Serang Polisi Saat Ditangkap, Bandar Narkoba di Pinrang Sulsel Ditembak

Kompas.com - 02/12/2021, 05:55 WIB
Ruslan alias Cullang ketika mendapatkan perawatan usai ditembak polisi di bagian kaki. Bandar narkoba jenis sabu dan residivis kasus begal ini dilumpuhkan karena menyerang petugas saat ditangkap di Kelurahan Tadokkong, Kecamatan Lembang, Pinrang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. KOMPAS.com/SUDDIN SYAMSUDDINRuslan alias Cullang ketika mendapatkan perawatan usai ditembak polisi di bagian kaki. Bandar narkoba jenis sabu dan residivis kasus begal ini dilumpuhkan karena menyerang petugas saat ditangkap di Kelurahan Tadokkong, Kecamatan Lembang, Pinrang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

PINRANG, KOMPAS.Com - Seorang bandar narkoba di Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) ditembak karena menyerang polisi saat hendak ditangkap.

Ruslan alisas Cullang  diamankan saat menjual sabu-sabu kepada polisi yang menyamar. Saat ditangkap, pelaku melawan petugas dengan senjata tajam sehingga dia diganjar timah panas.

Baca juga: CCTV Merekam Saat Polisi Jadi Korban Tabrak Lari Bandar Narkoba

"Pelaku adalah residivis kasus sabu-sabu dan kasus begal. Dari tangan pelaku kami mendapat 1 ball atau 50 gram sabu-sabu siap edar," Jelas Kasat Narkoba Polres Pinrang AKP Theodorus Echeal Setiyawan, Rabu (1/12/2021).

Rusaln yang merupakan warga Kelurahan Tadokkong, Kecamatan Lembang, Sulawesi Selatan itu dilumpuhkan di bagian kaki saat dibekuk.

Pasalnya, ia menyerang petugas dengan sebilah golok dan nyaris melukai anggota sat narkoba Polres Pinrang yang menyamar sebagai pembeli.

Seusai menyerang petugas, Ruslan berusaha kabur dengan cara melompat dari bagian panggung rumahnya, sehingga dia ditembak.

" Ia kami lumpuhkan saat ditangkap karena menyerang anggota kami yang menyamar sebagai pembeli. Terpaksa ia kami lumpuhkan dengan tembakan di bagian kaki, " tutur Theodorus.

AKP Theodorus melanjutkan, dari tangan tersangka petugas tidak hanya menyita narkoba, namun juga mengamankan satu lakban, gunting, ponsel, alat tester sabu, dan sebilah parang.

Karena perbuatanya, pelaku dikenakan pasal 114, ayat 2 Undang-undang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun.

Baca juga: Polisi Jadi Korban Tabrak Lari Saat Mengejar Bandar Narkoba di Tol Palikanci

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kumpulkan Raja dan Lurah, Wali Kota Ambon Minta Warga Tidak Terpancing Provokasi

Kumpulkan Raja dan Lurah, Wali Kota Ambon Minta Warga Tidak Terpancing Provokasi

Regional
Minyak Goreng di Pasar Tradisional Kabupaten Semarang Sudah Dijual Rp 14.000

Minyak Goreng di Pasar Tradisional Kabupaten Semarang Sudah Dijual Rp 14.000

Regional
Polisi Tangkap Sopir dan Kernet Angkot yang Perkosa Penumpangnya dalam Mobil

Polisi Tangkap Sopir dan Kernet Angkot yang Perkosa Penumpangnya dalam Mobil

Regional
Dilaporkan sebagai Pelaku Asusila, Oknum Ketua RW di Nunukan Segera Dipecat

Dilaporkan sebagai Pelaku Asusila, Oknum Ketua RW di Nunukan Segera Dipecat

Regional
Rugikan Negara hingga Rp 1,3 Miliar, Seorang Makelar Tanah Ditangkap

Rugikan Negara hingga Rp 1,3 Miliar, Seorang Makelar Tanah Ditangkap

Regional
Tertangkap, 2 Jambret dan Motornya di Palembang Dibakar Massa

Tertangkap, 2 Jambret dan Motornya di Palembang Dibakar Massa

Regional
Kilas Balik Penerapan Parliamentary Threshold dalam Pelaksanaan Pemilu 2009 hingga 2019

Kilas Balik Penerapan Parliamentary Threshold dalam Pelaksanaan Pemilu 2009 hingga 2019

Regional
Gubernur Syamsuar: Riau Punya 426.579 Hektare Kebun Kelapa, Peluang Pengembangan Terbuka

Gubernur Syamsuar: Riau Punya 426.579 Hektare Kebun Kelapa, Peluang Pengembangan Terbuka

Regional
Kabur 2 Hari, Tahanan di NTB Ditemukan Sembunyi di Rumah Kakeknya

Kabur 2 Hari, Tahanan di NTB Ditemukan Sembunyi di Rumah Kakeknya

Regional
Kadin Perdagangan Kendal: Mulai Besok, Harga Minyak Goreng Harus Rp 14.000 Per Liter

Kadin Perdagangan Kendal: Mulai Besok, Harga Minyak Goreng Harus Rp 14.000 Per Liter

Regional
Kilas Balik Aturan Presidential Threshold dari Pilpres 2004 hingga 2019

Kilas Balik Aturan Presidential Threshold dari Pilpres 2004 hingga 2019

Regional
Pengungsi Rohingya Dapat Fasilitas Telepon untuk Melepas Kangen

Pengungsi Rohingya Dapat Fasilitas Telepon untuk Melepas Kangen

Regional
Dugaan Pungli di Pasar Randublatung Blora Diusut Polisi, Tiap Pedagang Diminta Rp 50 Juta

Dugaan Pungli di Pasar Randublatung Blora Diusut Polisi, Tiap Pedagang Diminta Rp 50 Juta

Regional
Puluhan Mahasiswa Demo Wali Kota Lhokseumawe, Desak Tertibkan Pungli di Sekolah

Puluhan Mahasiswa Demo Wali Kota Lhokseumawe, Desak Tertibkan Pungli di Sekolah

Regional
2 Jambret di Palembang Nyaris Tewas Dibakar Massa, Ini Kronologinya

2 Jambret di Palembang Nyaris Tewas Dibakar Massa, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.