Pelajar SMK di Lebak Tewas Dibacok Orang Tak Dikenal, 3 Pemuda Ditangkap

Kompas.com - 26/11/2021, 19:11 WIB
Satreskrim Polres Lebak menggelar ungkap kasus siswa SMK yang tewas dicelurit di Kecamatan Gunung Kencana, Kabupaten Lebak, Jumat (26/11/2021) KOMPAS.COM/ACEP NAZMUDINSatreskrim Polres Lebak menggelar ungkap kasus siswa SMK yang tewas dicelurit di Kecamatan Gunung Kencana, Kabupaten Lebak, Jumat (26/11/2021)

LEBAK, KOMPAS.com - RG (15) pelajar SMK di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten tewas setelah dibacok orang tidak dikenal.

Korban mengalami tindak kekerasan saat pulang dari tempat wisata air terjun di Kecamatan Gunung Kencana, Lebak.

Kasat Reskrim Polres Lebak, AKP Indik Rusmono mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (24/11/2021) sore, saat korban bersama dua rekannya tengah mengendarai sepeda motor menuju Rangkasbitung sepulang dari lokasi air terjun.

Baca juga: Diduga Korupsi Rp 661 Juta untuk Beli Mobil dan Renovasi Rumah, Dua Pegawai Kantor Desa di Lebak Ditahan

Di perjalanan, tepatnya di kawasan Gunung Kencana, motor korban tiba-tiba dipepet oleh motor lain yang ditumpangi tiga orang, satu pelaku kemudian menanyakan dari sekolah mana korban berasal.

Saat diberitahu dari SMK Setia Budhi Rangkasbitung, salah satu pelaku langsung mengayunkan celurit dan mengenai bagian perut RG.

RG langsung tergeletak di tengah jalan dan diselamatkan oleh rekan serta sejumlah warga setempat.

Baca juga: Terlibat Perkelahian, Seorang Pelajar di Kota Sukabumi Tewas Dibacok

Para pelaku pun kabur setelah kejadian tersebut.

Pada Kamis (25/11/2021) dini hari, saat dirawat di RSUD dr Adjidarmo, RG meninggal dunia.

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan oleh warga Gunung Kencana ke kantor polisi.

Tidak sampai 24 jam, Satreskrim Polres Lebak kemudian menangkap pelaku.

Ketiganya ditangkap berbekal petunjuk motor yang digunakan dan rekaman CCTV yang berada di lokasi kejadian.

"Ketiganya ditangkap di rumahnya di Wanasalam dan Malingping, masing-masing yakni R (21), A (20) dan S (18)," kata Indik, Jumat (26/11/2021).

Dendam ke sekolah korban

Indik mengatakan, dua di antara pelaku masih berstatus pelajar salah satu SMK di Kecamatan Malingping yakni A dan S.

Sedangkan pelaku R sudah lulus dari sekolah yang sama dengan A dan S.

Menurut Indik, A juga merupakan seorang residivis untuk kasus pengeroyokan beberapa tahun lalu.

Kepada polisi, ketiga pelaku mengatakan motif tindak kekerasan yang dilakukan kepada RG, adalah karena dendam terhadap almamater korban.

Adapun pelaku dan korban tidak mengenal satu sama lain.

"Motifnya siswa SMK Malingping ini merasa dendam ke SMK Setia Budhi karena sebelumnya temannya pernah dikeroyok oleh pelajar SMK Setia Budhi, karena merasa dendam akhirnya melakukan penyerangan," kata Indik.

Atas perbuatannya tersebut, ketiga pelaku disangkakan Pasal 170 ayat 2 ketiga KUHP dan atau Pasal 351 ayat 3 KUHP atau Pasal 76C Jo Pasal 80 UU Nomor 35 Tahun 2014 atas perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemarin 7 Orang Tewas Kecelakaan Maut di Karawang, Hari Ini 13 Penumpang Bus Meninggal di Tol Sumo

Kemarin 7 Orang Tewas Kecelakaan Maut di Karawang, Hari Ini 13 Penumpang Bus Meninggal di Tol Sumo

Regional
Luka Berat, Sopir Elf yang Terlibat Kecelakaan Maut di Karawang Belum Bisa Dimintai Keterangan

Luka Berat, Sopir Elf yang Terlibat Kecelakaan Maut di Karawang Belum Bisa Dimintai Keterangan

Regional
Kondisi Terkini Korban Kebakaran Kilang Minyak Pertamina di Balikpapan, Pekerja Meninggal Diterbangkan ke Sumut

Kondisi Terkini Korban Kebakaran Kilang Minyak Pertamina di Balikpapan, Pekerja Meninggal Diterbangkan ke Sumut

Regional
Sempat Hanyut 2 Hari Saat Mencari Ikan, 5 Nelayan Asal Sikka Ditemukan Selamat

Sempat Hanyut 2 Hari Saat Mencari Ikan, 5 Nelayan Asal Sikka Ditemukan Selamat

Regional
Kisah Pilu Pengantin Perempuan di Bone, Meninggal Sehari Setelah Pernikahan

Kisah Pilu Pengantin Perempuan di Bone, Meninggal Sehari Setelah Pernikahan

Regional
Terjerat Utang Rp 39 Juta di 11 Pinjol, Perempuan di Lampung Depresi, Pakai Baju Serba Putih dan Minta Uang pada Warga

Terjerat Utang Rp 39 Juta di 11 Pinjol, Perempuan di Lampung Depresi, Pakai Baju Serba Putih dan Minta Uang pada Warga

Regional
Duduk Perkara Puluhan Jemaat Diusir Prajurit TNI AU karena Gunakan Sandal Jepit Saat ke Gereja

Duduk Perkara Puluhan Jemaat Diusir Prajurit TNI AU karena Gunakan Sandal Jepit Saat ke Gereja

Regional
10 Mahasiswa Jadi Tersangka Pemblokiran Jalan di NTB, BEM UM Bima Minta Penahanan Dipindah

10 Mahasiswa Jadi Tersangka Pemblokiran Jalan di NTB, BEM UM Bima Minta Penahanan Dipindah

Regional
Kedapatan Bermain Judi Sabung Ayam, 10 Warga NTT Ditangkap, 1 Pelaku Guru Honorer

Kedapatan Bermain Judi Sabung Ayam, 10 Warga NTT Ditangkap, 1 Pelaku Guru Honorer

Regional
Kekurangan Oksigen Saat Padamkan Api di Toko Sepatu, Petugas Damkar Dilarikan ke RSUD Salatiga

Kekurangan Oksigen Saat Padamkan Api di Toko Sepatu, Petugas Damkar Dilarikan ke RSUD Salatiga

Regional
40 Petani Sawit Ditangkap, Kades: Para Istri Kini Jadi Tulang Punggung, Kasihan Anak-anak Mereka

40 Petani Sawit Ditangkap, Kades: Para Istri Kini Jadi Tulang Punggung, Kasihan Anak-anak Mereka

Regional
Sempat DPO, Oknum Polisi Sulut Ditangkap Tim Gabungan Polda Kepri

Sempat DPO, Oknum Polisi Sulut Ditangkap Tim Gabungan Polda Kepri

Regional
Duduk Perkara 40 Petani di Mukomuko, Bengkulu, Ditangkap dan Dijadikan Tersangka oleh Polisi

Duduk Perkara 40 Petani di Mukomuko, Bengkulu, Ditangkap dan Dijadikan Tersangka oleh Polisi

Regional
Diduga Alami Korsleting, Minibus Terbakar di Depan Gardu Masuk Tol Lampung

Diduga Alami Korsleting, Minibus Terbakar di Depan Gardu Masuk Tol Lampung

Regional
40 Petani Sawit Ditangkap, 6 Kades di Mukomuko Bengkulu Minta Pemerintah Selesaikan Konflik Agraria dengan Adil

40 Petani Sawit Ditangkap, 6 Kades di Mukomuko Bengkulu Minta Pemerintah Selesaikan Konflik Agraria dengan Adil

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.