Anak di Bantul Tega Jual Semua Perabot hingga Genteng Rumah Orangtuanya

Kompas.com - 23/11/2021, 16:25 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Seorang pemuda berinisial DRS (25), warga Padukuhan Paten, Kalurahan Srihardono, Kapanewon Pundong, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, nekat menjual hampir semua perabot rumah orangtuanya.

Akibat aksinya ini, semua perabot mulai dari daun pintu hingga genteng sudah habis dijual dengan harga murah.

Kanit Reskrim Polsek Pundong Ipda Heru Pracoyo menyampaikan, kasus ini bermula saat ayah pelaku meninggal dunia, dan ibunya Paliyem (53) memulai kerja sebagai asisten rumah tangga (ART). 

Baca juga: 46 Orang Terkonfirmasi Positif Covid-19 dari Tes Acak PCR Sekolah di Bantul

Paliyem pun tinggal di rumah majikannya, Kapanewon Kasihan, Bantul, sejak 1,5 bulan lalu.

Ibu pelaku tidak memberikan alamat kepada DRS karena dikhawatirkan membuat ulah di rumah majikan Paliyem.

Selama 1,5 bulan ini DRS di rumah sendirian dan bekerja sebagai ojek online.

"Anaknya tinggal di rumah sendirian, kerja ojek online di Terminal Giwangan (Kota Yogyakarta)," kata Heru saat dihubungi wartawan melalui telepon, Selasa (23/11/2021).

Baca juga: Sewakan Tanah Kas Kalurahan di Bantul padahal Tak Lagi Menjabat, Mantan Lurah Ditahan

Namun, sepeda motor milik DRS digadaikan oleh temannya, praktis tidak bisa bekerja.

Padahal, selain kebutuhan sendiri, DRS sudah kenal dengan seorang perempuan yang baru saja dipacarinya.

DRS yang tinggal sendiri mulai menjual perabot rumah tangga mulai dari lemari, meja, hingga kursi.

Puncaknya pada 7 November 2021, genteng rumah sudah diturunkan, bahkan sudah dinaikkan ke dalam truk dan dicegah oleh kerabat dan warga.

"Orangtuanya (Paliyem) juga sudah bilang bahwa dirinya, Pak RT, tetangga, sudah sering menasihati (DRS), tapi tetap tidak bisa. Ibunya pun minta dilanjutkan (proses hukum)," kata Heru.

Paliyem yang marah dengan ulah DRS melaporkan ke Polsek Pundong, tetapi oleh petugas diminta untuk memikirkan kembali.

"Kita kasih waktu biar dipikir dulu. Paginya tetap melaporkan kasus ini," kata Heru.

Baca juga: Penularan Covid-19 Klaster Takziah Bantul Dinyatakan Selesai, 620 Orang Di-tracing

Setelah menerima laporan ini, pihaknya langsung memproses, dan DRS sudah ditahan di Mapolsek Pundong untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dia dijerat dengan 367 KUHP tentang Pencurian Dalam Keluarga, dengan ancaman penjara paling lama 5 tahun.

"Kita sangkakan Pasal 367 KHUP, terkait pencurian dalam keluarga, ancaman (penjara), 5 tahun lebih," kata Heru.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Emosi Dimintai Rp 25 Juta agar Bisa Serumah dengan Keluarga, Suami di Kepulauan Sula Bunuh Istri, Mertua dan Ipar

Emosi Dimintai Rp 25 Juta agar Bisa Serumah dengan Keluarga, Suami di Kepulauan Sula Bunuh Istri, Mertua dan Ipar

Regional
Mayat Wanita Berkaos Biru Ditemukan Dalam Kardus di Demak, Ini Ciri-cirinya

Mayat Wanita Berkaos Biru Ditemukan Dalam Kardus di Demak, Ini Ciri-cirinya

Regional
Bantah Tahan Ijazah karena Iuran Komite, Kepala Sekolah SMKN Winuri: Silakan Ambil, Tak Ada Pembayaran Apa Pun

Bantah Tahan Ijazah karena Iuran Komite, Kepala Sekolah SMKN Winuri: Silakan Ambil, Tak Ada Pembayaran Apa Pun

Regional
Polisi Temukan 2 Luka di Tubuh Jenazah yang Mengapung di Sungai Sriwijaya Semarang

Polisi Temukan 2 Luka di Tubuh Jenazah yang Mengapung di Sungai Sriwijaya Semarang

Regional
Korupsi Baitul Mal Aceh Utara, Inspektorat Mulai Audit Kerugian Negara

Korupsi Baitul Mal Aceh Utara, Inspektorat Mulai Audit Kerugian Negara

Regional
Pria di Kuningan yang Kemas 3 Paket Ganja Kering dengan Bungkus Nasi Ditangkap

Pria di Kuningan yang Kemas 3 Paket Ganja Kering dengan Bungkus Nasi Ditangkap

Regional
Soal Peredaran Miras di Manokwari, Kapolda: Saya Akan Ambil Tindakan Tegas

Soal Peredaran Miras di Manokwari, Kapolda: Saya Akan Ambil Tindakan Tegas

Regional
Material Bangunan Roboh Timpa Atap Balai Belajar di Banda Aceh, Belasan Siswa Luka

Material Bangunan Roboh Timpa Atap Balai Belajar di Banda Aceh, Belasan Siswa Luka

Regional
17 Agustus 2022, BKSDA Tutup Jalur Pendakian Gunung di Sumbar

17 Agustus 2022, BKSDA Tutup Jalur Pendakian Gunung di Sumbar

Regional
Profil Kota Kendari, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tenggara

Profil Kota Kendari, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tenggara

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 11 Agustus 2022

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 11 Agustus 2022

Regional
Soal PT. Flobamor Kelola TN Komodo, Ini Penjelasan Pemprov NTT

Soal PT. Flobamor Kelola TN Komodo, Ini Penjelasan Pemprov NTT

Regional
Ki Jaga Raksa Diutus ke Istana Negara untuk Bawa Bendera Pusaka Saat Upacara Kemerdekaan

Ki Jaga Raksa Diutus ke Istana Negara untuk Bawa Bendera Pusaka Saat Upacara Kemerdekaan

Regional
Mayat Seorang Pria Ditemukan di Sungai Sriwijaya Semarang, Ada Bekas Luka hingga Sempat Dikira Boneka

Mayat Seorang Pria Ditemukan di Sungai Sriwijaya Semarang, Ada Bekas Luka hingga Sempat Dikira Boneka

Regional
Capaian Vaksinasi Covid-19 Booster di Lembata Masih 14,49 Persen, Dinkes: Pergerakannya Lambat

Capaian Vaksinasi Covid-19 Booster di Lembata Masih 14,49 Persen, Dinkes: Pergerakannya Lambat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.