Merapi atau Sinabung. Dinamika magma dari gunung tersebut bergerak simultan. Artinya, erupsi dengan intensitas kecil bisa terjadi dalam waktu yang sering.

Oleh karena itu, setiap gunung berapi di Indonesia memiliki stasiun pengamatannya sendiri.

Sudah diperkirakan

Nana yang merupakan Guru Besar bidang Ilmu Geomorfologi menuturkan, proses mitigasi kebencanaan gunung berapi di Indonesia sudah baik.

Indonesia sudah memiliki peta kawasan rawan bencana yang disusun oleh ahli geologi dan vulkanologi. Peta ini menjadi pedoman lembaga terkait melakukan mitigasi bencana khususnya erupsi gunung berapi.

Peta ini telah memetakan wilayah-wilayah rawan bencana, termasuk di dalamnya permukiman yang rawan terdampak serta sungai yang akan menjadi aliran lahar.

Selain itu, lokasi pengamatan, jalur evakuasi, hingga lokasi pengungsian sudah dipetakan dengan baik dalam peta tersebut.

“Dari kejadian erupsi Gunung Semeru kemarin, tampak bahwa peta lokasi yang terkena bencana dapat dikatakan 90 persen tepat,” jelasnya.

Ia mengatakan, erupsi gunung berapi sudah bisa diprediksi sebelumnya berdasarkan tanda-tanda alam yang muncul.

Hal ini juga telah didukung protokol mitigasi yang baik. Informasi erupsi sudah dapat disampaikan ke masyarakat satu jam sebelum letusan berapi.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Anggota Pencak Silat Tewas Dikeroyok | Cerita Warga Terdaftar PKH tapi Tak Terima Bantuan

[POPULER NUSANTARA] Anggota Pencak Silat Tewas Dikeroyok | Cerita Warga Terdaftar PKH tapi Tak Terima Bantuan

Regional
Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 23 Mei 2022, Pagi Berawan, Sore Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 23 Mei 2022, Pagi Berawan, Sore Hujan Ringan

Regional
100 Calon Jemaah Umrah Blora Terlantar, Ini Sebabnya

100 Calon Jemaah Umrah Blora Terlantar, Ini Sebabnya

Regional
Hendriwan Dilantik Sebagai Penjabat Bupati Boalemo, Ini Tugas Utamanya

Hendriwan Dilantik Sebagai Penjabat Bupati Boalemo, Ini Tugas Utamanya

Regional
Jatuh Bangun Hendika, Mahasiswa Unnes Peraih Emas Panahan SEA Games

Jatuh Bangun Hendika, Mahasiswa Unnes Peraih Emas Panahan SEA Games

Regional
Helm yang Diambil Oknum Perangkat Desa di Kantor Pengadilan Agama Brebes Sudah Dikembalikan, Dititipkan ke Satpam

Helm yang Diambil Oknum Perangkat Desa di Kantor Pengadilan Agama Brebes Sudah Dikembalikan, Dititipkan ke Satpam

Regional
Ratusan Penumpang KM Sirimau yang Kandas Lanjutkan Pelayaran dengan KM Wilis

Ratusan Penumpang KM Sirimau yang Kandas Lanjutkan Pelayaran dengan KM Wilis

Regional
Spekulan di Lamongan Takuti Pemilik Sapi Terjangkit PMK Agar Jual Murah

Spekulan di Lamongan Takuti Pemilik Sapi Terjangkit PMK Agar Jual Murah

Regional
Mantan Bupati Blora Djoko Nugroho Hengkang ke Gerindra, Ini Tanggapan Nasdem

Mantan Bupati Blora Djoko Nugroho Hengkang ke Gerindra, Ini Tanggapan Nasdem

Regional
Kasus Gratifikasi Rp 46,8 Milliar, Mantan Wali Kota Batu Kembali Divonis 7 Tahun Penjara

Kasus Gratifikasi Rp 46,8 Milliar, Mantan Wali Kota Batu Kembali Divonis 7 Tahun Penjara

Regional
Kepala BIN Sulteng Akan Dilantik sebagai Penjabat Bupati Seram Bagian Barat

Kepala BIN Sulteng Akan Dilantik sebagai Penjabat Bupati Seram Bagian Barat

Regional
Video Viral Kereta Wisata Tabrak Minibus di Semarang, Warga Sempat Teriak Peringatkan Sopir

Video Viral Kereta Wisata Tabrak Minibus di Semarang, Warga Sempat Teriak Peringatkan Sopir

Regional
'Saya Terdaftar Penerima Bantuan Sembako, Tapi 2 Tahun Tak Ada Terima'

"Saya Terdaftar Penerima Bantuan Sembako, Tapi 2 Tahun Tak Ada Terima"

Regional
Sosok Penjabat Bupati Sangihe Rinny Tamuntuan, Ipar Gubernur Sulut

Sosok Penjabat Bupati Sangihe Rinny Tamuntuan, Ipar Gubernur Sulut

Regional
Banjir Rob, Jalur Pantura Demak Macet Berjam-jam

Banjir Rob, Jalur Pantura Demak Macet Berjam-jam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.