Soal Imigran Asal Timur Tengah di Kupang, Wakil Wali Kota: Harus Bisa Dipastikan Nasib Mereka

Kompas.com - 29/11/2021, 15:12 WIB
Pengungsi asal Afganistan menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor International Organization for Migration (IOM) atau Organisasi Internasional untuk Migrasi  Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (28/4/2021) KOMPAS.COM/SIGIRANUS MARUTHO BEREPengungsi asal Afganistan menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor International Organization for Migration (IOM) atau Organisasi Internasional untuk Migrasi  Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (28/4/2021)

KOMPAS.com - Wakil Wali Kota Kupang meminta pemerintah pusat memastikan nasib 216 imigran asal Timur Tengah yang berada di wilayah itu.

"Harus bisa memastikan nasib para imigran yang selama ini ditampung di Kota Kupang, apakah dikembalikan ke negara asalnya atau dikirim ke negara ketiga," kata Hermanus di Kupang, seperti dikutip dari Antara, Senin (29/11/2021).

Baca juga: Petani di Kupang Ditemukan Tewas Telungkup di Tengah Sawah, Diduga Tersambar Petir

Hermanus menjelaskan, imigran asal Timur Tengah itu telah lebih dari lima tahun berada di Kota Kupang.

Menurut Hermanus, penanganan 216 imigran asal Timur Tengah itu merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hanya saja, Pemkot Kupang merasa perlu memberi perhatian terkait masalah ini karena para imigran ditampung di Kota Kupang.

"Saat ini ada 216 imigran yang ditampung di tiga lokasi di Kota Kupang, antara lain Hotel Ina Boi, Hotel Kupang Inn, dan Hotel Lavender," tegasnya.

Baca juga: Desak Polisi Ungkap Pembunuh Ibu dan Bayi dalam Kantong Plastik, Warga Kupang Nyalakan 1.000 Lilin

Hermanus menilai, pihak terkait seperti IOM, Imigrasi, dan UNHCR, harus segera memastikan nasib para pengungsi itu, dikembalikan ke negara asal atau dikirim ke negara ketiga.

Hermanus berharap, pihak terkait bisa mengantisipasi secara dini munculnya kasus ikutan yang terjadi karena para imigran teah jenuh menunggu dikirim ke negara ketiga.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Longboat Berpenumpang 15 Orang Tenggelam di Buru Selatan

Longboat Berpenumpang 15 Orang Tenggelam di Buru Selatan

Regional
Anak yang Tendang dan Seret Ayahnya di Tempat Keramaian Ditangkap Polisi

Anak yang Tendang dan Seret Ayahnya di Tempat Keramaian Ditangkap Polisi

Regional
Pencuri Kotak Amal Masjid di Pontianak Ditangkap dan Dikafani Warga

Pencuri Kotak Amal Masjid di Pontianak Ditangkap dan Dikafani Warga

Regional
Gauli Anak di Bawah Umur, Sopir Travel asal Brebes Dibekuk Polisi

Gauli Anak di Bawah Umur, Sopir Travel asal Brebes Dibekuk Polisi

Regional
Keburu Kedaluwarsa, Kota Magelang Percepat Vaksinasi Booster

Keburu Kedaluwarsa, Kota Magelang Percepat Vaksinasi Booster

Regional
Disebut Membebani Anggaran Negara, Ini Klarifikasi DPRD Bengkulu

Disebut Membebani Anggaran Negara, Ini Klarifikasi DPRD Bengkulu

Regional
Ganjar Pranowo Tak Datang di Peresmian Pasar Legi Kota Solo yang Dihadiri Puan Maharani

Ganjar Pranowo Tak Datang di Peresmian Pasar Legi Kota Solo yang Dihadiri Puan Maharani

Regional
Kasus Covid-19 Meningkat, Banten Berlakukan PTM 50 Persen untuk SMA/SMK

Kasus Covid-19 Meningkat, Banten Berlakukan PTM 50 Persen untuk SMA/SMK

Regional
37 Pipa Tersapu Banjir, Pelayanan Air Bersih di Ende Terdampak

37 Pipa Tersapu Banjir, Pelayanan Air Bersih di Ende Terdampak

Regional
Daftar Pulau Terluar Indonesia dari Aceh hingga Papua

Daftar Pulau Terluar Indonesia dari Aceh hingga Papua

Regional
Momen Puan Maharani Ajak Ketua DPC PDI-P Solo Masuk Tinjau Pasar Legi Usai Diresmikan

Momen Puan Maharani Ajak Ketua DPC PDI-P Solo Masuk Tinjau Pasar Legi Usai Diresmikan

Regional
Diserang Kelompok Bersenjata Saat Perbaiki Jembatan di Maybrat, 1 Prajurit TNI Gugur, 3 Luka-luka

Diserang Kelompok Bersenjata Saat Perbaiki Jembatan di Maybrat, 1 Prajurit TNI Gugur, 3 Luka-luka

Regional
Detik-detik Baku Tembak di Maybrat hingga 1 Prajurit TNI Gugur, Bermula Perbaiki Jembatan

Detik-detik Baku Tembak di Maybrat hingga 1 Prajurit TNI Gugur, Bermula Perbaiki Jembatan

Regional
11 Penyelundup Narkoba dari Malaysia Ditangkap Polda Riau, 80 Kg Sabu Disita

11 Penyelundup Narkoba dari Malaysia Ditangkap Polda Riau, 80 Kg Sabu Disita

Regional
Banjir di Kabupaten Tangerang Meluas, 660 KK Terdampak

Banjir di Kabupaten Tangerang Meluas, 660 KK Terdampak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.