Guru SD Diduga Perkosa Seorang Remaja, Berawal Pergoki Korban Berbuat Mesum

Kompas.com - 01/12/2021, 05:57 WIB

AMBON, KOMPAS.com - LOS, seorang oknum guru sekolah dasar (SD) di Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan, Maluku, dilaporkan ke polisi karena diduga memerkosa seorang remaja berusia 18 tahun.

Aksi tak senonoh itu terjadi di atas talud pantai, tepat di belakang rumah pelaku di salah satu desa di Kecamatan Waesama, Jumat (19/11/2021) malam.

Korban WAW (18), dan keluarganya tak terima dengan perbuatan pelaku. Mereka membuat laporan terkait kasus itu di Polsek Waesama pada Senin (29/11/2021).

Saat melaporkan kejadian itu, korban didampingi kakak kandungnya.

“Korban sudah dimintai keterangan, dan saat ini kasusnya masih diselidiki," kata Paur Subbag Humas Polres Pulau Buru Aipda MYS Djamaludin kepada Kompas.com saat dihubungi dari Ambon, Selasa (30/11/2021).

Baca juga: Angin Puting Beliung Rusak 5 Rumah Warga di Kabupaten Buru Selatan

Djamaludin menjelaskan, kasus pemerkosaan itu bermula ketika LOS memergoki korban dan kekasihnya, LRO, berhubungan seks.

Panik dipergoki sedang mesum, LRO langsung kabur. Sementara korban langsung ditahan pelaku.

“Saat dipergoki pacar korban langsung lari meninggalkan korban sendirian tanpa memakai celana, sedangkan korban tidak bisa kemana-mana, karena pelaku telah menahan tangan korban,” kata Djamaludin.

Setelah melihat pacar korban kabur, LOS memanfaatkan kondisi itu dengan memaksa WAW melakukan hubungan seks.

Djamaludin menambahkan, korban sempat melawan dan meronta. Namun, pelaku mengancam melaporkan kejadian itu ke orangtua korban.

"Pelaku mengancam akan melaporkan perbuatan korban kepada orangtuanya dan Kepala Desa, apabila korban tidak melayani pelaku berhubungan badan,” katanya.

 

Setelah memerkosa korban, pelaku menyuruh remaja perempuan itu pulang ke rumah.

Tiba di rumah, korban melaporkan insiden pemerkosaan itu kepada keluarganya. Mereka lalu membuat laporan polisi.

“Setelah menceritakan kejadian itu ke keluarganya, korban ditemani kakak kandungnya kemudian lapor ke Polsek Weasama," ujarnya.

Baca juga: Vaksinasi Door to Door di Ambon, Wali Kota: Kalau Ada Masyarakat yang Tidak Mau, Jangan Paksa...

Djamaludin mengaku laporan polisi sudah diterima. Korban juga telah menjalani visum dan dimintai keterangannya.

“Barang bukti yang sudah diamankan yaitu pakaian yang digunakan malam kejadian. Kasus ini masih dalam penyelidikan, dan kita akan jadwalkan pemeriksaan ke terduga pelaku,” jelasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Alat Berat Dikerahkan Hancurkan Peralatan Penambang Ilegal di Gunung Botak

Alat Berat Dikerahkan Hancurkan Peralatan Penambang Ilegal di Gunung Botak

Regional
Tanaman Ganja yang Ditemukan di Lahan Keerom Papua Diduga Akan Dijual ke Warga Luar Daerah

Tanaman Ganja yang Ditemukan di Lahan Keerom Papua Diduga Akan Dijual ke Warga Luar Daerah

Regional
38 Satwa Endemik Papua Dilepasliarkan di Kampung Repang Muaif Jayapura

38 Satwa Endemik Papua Dilepasliarkan di Kampung Repang Muaif Jayapura

Regional
Masalah keluarga, Napi Lapas Nunukan Gantung Diri di Toilet

Masalah keluarga, Napi Lapas Nunukan Gantung Diri di Toilet

Regional
Pandemi Terkendali, Gubernur Kaltim Isran Noor: Jangan Sampai Covid-19 Ini Kembali

Pandemi Terkendali, Gubernur Kaltim Isran Noor: Jangan Sampai Covid-19 Ini Kembali

Regional
Pamitan di Hari Terakhir Menjabat, Wali Kota Salatiga dan Wakilnya Berurai Air Mata

Pamitan di Hari Terakhir Menjabat, Wali Kota Salatiga dan Wakilnya Berurai Air Mata

Regional
Kesaksian Warga di Lokasi Kecelakaan Maut Bus Peziarah: Suara Mesinnya Bergemuruh...

Kesaksian Warga di Lokasi Kecelakaan Maut Bus Peziarah: Suara Mesinnya Bergemuruh...

Regional
Bus Peziarah Kecelakaan di Ciamis, Polda Banten: 1 Orang Tewas Warga Sukamulya Tangerang

Bus Peziarah Kecelakaan di Ciamis, Polda Banten: 1 Orang Tewas Warga Sukamulya Tangerang

Regional
3 Pelaku 'Skimming' Bank Riau Kepri Ditangkap, Ada WNA Terlibat

3 Pelaku "Skimming" Bank Riau Kepri Ditangkap, Ada WNA Terlibat

Regional
Tak Sengaja 'Ngopi' di Tambang Diduga Ilegal yang Masuk Kawasan IKN...

Tak Sengaja "Ngopi" di Tambang Diduga Ilegal yang Masuk Kawasan IKN...

Regional
Cerita di Balik Keluarga Tinggalkan dan Jual Rumah Lokasi Syuting 'KKN di Desa Penari'

Cerita di Balik Keluarga Tinggalkan dan Jual Rumah Lokasi Syuting "KKN di Desa Penari"

Regional
Patok Liar Mendadak Muncul di Kawasan Sekitar IKN

Patok Liar Mendadak Muncul di Kawasan Sekitar IKN

Regional
Ini Jadwal dan Harga Tiket Kapal Terbaru Pelayaran Karimun-Malaysia

Ini Jadwal dan Harga Tiket Kapal Terbaru Pelayaran Karimun-Malaysia

Regional
Video Viral Ibu Hamil Digendong Menyeberangi Sungai, Ini Kata Dinkes Lombok Tengah

Video Viral Ibu Hamil Digendong Menyeberangi Sungai, Ini Kata Dinkes Lombok Tengah

Regional
'Ada IKN Ini Kami Merasa Waswas, Khawatir Hak Masyarakat Adat Tak Dihargai'

"Ada IKN Ini Kami Merasa Waswas, Khawatir Hak Masyarakat Adat Tak Dihargai"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.