DKK Salurkan Bantuan Pembaca Kompas kepada Yayasan Pejuang Kemerdekaan RI Khusus Seroja Timor Timur

Kompas.com - 25/11/2021, 12:48 WIB
Pembaca Kompas memberikan bantuan donasi melalui Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas (YDKK) dalam bentuk paket sembako untuk Yayasan Pejuang Kemerdekaan RI Khusus Seroja Timor Timur. Amira Emilia SandrinaPembaca Kompas memberikan bantuan donasi melalui Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas (YDKK) dalam bentuk paket sembako untuk Yayasan Pejuang Kemerdekaan RI Khusus Seroja Timor Timur.

KOMPAS.com – Pembaca Kompas memberikan bantuan donasi melalui Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas (YDKK) dalam bentuk paket sembako untuk Yayasan Pejuang Kemerdekaan RI Khusus Seroja Timor Timur.

Sembako berjumlah 418 paket ini terdiri dari berbagai jenis kebutuhan pokok yakni beras, tepung terigu, gula, minyak goreng, sarden serta kebutuhan kesehatan berupa vitamin dan masker.

Penyaluran bantuan diserahkan oleh anggota Sub Bidang Pembelian dan Pengadaan Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Yayasan DKK Indarto kepada perwakilan Yayasan Pejuang Kemerdekaan RI Khusus Seroja Timor Timur yakni Brigjen TNI (Purn) Azhim Zahip.

Bantuan ini nantinya akan disalurkan kepada warakawuri secara bertahap pada 27 November 2021 di lapangan tenis KPAD Jatiwaringin, Jakarta Timur.

Baca juga: Donasi Pembaca Kompas Ringankan Beban Buruh Gendong di Yogyakarta

Perwakilan Seroja Timor Timur, Azhim, mengapresiasi bantuan sembako yang disalurkan oleh YDKK.

“Sangat berterima kasih mendapatkan bantuan dari Pembaca Kompas. Bantuan ini akan diserahkan kepada warakawuri Seroja Timor Timur karena sampai saat ini masih banyak yang belum menerima bantuan seperti istri-istri dari anggota kapal KRI Nanggala yang tenggelam,” kata Azhim, dalam rilis yang diterima Kompas.com, Kamis (25/11/2021).

Sasaran penyaluran donasi pada kesempatan kali ini termasuk pihak yang turut merasakan dampak pandemi Covid-19.

Diharapkan, bantuan ini dapat sedikit meringankan beban para warakawuri dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya serta menumbuhkan rasa kebersamaan dan kepedulian antar sesama terutama di masa pandemi seperti sekarang.

“Bantuan Dari Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas ini berasal dari donasi Pembaca Harian Kompas yang diserahkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Sampai saat ini bantuan sembako ke seluruh Indonesia sudah dilaksanakan 3 batch dengan total kurang lebih 17.000 paket sembako yang sudah tersalurkan,” ujar Indarto.

Donasi ini merupakan saluran bantuan tahap ke-3 yang termasuk dalam 17.000 paket sembako yang disalurkan selama masa pandemi sejak Juli 2021 hingga November 2021 oleh Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas (YDKK).

YDKK senantiasa menyalurkan bantuan yang dihimpun dari para Pembaca Harian Kompas untuk berbagai kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk turut saling membantu sesama.

 

Sekilas mengenai Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas (DKK)

Dana Kemanusiaan Kompas (DKK) adalah lembaga filantrofi media yang didirikan oleh Jakob Oetama dan PK Ojong (founders Kompas Gramedia).

DKK bertransformasi menjadi Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas sejak 2011.

Cikal bakal DKK dimulai pada 1966 ketika Gubernur DKI Jakarta saat itu, Ali Sadikin, mengajak media massa memberikan sekaligus mengumpulkan dana dari masyarakat untuk membantu masyarakat miskin.

Pemicu lainnya adalah penggalangan dana melalui dompet pembaca Harian Kompas untuk membantu korban banjir di Solo tahun 1966.

Sejak 1982, DKK tidak hanya mengumpulkan dana tetapi juga terjun langsung menyalurkan dana kepada korban bencana letusan Gunung Galunggung, Tasikmalaya, Jawa Barat.

Kegiatan mengumpulkan dan menyalurkan dana pembaca secara langsung kepada korban bencana selanjutnya menjadi pola kerja standar DKK saat terjun ke berbagai peristiwa bencana yang meliputi bencana alam, bencana akibat konflik, dan bencana kemanusiaan.

Baca juga: Terdampak Covid-19, Seniman di Purworejo Terima Bantuan dari Pembaca Kompas

Pengumpulan dan penyaluran dana terbesar dilakukan ketika terjadi bencana gempa dan tsunami di Aceh dan Sumatera pada 2004-2005.

Selain terjun ke lokasi-lokasi bencana, DKK juga aktif menyalurkan dana bantuan pembaca untuk menanggulangi masalah kemiskinan, kesehatan, dan pendidikan.

Program-program besarnya antara lain operasi katarak untuk 10.000 warga tidak mampu, pembangunan sarana fisik pendidikan, pembangunan fasilitas sanitasi dan sebagainya.

Awalnya, penggalangan dana DKK melalui Dompet Kemanusiaan Kompas yang berada di bawah naungan Harian Kompas.

Para relawannya meliputi wartawan dan karyawan Harian Kompas dari berbagai divisi.

Pada perkembangan selanjutnya, penggalangan dana juga dilakukan oleh unit usaha lain di bawah Kompas Gramedia seperti KompasTV, Gramedia, dan Universitas Multimedia Nusantara.

Para relawannya kini tidak hanya sebatas karyawan Harian Kompas tetapi juga karyawan-karyawan dari berbagai unit usaha Kompas Gramedia yang tergabung dalam Forum Komunikasi Daerah (FKD).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tugboat Alami Kebocoran Mesin di Perairan Kalsel, 8 ABK Berhasil Dievakuasi

Tugboat Alami Kebocoran Mesin di Perairan Kalsel, 8 ABK Berhasil Dievakuasi

Regional
Angkot Terbakar di Ambon, Sopir Terluka

Angkot Terbakar di Ambon, Sopir Terluka

Regional
Stok Daging Sapi Segar di Tanjungpinang Kepri Hanya Cukup untuk 1 Minggu Lagi

Stok Daging Sapi Segar di Tanjungpinang Kepri Hanya Cukup untuk 1 Minggu Lagi

Regional
Narapidana Rutan Ruteng Ditangkap Setelah Hampir 5 Bulan Kabur

Narapidana Rutan Ruteng Ditangkap Setelah Hampir 5 Bulan Kabur

Regional
Cabuli Anak Kandung Berkali-kali, Ayah di Kotabaru Sempat Memohon Tak Dilaporkan ke Polisi

Cabuli Anak Kandung Berkali-kali, Ayah di Kotabaru Sempat Memohon Tak Dilaporkan ke Polisi

Regional
MXGP Samota, KRI Makassar Akan Jadi Hotel Terapung

MXGP Samota, KRI Makassar Akan Jadi Hotel Terapung

Regional
Dua Tahun Terakhir, Polda Riau Tindak 32 Kasus Penambangan Ilegal

Dua Tahun Terakhir, Polda Riau Tindak 32 Kasus Penambangan Ilegal

Regional
40 Petani Sawit Ditangkap, Gubernur Bengkulu Koordinasi Kapolda Tentukan Tindakan Bijak

40 Petani Sawit Ditangkap, Gubernur Bengkulu Koordinasi Kapolda Tentukan Tindakan Bijak

Regional
Laboratorium Swasta yang Patok Harga PCR Rp 600.000 Ternyata Tak Berizin

Laboratorium Swasta yang Patok Harga PCR Rp 600.000 Ternyata Tak Berizin

Regional
Tinggal Sendirian, Kakek 85 Tahun di Brebes Ditemukan Meninggal di Saluran Irigasi Desa

Tinggal Sendirian, Kakek 85 Tahun di Brebes Ditemukan Meninggal di Saluran Irigasi Desa

Regional
Sapi Kurban Jokowi untuk Warga Sanggau Kalbar Diduga Terinfeksi PMK

Sapi Kurban Jokowi untuk Warga Sanggau Kalbar Diduga Terinfeksi PMK

Regional
Jadi Tulang Punggung, Istri 40 Petani Sawit di Bengkulu yang Ditahan Polisi Upayakan Penangguhan Penahanan

Jadi Tulang Punggung, Istri 40 Petani Sawit di Bengkulu yang Ditahan Polisi Upayakan Penangguhan Penahanan

Regional
Perempuan Berpakaian Serba Putih dan Meminta Uang Warga Lampung Minta Maaf, Mengaku Terlilit Utang Pinjol

Perempuan Berpakaian Serba Putih dan Meminta Uang Warga Lampung Minta Maaf, Mengaku Terlilit Utang Pinjol

Regional
[POPULER REGIONAL] Kecelakaan di Karawang, 7 Orang Tewas | Tragedi Bus Wisata Terguling di Tol Sumo

[POPULER REGIONAL] Kecelakaan di Karawang, 7 Orang Tewas | Tragedi Bus Wisata Terguling di Tol Sumo

Regional
Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 17 Mei 2022, Pagi Cerah, Sore Hujan Sedang

Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 17 Mei 2022, Pagi Cerah, Sore Hujan Sedang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.