Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ganti Rugi Tanah Seharga Sebungkus Mi Instan, Warga di Lokasi Bendungan Lolak Mengadu ke DPRD

Kompas.com - 23/11/2021, 05:47 WIB
Skivo Marcelino Mandey,
Khairina

Tim Redaksi

MANADO, KOMPAS.com - Pembebasan lahan masih jadi aspek yang belum rampung dalam proyek Bendungan Lolak di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.

Padahal, bendungan tersebut ditargetkan rampung akhir tahun 2021 ini.

Organisasi masyarakat (ormas) Merah Putih bersama puluhan warga Desa Pindol yang menjadi lokasi pembangunan proyek tersebut mengadu ke DPRD Sulut, Senin (22/11/2021).

Ajis Paputungan, warga Desa Pindol, mengaku, harga tanah miliknya hanya dihitung Rp 3.500 per meter persegi.

"Cuma harga mi instan satu bungkus," curhat Ajis saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPRD Sulut, Balai Wilayah Sungai Sulawesi I, dan pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov), di Ruang Paripurna Kantor DPRD Sulut.

Baca juga: Desain Bendungan Lolak Berubah, Anggaran Membengkak

Sebelumnya, Ajis mematok harga tanahnya per meter Rp 100.000 pada tahun 2013.

"Tapi, dalam rapat-rapat pemerintah tidak mau menerima harga tersebut. Mereka tetap menghitung Rp 3.500 per meter persegi," ujarnya.

Dirinya mengaku bukan tidak mendukung pembangunan Bendungan Lolak, tetapi pemerintah juga harus peduli kepada rakyat.

"Kata mereka kalau saya tidak mau terima harga tanah ini maka uang tanah itu akan dititip ke pengadilan. Kalau tidak ambil maka uang tersebut dikembalikan ke kas negara," sebut Ajis.

Kata Ajis, karena dirinya orang bodoh dan penakut, terpaksa harus mengiyakan harga tanahnya Rp 3.500 per meter persegi.

Hal serupa diungkapkan Deysi Makalala, warga setempat. Deysi mengatakan, lokasi tanahnya yang dijadikan perkebunan nanas juga terdampak, di mana lokasi tersebut dijadikan pembangunan jalan provinsi.

"Lokasi pembangunan saat ini sudah di pinggir perkebunan saya," katanya.

Baca juga: Pembangunan JLT, Pemkab Sukoharjo Kebut Pembayaran Ganti Rugi 28 Bidang Tanah

Deysi mengatakan, dia adalah salah satu orang yang tidak menyetujui penilaian dari tim appraisal (penilai) terkait ganti untung perkebunan nanas miliknya.

Jumlah tanaman nanas yang ditanamnya sebanyak 30.887 pohon. Mengacu pada harga pembebasan lahan 2020-2021m obyek yang ada di atas lahannya itu dihitung Rp 40.992 per tanaman.

Jadi, kalau dikalikan dengan jumlah tanaman nanas yang ditanam harusnya Deysi akan mendapatkan Rp 463 juta.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kecelakaan Toyota Calya Vs Kawasaki Ninja, Pengendara Motor Dilarikan ke RS

Kecelakaan Toyota Calya Vs Kawasaki Ninja, Pengendara Motor Dilarikan ke RS

Regional
Jalinbar Sumatera Tertutup Longsor, Jalur Wisata ke Krui Tersendat

Jalinbar Sumatera Tertutup Longsor, Jalur Wisata ke Krui Tersendat

Regional
2.481 Warga Jateng Kembali ke Perantaun, Ikut Mudik Gratis Naik Kapal Dobonsolo dari Pelabuhan Tanjung Emas

2.481 Warga Jateng Kembali ke Perantaun, Ikut Mudik Gratis Naik Kapal Dobonsolo dari Pelabuhan Tanjung Emas

Regional
Bus Terbalik di Jalur 'One Way' Padang-Bukittinggi, Malalak

Bus Terbalik di Jalur "One Way" Padang-Bukittinggi, Malalak

Regional
Sopir Taksi 'Online' Dibegal di Pangalengan dan Alami Luka 70 Jahitan

Sopir Taksi "Online" Dibegal di Pangalengan dan Alami Luka 70 Jahitan

Regional
Dua Wisatawan Tenggelam di Pantai Buton Tengah, Satu Orang Tewas

Dua Wisatawan Tenggelam di Pantai Buton Tengah, Satu Orang Tewas

Regional
Diterjang Abrasi, Jalan Penghubung Dua Kabupaten di NTT Nyaris Putus

Diterjang Abrasi, Jalan Penghubung Dua Kabupaten di NTT Nyaris Putus

Regional
Curhat Porter di Pelabuhan Merak, Cuan Menipis Gara-gara Troli Gratis

Curhat Porter di Pelabuhan Merak, Cuan Menipis Gara-gara Troli Gratis

Regional
Kampung Umuaf/Ubrub, Satu-satunya Kampung di Keerom Papua yang Ikut Anugerah Desa Wisata Indonesia 2024

Kampung Umuaf/Ubrub, Satu-satunya Kampung di Keerom Papua yang Ikut Anugerah Desa Wisata Indonesia 2024

Regional
Viral, Video Aksi Karyawan Alfamart Gagalkan Pencuri, Warganet Gregetan Lihat Ada yang Cuma Jadi Penonton

Viral, Video Aksi Karyawan Alfamart Gagalkan Pencuri, Warganet Gregetan Lihat Ada yang Cuma Jadi Penonton

Regional
Buntut Bentrok Oknum Anggota Brimob dan TNI AL, Polda dan TNI Lakukan Penyelidikan Bersama

Buntut Bentrok Oknum Anggota Brimob dan TNI AL, Polda dan TNI Lakukan Penyelidikan Bersama

Regional
Operasi Amole, Polda Jambi Kirim 100 Personel BKO ke Papua

Operasi Amole, Polda Jambi Kirim 100 Personel BKO ke Papua

Regional
Babi Terpapar ASF Diduga Masuk Sikka, Pemkab Lakukan Penelusuran

Babi Terpapar ASF Diduga Masuk Sikka, Pemkab Lakukan Penelusuran

Regional
Mahasiswa di Kupang Ditemukan Tewas Tertelungkup di Kamar Kosnya

Mahasiswa di Kupang Ditemukan Tewas Tertelungkup di Kamar Kosnya

Regional
Viral, Video Aksi Karyawan Perempuan di Semarang Kejar Pencuri Bermotor sampai Tubuh Tersungkur

Viral, Video Aksi Karyawan Perempuan di Semarang Kejar Pencuri Bermotor sampai Tubuh Tersungkur

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com