Libur Natal dan Tahun Baru, 12 Jalur Perbatasan di Magetan Akan Ditutup

Kompas.com - 24/11/2021, 14:13 WIB

MAGETAN, KOMPAS.com –  Kepolisian Resor Magetan akan melakukan penyekatan di wilayah perbatasan Jawa Tengah – Jawa Timur selama pelaksanaan PPKM Level 3 pada libur Natal dan Tahun Baru.

Kapolres Magetan AKBP Yakhob Silvana Delareskha mengatakan, penyekatan dilakukan untuk meminimalisasi peningkatan pasien Covid-19 saat libur Nataru.

“Untuk Nataru nanti kita tetap akan melakukan penyekatan terutama dari luar yang masuk ke Magetan. Kalau kita lepas, kita khawatirkan akan meningkat positivity rate kita,” ujar Yakhob di Polres Magetan, Rabu (24/11/2021).

Baca juga: Viral, Video Warga Sweeping Pemotor Knalpot Brong di Magetan, Polisi Bakal Gelar Patroli

Yakhob menuturkan, penyekatan akan dilakukan di 12 titik perbatasan, termasuk jalur tikus berupa jalan desa yang berada di wilayah perbatasan Jawa Tengah - Jawa Timur.

“Ada 12 titik semuanya, dari Cemoro Sewu,  jalur tikus dari Wonogiri masuk Magetan, dari Madiun masuk Magetan, “ imbuhnya.

Sementara Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid 19 Kabupaten Magetan Ari Budi Santosa mengatakan, Satgas Covid-19 akan mewajibkan warga yang masuk ke Magetan telah menjalani vaksin covid 19 dengan menunjukkan sertifikat vaksin Covid-19 maupun menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

“Kita nanti akan melakukan test swab secara acak kepada warga yang berkunjung ke Magetan,” katanya.  

Baca juga: Target Turun ke Level 1, Pemkab Magetan Evaluasi Pelaksanaan Vaksin hingga Tingkat RT

Untuk pengawasan libur Nataru, Polres Maegetan akan menurunkan 500 personel.

Polisi juga telah membangun pos pengawasan di wilaya perbatasan Jawa Tengah – Jawa Timur untuk pengawasan kendaraan bermotor yang menggunakan knalpot brong.

 

Sebelumnya diberitakan, pemerintah pusat berencana menerapkan PPKM level 3 saat libur Nataru secara nasional.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan Covid-19 di masa libur akhir tahun. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bentrok Perguruan Silat Kerap Terjadi, Apa yang Perlu Dilakukan untuk Menghentikannya?

Bentrok Perguruan Silat Kerap Terjadi, Apa yang Perlu Dilakukan untuk Menghentikannya?

Regional
Jelang Idul Adha, Ketersediaan Daging di Sumut Aman, Cukup untuk 3 Bulan

Jelang Idul Adha, Ketersediaan Daging di Sumut Aman, Cukup untuk 3 Bulan

Regional
Jepara Ourland Park: Harga Tiket, Jam Buka, dan Daya Tarik

Jepara Ourland Park: Harga Tiket, Jam Buka, dan Daya Tarik

Regional
Cerita Gibran Dimarahi Ibu-ibu Saat Punguti Sampah di CFD: Dikira Petugas DLH

Cerita Gibran Dimarahi Ibu-ibu Saat Punguti Sampah di CFD: Dikira Petugas DLH

Regional
Konflik di Antara Perguruan Silat Kerap Terjadi, Sosiolog Sebut Pentingnya Penanaman Nilai Luhur dan Pendidikan Kedewasaan

Konflik di Antara Perguruan Silat Kerap Terjadi, Sosiolog Sebut Pentingnya Penanaman Nilai Luhur dan Pendidikan Kedewasaan

Regional
Progres Bendungan Sepaku Semoi 40 Persen, Bisa Sediakan Air 2.500 Liter Per Detik

Progres Bendungan Sepaku Semoi 40 Persen, Bisa Sediakan Air 2.500 Liter Per Detik

Regional
Kampoeng Kopi Banaran: Harga Tiket, Jam Buka, dan Daya Tarik

Kampoeng Kopi Banaran: Harga Tiket, Jam Buka, dan Daya Tarik

Regional
Kisah Tamuddin, Pembudidaya Rumput Laut Pertama di Nunukan yang Sempat Dituding Gila

Kisah Tamuddin, Pembudidaya Rumput Laut Pertama di Nunukan yang Sempat Dituding Gila

Regional
3 Bendera Milik Terduga Simpatisan ISIS di Malang Diamankan, Pengamat: Menunjukkan Eksistensi Kelompok

3 Bendera Milik Terduga Simpatisan ISIS di Malang Diamankan, Pengamat: Menunjukkan Eksistensi Kelompok

Regional
Tak Hanya di Banjarmasin, Banjir Rob Juga Rendam 20 Desa di Banjar Kalsel

Tak Hanya di Banjarmasin, Banjir Rob Juga Rendam 20 Desa di Banjar Kalsel

Regional
Bisnis Merkuri Ilegal di Maluku, Tersangka Kirim 19 Ton Selama 2 Tahun, Ditangkap Saat Distribusikan Barang

Bisnis Merkuri Ilegal di Maluku, Tersangka Kirim 19 Ton Selama 2 Tahun, Ditangkap Saat Distribusikan Barang

Regional
Kisah Jenazah Guru Honorer Ditandu Selama 13 Jam, Menembus Gelapnya Hutan hingga Basah Kehujanan

Kisah Jenazah Guru Honorer Ditandu Selama 13 Jam, Menembus Gelapnya Hutan hingga Basah Kehujanan

Regional
Gempa M 4,4 Guncang Lombok, Terasa hingga Denpasar

Gempa M 4,4 Guncang Lombok, Terasa hingga Denpasar

Regional
Oknum ASN Lombok Barat yang Edarkan Sabu Diusulkan Diberhentikan Sementara

Oknum ASN Lombok Barat yang Edarkan Sabu Diusulkan Diberhentikan Sementara

Regional
Cerita Banjir Rob di Kendal, Warga Lebaran Tanpa Alas Kaki dan Berharap Ada Solusi

Cerita Banjir Rob di Kendal, Warga Lebaran Tanpa Alas Kaki dan Berharap Ada Solusi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.