"Chat" Berisi Ancaman Pembunuhan Dibaca Ibu, Terungkap Anaknya Dicabuli Pelakunya Berulangkali

Kompas.com - 29/11/2021, 22:26 WIB
Ilustrasi pelecehan seksual ShutterstockIlustrasi pelecehan seksual

PEMATANGSIANTAR, KOMPAS.com - Polisi menciduk seorang pria inisial AS (59) pelaku pencabulan terhadap seorang siswi inisial EL (16). Korban mengaku takut memberitahu peristiwa itu kepada ibunya lantaran pelaku mengancam dirinya.

Kasubag Humas Polres Pematangsiantar, Iptu Rusdi Ahya, mengatakan AS diciduk dari kediamannya di Kecamatan Siantar Utara, Jumat tanggal 26 November 2021 sekitar pukul 22.15 WIB.

Baca juga: Kasus Dua Anak Dicabuli Sekeluarga di Padang, Ketua RW: Ibunya Jarang Pulang, Malah Anggap Pengakuan Korban Mengada-ada

Penangkapan terhadap tersangka atas laporan pengaduan Ibu korban inisial ES (47) pada 9 November 2021.

Terungkapnya kasus ini berawal dari Ibu korban memeriksa aplikasi percakapan Facebook milik putrinya. Ia curiga dengan isi pesan yang dikirim oleh AS.

Baca juga: Kisah Pilu Siswi SMP di Salatiga, 12 Tahun Diperkosa Ayah Kandung, Terungkap Saat Korban Coba Bunuh Diri

Kepada Ibunya, korban mengaku telah berulang kali dicabuli pelaku, namun ia tidak berani menceritakan karena pelaku mengancam akan membunuh korban melalui aplikasi pesan facebook.

“Korban tidak berani memberitahukannya kepada siapapun dikarenakan korban merasa diancam dengan kata kata terlapor yang berisikan, ‘Bila kau beritahu kepada orangtuamu dan orang lain maka kau akan ku bunuh’ ” tulis Iptu Rusdi Ahya dalam keterangan tertulis, Senin (29/11/2021).

Baca juga: Bocah 6 Tahun di Pontianak Diduga Dicabuli 5 Temannya, Polisi: Kejadiannya di Tempat Bermain

Korban merupakan pengontrak rumah pelaku

Kasat Reskrim Polres Siantar AKP Banuara Manurung yang dikonfirmasi mengatakan, korban mengaku kepada Ibunya bahwa AS telah berhubungan badan dengannya secara berulang ulang atas permintaan AS.

“Namun si korban tidak berani menceritakan ini karena si terlapor mengancam korban dengan kata kata ancaman,” kata AKP Banuara saat ditemui di Mapolres Pematangsiantar, Senin sore.

 

Ia menjelaskan, korban mengontrak rumah milik AS. Keduanya berkomunikasi melalui media sosial Facebook. Setelah melakukan pencabulan, kata Banuara, AS mengancam korban agar tidak memberitahu perbuatannya.

“Hubungan keduanya dari chatingan saja. Si pelaku ini punya kosan [kontrakan]. Korban disitu ngontrak, jadi keduanya berhubungan. Dia [pelaku] mengancam setelah selesai [mencabuli]” jelasnya.

Polisi menjerat pelaku atas kasus tindak pidana perbuatan cabul terhadap anak dibawah umur sebagaimana dimaksud dalam pasal 81 ayat (2) Subs pasal 82 ayat (1) UU No:17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU NO 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun penjara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KM Sirimau Kembali Berlayar, Penumpang: Senang Sekali Akhirnya Bisa Pulang...

KM Sirimau Kembali Berlayar, Penumpang: Senang Sekali Akhirnya Bisa Pulang...

Regional
Saat Bupati Blora Semprot Kandang dan Sapi Milik Peternak Guna Waspadai PMK...

Saat Bupati Blora Semprot Kandang dan Sapi Milik Peternak Guna Waspadai PMK...

Regional
5 Bulan Tak Gajian, 120 Damkar dan Satpol PP Lebong Bengkulu Sambung Hidup dengan Berutang

5 Bulan Tak Gajian, 120 Damkar dan Satpol PP Lebong Bengkulu Sambung Hidup dengan Berutang

Regional
Wisata ke Alam Terbuka di Jawa Tengah Boleh Lepas Masker, asalkan...

Wisata ke Alam Terbuka di Jawa Tengah Boleh Lepas Masker, asalkan...

Regional
Kasus Briptu R, Aniaya Selingkuhan hingga Dijebloskan ke Sel Tahanan Polres Sikka

Kasus Briptu R, Aniaya Selingkuhan hingga Dijebloskan ke Sel Tahanan Polres Sikka

Regional
KUA Banjarsari Solo Persiapkan Dua Teks Ijab Kabul Pernikahan Adik Presiden Jokowi dengan Ketua MK

KUA Banjarsari Solo Persiapkan Dua Teks Ijab Kabul Pernikahan Adik Presiden Jokowi dengan Ketua MK

Regional
Kabur 1 Tahun Lebih, Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur di Manggarai Ditangkap

Kabur 1 Tahun Lebih, Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur di Manggarai Ditangkap

Regional
Dirjen Peternakan: Kasus PMK Hanya 0,6 Persen Populasi Ternak, Warga Bisa Beribadah Kurban dengan Baik

Dirjen Peternakan: Kasus PMK Hanya 0,6 Persen Populasi Ternak, Warga Bisa Beribadah Kurban dengan Baik

Regional
Musrenbang dengan Kementerian Dalam Negeri, Gubernur Se-Kalimantan Sepakat Dorong Percepatan Pembangunan IKN

Musrenbang dengan Kementerian Dalam Negeri, Gubernur Se-Kalimantan Sepakat Dorong Percepatan Pembangunan IKN

Regional
KSAD Dudung Usai Dapat Gelar Pangeran dari Raja Sonbai NTT: Ini Suatu Pengakuan dan Harus Dijaga

KSAD Dudung Usai Dapat Gelar Pangeran dari Raja Sonbai NTT: Ini Suatu Pengakuan dan Harus Dijaga

Regional
Transaksi di Hotel Berbintang, Polisi Tangkap Pengedar dan Amankan 1 Kilogram Sabu yang Dibungkus Dalam Kemasan Teh China

Transaksi di Hotel Berbintang, Polisi Tangkap Pengedar dan Amankan 1 Kilogram Sabu yang Dibungkus Dalam Kemasan Teh China

Regional
Menengok Perjuangan Anak Buruh Tani di Blora Lulus Kuliah dengan Predikat Cum Laude...

Menengok Perjuangan Anak Buruh Tani di Blora Lulus Kuliah dengan Predikat Cum Laude...

Regional
Tembak Warga Semarang Pakai 'Airsoft Gun', Oknum Polisi Diperiksa Bidpropam Polda Jateng

Tembak Warga Semarang Pakai "Airsoft Gun", Oknum Polisi Diperiksa Bidpropam Polda Jateng

Regional
Terlambat Dicairkan, Dana Nakes Rp 36 Miliar untuk Tangani Covid-19 di Maluku Disebut Hangus

Terlambat Dicairkan, Dana Nakes Rp 36 Miliar untuk Tangani Covid-19 di Maluku Disebut Hangus

Regional
[POPULER NUSANTARA] Hasil Investigasi KNKT soal Kecelakaan Maut di Tol Mojokerto | Kisah Kades Pemalang Diundang ke Istana

[POPULER NUSANTARA] Hasil Investigasi KNKT soal Kecelakaan Maut di Tol Mojokerto | Kisah Kades Pemalang Diundang ke Istana

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.