Polisi Pastikan Kasus Dugaan Penyelewengan Dana BST oleh Kades di Blitar Berlanjut

Kompas.com - 05/12/2021, 08:43 WIB
Ilustrasi rupiah KOMPAS.COM/Thinkstockphotos.comIlustrasi rupiah

BLITAR, KOMPAS.com - Polisi memastikan proses penyidikan kasus dugaan penyelewengan dana bantuan tunai (BST) oleh Kepala Desa Ngadri, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar, Jawa Timur dilanjutkan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Blitar AKP Ardyan Yudo Setyantono mengatakan, pihaknya telah mendapatkan konfirmasi dari pihak Kementerian Sosial terkait sumber anggaran BST.

"Sudah. Kami sudah mendapatkan konfirmasi itu dan proses penyidikan akan kita lanjutkan," ujar Yudo kepada Kompas.com, Sabtu (4/11/2021).

Baca juga: Penetapan Tersangka Penyelewengan Dana BST di Blitar Masih Tunggu Keterangan Kemensos

Yudo melanjutkan, substansi dari konfirmasi itu terkait sumber anggaran BST selama pandemi Covid-19 yang disalurkan di wilayah Kabupaten Blitar, termasuk di Desa Ngadri dimana dugaan penyelewengan itu terjadi.

Kata Yudo, sejalan dengan penelusuran penyidik, Kementerian Sosial telah mengkonfirmasi bahwa mata anggaran BST sebesar Rp 600.000 per bulan itu berasal dari Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin.

Baca juga: Kades di Blitar Dilaporkan ke Polisi, Diduga Palsukan Tanda Tangan Warga yang Meninggal demi BST

"Dengan konfirmasi itu, maka sekarang penyidik telah mendapatkan kepastian jeratan hukum apa yang akan kita gunakan," jelas Yudo.

Menurut Yudo, kini pihaknya mantab menggunakan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin dalam menangani perkara tersebut.

Kata Yudo, undang-undang tersebut juga telah memuat adanya ancaman sanksi pidana bagi siapa saja yang menyelewengkan atau menyalahgunakan bantuan sosial yang masuk dalam kategori penanganan fakir miskin.

"Secepatnya kami akan gelar perkara dan penetapan tersangka," tegasnya.

Diketahui, pemerintah melalui Kementerian Sosial menyalurkan berbagai bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 termasuk BST.

Namun berdasarkan penelusuran yang dilakukan Satreskrim Polres Blitar, BST yang disalurkan di Kabupaten Blitar selama pandemi bersumber dari anggaran Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin di Kementerian Sosial.

Sehingga, penyidik membutuhkan kepastian hukum terkait anggaran BST dengan meminta konfirmasi dari Kementerian Sosial.

Kades di Blitar dilaporkan warganya

Sebelumnya diberitakan, Kepala Desa Ngadri bernama inisial MM dilaporkan warganya atas tuduhan menyelewengkan dana BST bagi sejumlah warga.

Setiap bulan sejak akhir 2020, Desa Ngadri mendapatkan jatah penyaluran BST sebesar Rp 600.000 per bulan bagi 257 warga penerima.

Namun, MM diduga selalu mencairkan seluruh BST itu tapi tidak seluruhnya disalurkan kepada warga.

Penyelewengan itu diduga dilakukan MM sejak November 2020 hingga Agustus 2021 dengan total dana yang diselewengkan sekitar Rp 17 juta.

Salah satu modusnya, berdasarkan laporan seorang warga bernama Hartatik (47), MM tetap memasukkan ayah Hartatik, Lasmito, yang sudah meninggal sebagai penerima BST.

Lasmito tercantum sebagai salah satu penerima dana BST di Desa Ngadri, namun dana itu tidak pernah diberikan ke Hartatik atau saudara ayahnya yang lain selaku ahli warisnya.

Adapun penanganan kasus ini sudah ditingkatkan ke tahap penyidikan oleh kepolisian.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Curi Uang Rp 10 Juta Milik Tetangga, 4 Ibu-ibu di Bima Ditangkap

Curi Uang Rp 10 Juta Milik Tetangga, 4 Ibu-ibu di Bima Ditangkap

Regional
Ganjar Ajak Perajin Alat Musik Nonton Dream Theater di Solo

Ganjar Ajak Perajin Alat Musik Nonton Dream Theater di Solo

Regional
Beredar Hoaks Bakso 21 Pontianak Mengandung Babi, Pemilik Lapor Polisi

Beredar Hoaks Bakso 21 Pontianak Mengandung Babi, Pemilik Lapor Polisi

Regional
758 Personel Gabungan Diterjunkan Jaga Pernikahan Adik Jokowi dengan Ketua MK

758 Personel Gabungan Diterjunkan Jaga Pernikahan Adik Jokowi dengan Ketua MK

Regional
'Handphone' Ditemukan di Ruangan Napi Lapas, Kemenkumham Riau Bakal Sanksi Petugas yang Melanggar

"Handphone" Ditemukan di Ruangan Napi Lapas, Kemenkumham Riau Bakal Sanksi Petugas yang Melanggar

Regional
Terdampak Limbah Bauksit, Puluhan Pohon Sawit di Ketapang Kalbar Terancam Mati

Terdampak Limbah Bauksit, Puluhan Pohon Sawit di Ketapang Kalbar Terancam Mati

Regional
120 Anggota Damkar di Bengkulu Mogok karena Honor Tak Dibayar, Rumah dan Kendaraan Warga Dilalap Api

120 Anggota Damkar di Bengkulu Mogok karena Honor Tak Dibayar, Rumah dan Kendaraan Warga Dilalap Api

Regional
Berniat Melerai, Tukul Malah Tertembak 'Airsoft Gun' saat Polisi Anggota Polda Jateng Adu Mulut dengan Keluarganya Sendiri

Berniat Melerai, Tukul Malah Tertembak "Airsoft Gun" saat Polisi Anggota Polda Jateng Adu Mulut dengan Keluarganya Sendiri

Regional
Nasib Pemadam Kebakaran di Bengkulu, Bekerja Bertaruh Nyawa, tapi Merana Honor 5 Bulan Tak Diterima, Utang Sana Sini

Nasib Pemadam Kebakaran di Bengkulu, Bekerja Bertaruh Nyawa, tapi Merana Honor 5 Bulan Tak Diterima, Utang Sana Sini

Regional
Pelabuhan Tanjung Balai Karimun Kembali Buka Rute ke Malaysia, Penumpang Membeludak

Pelabuhan Tanjung Balai Karimun Kembali Buka Rute ke Malaysia, Penumpang Membeludak

Regional
Ancam Sebar Video Call Seks, Transpuan di Lombok Timur Ditangkap

Ancam Sebar Video Call Seks, Transpuan di Lombok Timur Ditangkap

Regional
Ada Wabah PMK, Dispertan Sukoharjo Jamin Ketersediaan Hewan Kurban Idul Adha

Ada Wabah PMK, Dispertan Sukoharjo Jamin Ketersediaan Hewan Kurban Idul Adha

Regional
KM Sirimau Kembali Berlayar, Penumpang: Senang Sekali Akhirnya Bisa Pulang...

KM Sirimau Kembali Berlayar, Penumpang: Senang Sekali Akhirnya Bisa Pulang...

Regional
Saat Bupati Blora Semprot Kandang dan Sapi Milik Peternak Guna Waspadai PMK...

Saat Bupati Blora Semprot Kandang dan Sapi Milik Peternak Guna Waspadai PMK...

Regional
5 Bulan Tak Gajian, 120 Damkar dan Satpol PP Lebong Bengkulu Sambung Hidup dengan Berutang

5 Bulan Tak Gajian, 120 Damkar dan Satpol PP Lebong Bengkulu Sambung Hidup dengan Berutang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.