“Kendati demikian, masih ada sekitar 10.000 anak yang mengalami stunting dan tersebar di 42 kecamatan di Kabupaten Garut,” ucapnya.
Selain masyarakat, Helmi juga mengapresiasi berbagai upaya yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut bersama stakeholder.
Sebab, Dinkes Garut secara simultan selalu mengevaluasi data penimbangan berat badan pada anak penderita stunting setiap enam bulan sekali dalam satu tahun.
Mengutip apa yang disampaikan Kepala Dinkes Maskut Farid, Helmi mengatakan, bahwa pada 2021 pihaknya sudah mengevaluasi data penimbangan sekitar Februari dan Agustus.
Baca juga: Gus Halim: Penanganan Stunting Jadi Salah Satu Tujuan Pokok SDGs Desa
“Dan meski perkembangan kian menurun, tetapi pekerjaan rumah kami adalah bagaimana yang sudah terdata ini bisa diselesaikan, sehingga enam bulan ke depan menuju angka normal,” imbuh Helmi.
Selain melakukan pendataan daerah mana saja yang memiliki banyak kasus stunting, lanjut dia, pihaknya juga melaksanakan upaya-upaya lain demi tercapainya zero stunting di Kabupaten Garut.
Pemkab Garut sendiri melalui Satgas Stunting berupaya keras dan mengevaluasi agar 42 kecamatan dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) bisa mengetahui secara nyata perkembangan stunting di masyarakat.
Dengan data tersebut maka akan mempermudah dalam hal penanganan serta memperkecil jumlah stunting yang ada di Kabupaten Garut.
Baca juga: Menko PMK Minta Unej Berpartisipasi dalam Penanganan Stunting
Oleh karenanya, kerja kolaboratif dibutuhkan untuk membawa dampak positif terhadap penurunan angka stunting di Kabupaten Garut.
Adapun berbagai langkah melalui program kegiatan yang dilakukan oleh SKPD menjadi bukti nyata bagaimana Satgas Stunting berjalan.
Hal tersebut terbukti dengan adanya progress Dinas Ketahan Pangan yang telah melakukan langkah-langkah konkret di bawah kendali Satgas Stunting.
Langka konkret itu berupa program Gemarikan dan program Diversifikasi serta Ketahanan Pangan Masyarakat melalui Pemberian Bantuan Pangan.
Baca juga: Bulog Peduli Bagikan Bantuan Pangan untuk Pasukan Oranye DKI Jakarta
Begitu pula dengan langkah Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) melalui Bimbingan Teknis Fasilitasi Penyusunan Pembangunan Desa. Ini dilakukan melalui keterlibatan Kader Pembangunan Manusia (KPM) dalam rangka penanganan konvergensi stunting di Kabupaten Garut.
Hal tersebut belum lagi dilakukan dinas lain yang secara beriringan bahu membahu mengentaskan stunting yang sudah menjadi isu nasional.
Pentingnya komitmen bersama seperti yang telah dilakukan Satgas Stunting di Kabupaten Garut menjadi salah satu upaya jitu dalam mengentaskan kasus stunting.
Baca juga: Gus Halim Paparkan Penggunaan Dana Desa untuk Penanganan Stunting
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.