Perjuangan Kakek Yoseph, Tukang Parkir yang Berhasil Sekolahkan Anak hingga Bekerja di Jerman

Kompas.com - 03/12/2021, 05:54 WIB

 

Suka duka

Pekerjaan sebagai juru parkir bukanlah pekerjaan yang mudah bagi Yoseph di usianya yang kini sudah senja.

Setiap hari kakek berusia 66 tahun ini harus rela bangun lebih pagi untuk pergi bekerja di jalanan, di saat rekan-rekan seusianya bersantai di rumah sambil menikmati secangkir teh ditemani anak dan cucu.

Menurut Yoseph selama bekerja sebagai juru parkir lebih dari enam tahun terakhir, banyak suka dan duka yang sudah dilewati.

Kadang ia harus bekerja dibawa terik matahari, dan saat tertentu ia harus rela bayah kuyup dan menahan dingni saat hujan turun.

Meski begitu ia tetap bersyukur karena masih diberikan umur panjang dan kesehatan untuk tetap bekerja.

Baca juga: Vaksinasi Door to Door di Ambon, Wali Kota: Kalau Ada Masyarakat yang Tidak Mau, Jangan Paksa...

Yoseph mengisahkan, kerap kali ada kejadian yang membuatnya kesal dan kecewa.

Pernah ada pemilik sepeda motor yang pergi begitu saja tanpa permisi dan membayar uang parkiran.

Kejadian seperti itu kerap dialaminya namun Yoseph mengaku tetap bersabar.

“Kalau seperti itu sudah sering kali, mungkin karena mereka (pemilik motor) lihat saya sudah tua jadi mereka sesuka hati saja. Sebenarnya kalau mereka bilang ke saya baik-baik saya maklumi tapi kalau peergi tanpa permisi saat saya ada di situ kecewa sekali,” ujarnya.

Hal lainnya yang juga kerap membuatnya kecewa, ada orang dan teman-temannya yang selalu menganggap pekerjaaan sebagai juru parkir sama seperti pengemis.

“Ada yang bilang begitu ke saya, pekerjaan seperti mengemis, tapi saya diam saja,” katanya.

Baca juga: Demo 60 Tahun Kemerdekaan Papua Barat di Ambon Berujung Ricuh, Polisi Bubarkan Massa

Tapi tidak semua kejadian mengecewakan selalu datang. Ada orang-orang baik yang juga ternyata sangat berempati dengan Yoseph.

Beberapa pengendara motor yang memarkirkan kendaraannya kadang memberinya lebih saat akan meninggalkan area parkiran.

“Kalau seperti itu banyak juga, kadang ada yang kasih sampai Rp 50.000 apalagi saat saya masih di Sam Ratulangi,” katanya.

Bagi Yoseph, Tuhan telah menaruh rezeki bagi setiap orang yang mau berusaha.

Karenanya dia juga tidak merasa putus asa atau malu dengan pekerjaannya saat ini. Dia meyakini, setiap pekerjaan apapun itu pasti ada berkahnya.

“Untuk apa malu, saya tidak mencuri, saya kerja halal, Tuhan juga tahu,” katanya.

Baca juga: Guru SD di Ambon Perkosa Remaja yang Ia Pergoki Mesum dengan Pacar, Ini Ceritanya

Dilarang

Yoseph mengaku, awalnya pekerjaan sebagai juru parkir dilakoninya sendirian.

Namun karena kondisi kebutuhan keluarga yang semakin sulit, istrinya Lin Fernatyanan ikut memilih bekerja sebagai juru parkir.

Keduanya mulai bekerja sebagai juru parkir di kawasan Sam Ratulangi hingga pindah ke kawasan Jalan Pattimura saat ini.

“Istri mulai ikut saya bekerja di juru parkir mulai dari Sam Ratulangi dan saat ini sama-sama di sini,” ujanrya.

Yospeh mengaku, awalnya anak-anaknya tidak mempersoalkan pekerjaan orangtua sebagai juru parkir.

Namun belakangan, mereka mulai meminta agar Yoseph dan istrinya beristirahat saja di rumah.

“Mereka bilang saya sudah tidak ada tanggungan lagi jadi mau kerja buat siapa lagi. Jadi mereka suruh saya dan istri istirahat saja di rumah,” katanya.

Baca juga: Video Viral Perempuan Dianiaya Remaja di Ambon, Pelaku Resmi Jadi Tersangka

Yoseph mengaku, anak-anaknya meminta agar ia dan istrinya berhenti dari juru parkir bukan karena malu tetapi karena mengkhawatirkan kondisi keduanya yang sudah tua.

“Mungkin karena anak-anak lihat kita sudah tua jadi mereka suru kita istirahat saja, bukan karena malu, karena bagi saya pekerjaan apapun selama itu halal tidak masalah,” katanya.

Yospeh mengaku saat ini dia dan istrinya masih tetap bekerja di jalan karena keduanya bercita-cita ingin membangun rumah sendiri.

Saat ini rumah yang mereka tempati di akwasan Gunung Nona, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon merupakan bekas asrama milik gereja.

“Jadi saat ini kita bekerja ini untuk bangun rumah, karena saat ini kita tinggal itu di tanah milik gereja,” ujarnya.

Ia juga berkeinginan di hari tuanya saat ini ia dan keluarganya bisa berkumpul bersama di tempat yang nyaman sebagaimana harapan semua orangtua.

Karena itu setiap hari ia dan istrnya tetap bekerja dari siang hingga malam hanya untuk mengumpulkan rezeki guna mewujudkan cita-citanya membangun rumah yang layak.

“Saat ini saya bekerja siang hari malam hanya untuk membangun rumah. Anak yang di Jerman juga sudah kirim uang untuk membantu,” katanya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sumber Gempong, Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Sumber Gempong, Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Regional
Terseret Arus Saat Berenang di Sungai, Bocah 11 Tahun di Tabalong Kalsel Tenggelam

Terseret Arus Saat Berenang di Sungai, Bocah 11 Tahun di Tabalong Kalsel Tenggelam

Regional
Curug Malela, Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Curug Malela, Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Regional
[POPULER NUSANTARA] Menanti Kabar Baik dari Swiss | Wisatawan Dipaka Sewa Jip Saat ke Bunker Kaliadem

[POPULER NUSANTARA] Menanti Kabar Baik dari Swiss | Wisatawan Dipaka Sewa Jip Saat ke Bunker Kaliadem

Regional
Viral karena Wisatawan Dipaksa Sewa Jip, Ini Sejarah Kelam Bungker Kaliadem Sleman

Viral karena Wisatawan Dipaksa Sewa Jip, Ini Sejarah Kelam Bungker Kaliadem Sleman

Regional
Anggota Brimob Tembak Warga di Kebun Kelapa Sawit Kalbar, Polda Sebut Tangkap DPO yang Hendak Rebut Senjata

Anggota Brimob Tembak Warga di Kebun Kelapa Sawit Kalbar, Polda Sebut Tangkap DPO yang Hendak Rebut Senjata

Regional
Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 29 Mei 2022, Pagi Cerah Berawan, Sore Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 29 Mei 2022, Pagi Cerah Berawan, Sore Cerah Berawan

Regional
Bukit Paralayang Watugupit, Daya Tarik, Biaya, dan Rute

Bukit Paralayang Watugupit, Daya Tarik, Biaya, dan Rute

Regional
UPDATE Covid-19 di Kaltim, Kalteng, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Mei 2022

UPDATE Covid-19 di Kaltim, Kalteng, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Mei 2022

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 28 Mei 2022

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 28 Mei 2022

Regional
Diundang Ahmad Sahroni Hadiri Formula E, Gibran: Aku Sudah di-WA, Santai Saja

Diundang Ahmad Sahroni Hadiri Formula E, Gibran: Aku Sudah di-WA, Santai Saja

Regional
Tabrakan Mobil Vs Kereta Api di Lamongan, 3 Orang Terluka

Tabrakan Mobil Vs Kereta Api di Lamongan, 3 Orang Terluka

Regional
Anggota Brimob Diduga Tembak Warga di Kebun Sawit Ketapang Kalbar, Ini Penjelasan Polisi

Anggota Brimob Diduga Tembak Warga di Kebun Sawit Ketapang Kalbar, Ini Penjelasan Polisi

Regional
30 Orang Calon PMI Ilegal Diamankan Saat Hendak Menyeberang ke Malaysia

30 Orang Calon PMI Ilegal Diamankan Saat Hendak Menyeberang ke Malaysia

Regional
Pulau Bair, Obyek Wisata di Maluku Tenggara, Daya Tarik, Penginapan, dan Rute

Pulau Bair, Obyek Wisata di Maluku Tenggara, Daya Tarik, Penginapan, dan Rute

Regional
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.