Rumah Sakit di Blitar Laporkan Peningkatan Kasus Gigitan Ular Berbisa Selama November

Kompas.com - 30/11/2021, 16:21 WIB
Ilustrasi ular kobra Jawa atau Javan spitting cobra (Naja sputatrix) banyak dijumpai di permukiman di Jakarta dan sekitarnya. Ular berbisa, taring ular. SHUTTERSTOCK/Kurit afshenIlustrasi ular kobra Jawa atau Javan spitting cobra (Naja sputatrix) banyak dijumpai di permukiman di Jakarta dan sekitarnya. Ular berbisa, taring ular.

BLITAR, KOMPAS.com - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ngudi Waluyo di Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, melaporkan peningkatan kasus pasien digigit ular berbisa dalam sebulan terakhir.

Humas RSUD Ngudi Waluyo Mustiko mengatakan, setidaknya terdapat empat pasien yang berobat di instalasi gawat darurat (IGD) karena digigit ular berbisa selama November.

"Baru saja masuk pasien di IGD karena digigit ular berbisa di pekarangan rumahnya," ujar Mustiko kepada Kompas.com, Selasa (30/11/2021).

Seperti kasus yang menimpa anggota Polres Blitar Aipda Fathurrahman, pasien perempuan yang baru masuk itu digigit ular berbisa saat membersihkan rumput dan semak belukar di pekarangan rumah.

"Pasien masih harus menjalani observasi dua atau tiga hari setelah dilakukan penanganan pertama akibat gigitan ular berbisa," ujarnya.

Sebelumnya, tambah Mustiko, terdapat tiga pasien laki-laki yang lebih dulu berobat di IGD RSUD Ngudi Waluyo akibat tergigit ular berbisa.

Kata Mustiko, mereka adalah warga perdesaan di mana dimungkinan masih terdapat ular berbisa di lingkungan sekitarnya.

Baca juga: Digigit Ular Hijau Ekor Merah Saat Bersihkan Pekarangan, Seorang Polisi di Blitar Tewas

Mustiko memastikan empat kasus gigitan ular berbisa yang ditangani RSUD Ngudi Waluyo lebih tinggi jumlahnya dibandingkan bulan sebelumnya.

Namun, ia tidak dapat memastikan hubungan antara peningkatan kasus gigitan ular berbisa dengan musim hujan.

"Tapi seingat saya memang setiap musim hujan terdapat kenaikan kasus gigitan ular berbisa. Bulan-bulan sebelumnya tidak selalu ada pasien tergigit ular," ujarnya.

Pasien yang baru masuk akibat digigit ular, kata dia, kondisinya stabil.

Namun Mustiko tidak dapat memastikan bagaimana kondisi tiga pasien yang lebih dulu pernah dilarikan ke IGD RSUD Ngudi Waluyo karena ketiganya berstatus "pulang paksa" setelah mendapatkan pertolongan pertama di IGD.

"Rata-rata karena alasan biaya mereka tidak bersedia menjalani rawat inap," ujarnya.

Klarifikasi kasus Aipda Fathurrahman

Pada kesempatan itu, Mustiko mengklarifikasi pemberitaan yang menyebutkan Aipda Fathurrahman sempat dirawat di RSUD Ngudi Waluyo.

"Kami sempat kaget baca berita bahwa Almarhum sempat dirujuk di sini, padahal tidak. Mungkin di rumah sakit lain, apakah RSUD Mardhi Waluyo (Kota Blitar) atau RSUD Srengat," ujarnya.

 

8 Pasien di RSUD Mardhi Waluyo

Wakil Direktur RSUD Mardhi Waluyo Herya Putra mengatakan, terdapat delapan pasien yang dirawat akibat digigt ular selama November.

Meski tidak menyebutkan jumlah pasien berobat akibat gigitan ular berbisa selama Oktober, Herya memastikan adanya kenaikan pasien tergigit ular berbisa selama November.

"Dari delapan pasien itu, satu masih dirawat, dua pasien pulang atas permintaan sendiri, dan lima pasien menjalani rawat jalan," ujarnya kepada Kompas.com.

Menurut Herya, pasien yang mengalami gigitan ular berbisa akan disuntik serum anti bisa ular jika efek dari bisa ular cukup berat.

Baca juga: Larang ASN Cuti Saat Nataru, Wali Kota Blitar: Kalau Telanjur Harus Dibatalkan

Suntikan serum anti bisa ular, kata dia, juga diberikan kepada pasien yang digigit sejumlah jenis ular yang dikenal memiliki bisa mematikan seperti ular kobra, ular weling, dan lainnya.

Sebelumnya, Kepala Unit Samapta Polsek Garum di jajaran Polres Blitar Aipda Fathurrahman meninggal dalam perawatan rumah sakit Bhayangkara di Kota Kediri setelah menjalani perawatan selama tiga hari akibat digigit ular berbisa.

Kapolsek Srengat AKP Yusuf mengatakan Fathurrahman digigit ular hijau ekor merah yang biasa disebut "ulo luwuk" oleh warga Blitar di sekitar rumahnya di Desa Wonorejo, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.

Menurut Yusuf, Fathurrahman digigit pada pergelangan tangan kanannya saat membersihkan pekarangan rumah pada Jumat pekan lalu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Begal Taksi 'Online' di Palembang Gagal Beraksi Usai Ditusuk Obeng oleh Korban dan Dihajar Massa

Begal Taksi "Online" di Palembang Gagal Beraksi Usai Ditusuk Obeng oleh Korban dan Dihajar Massa

Regional
Mikie Funland: Jam Buka, Harga Tiket, dan Daya Tarik

Mikie Funland: Jam Buka, Harga Tiket, dan Daya Tarik

Regional
Gegerkan Warga, Balita 1,5 tahun di Pemalang Hilang Misterius Saat Ditinggal ke Dapur

Gegerkan Warga, Balita 1,5 tahun di Pemalang Hilang Misterius Saat Ditinggal ke Dapur

Regional
Kisah Anak Curi Uang Buat Beli Ponsel Agar Bisa PJJ di Tasikmalaya Diangkat Jadi Film

Kisah Anak Curi Uang Buat Beli Ponsel Agar Bisa PJJ di Tasikmalaya Diangkat Jadi Film

Regional
Al Muktabar Jadi Pj Gubernur Banten, Ketua DPRD Singgung soal Reformasi Birokrasi

Al Muktabar Jadi Pj Gubernur Banten, Ketua DPRD Singgung soal Reformasi Birokrasi

Regional
MXGP Samota, Sejumlah Pantai Dijadikan Area Camping Ground, Mana Saja?

MXGP Samota, Sejumlah Pantai Dijadikan Area Camping Ground, Mana Saja?

Regional
Malino Highlands di Sulawesi Selatan: Harga Tiket, Jam Buka, Rute, dan Resort

Malino Highlands di Sulawesi Selatan: Harga Tiket, Jam Buka, Rute, dan Resort

Regional
Dampak Wabah PMK, Stok Hewan Kurban di Tanjungpinang Kurang

Dampak Wabah PMK, Stok Hewan Kurban di Tanjungpinang Kurang

Regional
Tinggal di Rumah Sendirian, IRT di Deli Serdang Tewas Terbakar

Tinggal di Rumah Sendirian, IRT di Deli Serdang Tewas Terbakar

Regional
Jenazah Korban Kebakaran Kilang Minyak Balikpapan Diterbangkan ke Medan

Jenazah Korban Kebakaran Kilang Minyak Balikpapan Diterbangkan ke Medan

Regional
Tak Mampu Selesaikan 'Malioboro-nya' Tegal, Kontraktor Diputus Kontrak

Tak Mampu Selesaikan "Malioboro-nya" Tegal, Kontraktor Diputus Kontrak

Regional
Kasus PMK di Aceh Tamiang Bertambah, Polisi Putar Balik Mobil Pengangkut Sapi

Kasus PMK di Aceh Tamiang Bertambah, Polisi Putar Balik Mobil Pengangkut Sapi

Regional
Gibran Kecewa Progres Pembangunan Tirtamas Waterpark di Solo Lambat

Gibran Kecewa Progres Pembangunan Tirtamas Waterpark di Solo Lambat

Regional
Kasus Jalan Provinsi Dirusak Perusahaan Tambang, Kajati: 2 Bulan Tak Ada Solusi, Saya Pidanakan

Kasus Jalan Provinsi Dirusak Perusahaan Tambang, Kajati: 2 Bulan Tak Ada Solusi, Saya Pidanakan

Regional
Buntut 40 Petani Ditangkap, Gubernur Bengkulu: PT DDP Siap Serahkan 900 Hektar Tanah ke Petani

Buntut 40 Petani Ditangkap, Gubernur Bengkulu: PT DDP Siap Serahkan 900 Hektar Tanah ke Petani

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.