Tanah Longsor Jebol Dinding Mushala dan Rumah Warga di Blitar

Kompas.com - 30/11/2021, 10:53 WIB

BLITAR, KOMPAS.com - Bencana tanah longsor terjadi di sejumlah titik di wilayah Kabupaten Blitar bagian utara yang berada di kaki Gunung Kawi dan Gunung Kelud, Senin (29/11/2021).

Logsoran tersebut mengakibatkan jebolnya dinding mushala, rumah warga, serta menutup jalan desa.

Baca juga: Larang ASN Cuti Saat Nataru, Wali Kota Blitar: Kalau Telanjur Harus Dibatalkan

Setidaknya dilaporkan empat kejadian tanah longsor di tiga kecamatan yang berdampak langsung pada masyarakat.

Kepala Seksi Humas Polres Blitar Iptu Udiyono mengatakan, di Dusun Genjong, Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi, tebing longsor dan menjebol dinding sebuah mushala .

"Longsor sekitar pukul 17.20 WIB mengakibatkan dinding Mushala Al Furqon jebol di dua titik," ujar Udiyono saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (30/11/2021).

Baca juga: Kronologi Aipda Fathurrahman Tewas Digigit Ular, Sempat Menebas Pakai Golok

Udiyono mengatakan, bangunan mushala mengalami kerusakan cukup parah.

Dinding yang jebol tidak hanya pada dinding ruang utama tapi juga dinding ruang imam.

Meski demikian, kata dia, tidak ada korban luka atau jiwa.

"Beruntung, mushala sedang kosong ketika longsor menjebol dinding dan ruang pengimaman," jelasnya.

Baca juga: Petani Blitar Temukan Granat Nanas Aktif Saat Mencangkul Ladang

 

Bencana tanah longsor di Desa Semen, Kecamatan Gandusari mengakibatkan rumah warga mengalami kerusakan dan satu ruas jalan desa tertutup material tanah longsor.

Udiyono mengatakan, rumah warga atas nama Riadi di desa tersebut mengalami kerusakan ringan akibat diterjang tanah longsor.

Titik longsor yang lain di desa yang sama, lanjutnya, mengakibatkan jalan desa yang menjadi penghubung dua dusun tertutup material tanah longsor.

Baca juga: Detik-detik Petani di Malang Tewas Tertimbun Longsor, Sempat Menolak Diajak Pulang oleh Istri

Laporan terakhir bencana tanah longsor berasal dari Desa Resapombo, Kecamatan Doko.

"Di Desa Resapombo, mengakibatkan dinding rumah warga atas nama Purwandi jebol diterjang material tanah yang longsor," ujarnya.

Menurut Udiyono, karena peristiwa tanah longsor terjadi pada sore menjelang malam maka upaya penanganan pertama baru dilakukan pada pagi hari ini, Selasa (30/11/2021).

Penanganan dilakukan dengan gotong royong warga setempat dan didukung Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kepolisian, serta TNI.

Udiyono mengimbau, warga yang tinggal di tepi tebing atau di sekitar tanah dengan kemiringan curam untuk selalu waspada selama musim hujan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BNN Banten Resmi Tahan 2 Hakim dan ASN PN Rangkasbitung, 1 Tersangka Direhab

BNN Banten Resmi Tahan 2 Hakim dan ASN PN Rangkasbitung, 1 Tersangka Direhab

Regional
2 Hakim PN Rangkasbitung Diamankan BNN, Pengamat: Sangat Memalukan...

2 Hakim PN Rangkasbitung Diamankan BNN, Pengamat: Sangat Memalukan...

Regional
Alasan Gibran Wajibkan Siswa Tetap Pakai Masker di Sekolah

Alasan Gibran Wajibkan Siswa Tetap Pakai Masker di Sekolah

Regional
Banjir Rob Rendam Sejumlah Wilayah di Banjarmasin

Banjir Rob Rendam Sejumlah Wilayah di Banjarmasin

Regional
Perjuangan Teguh Terjang Rob di Pelabuhan demi Selamatkan Sepeda Motor Istrinya

Perjuangan Teguh Terjang Rob di Pelabuhan demi Selamatkan Sepeda Motor Istrinya

Regional
Ada 359 Aduan THR, Disnakertrans Banten: Perusahaan Utak-atik Perjanjian Kerja dan Aturan

Ada 359 Aduan THR, Disnakertrans Banten: Perusahaan Utak-atik Perjanjian Kerja dan Aturan

Regional
Usut Kematian Pria Bersimbah Darah di Lembata, Polisi Tunggu Hasil Visum

Usut Kematian Pria Bersimbah Darah di Lembata, Polisi Tunggu Hasil Visum

Regional
Korban Kecelakaan Bus Peziarah yang Dirawat di RSUD Ciamis Sudah Pulang

Korban Kecelakaan Bus Peziarah yang Dirawat di RSUD Ciamis Sudah Pulang

Regional
Pendaki Gunung Rinjani Terperosok ke Jurang 10 Meter, Ditemukan Selamat dengan Kondisi Patah Kaki

Pendaki Gunung Rinjani Terperosok ke Jurang 10 Meter, Ditemukan Selamat dengan Kondisi Patah Kaki

Regional
Petugas Kesulitan Tambal Tanggul yang Jebol di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Segini Tinggi Air Rob

Petugas Kesulitan Tambal Tanggul yang Jebol di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Segini Tinggi Air Rob

Regional
Demi Konten 'Live' IG, Puluhan Remaja Konvoi Bawa Pedang dan Celurit di Jalan, Ini Akibatnya

Demi Konten "Live" IG, Puluhan Remaja Konvoi Bawa Pedang dan Celurit di Jalan, Ini Akibatnya

Regional
Persoalan Tambang Emas Ilegal di Gunung Botak Butuh Peran Semua Pihak

Persoalan Tambang Emas Ilegal di Gunung Botak Butuh Peran Semua Pihak

Regional
Proyek Air Baku untuk IKN di Intake Sepaku Baru Rampung 10 Persen

Proyek Air Baku untuk IKN di Intake Sepaku Baru Rampung 10 Persen

Regional
Seperangkat Alat Shalat dan Jam Tangan Jadi Maskawin Pernikahan Adik Jokowi

Seperangkat Alat Shalat dan Jam Tangan Jadi Maskawin Pernikahan Adik Jokowi

Regional
Diusir Guru Saat Masuk Sekolah karena Kasus Narkoba, Siswa: Saya Baru Selesai Rehab, Ingin Sekolah

Diusir Guru Saat Masuk Sekolah karena Kasus Narkoba, Siswa: Saya Baru Selesai Rehab, Ingin Sekolah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.