Tolak Upah Murah 2022, Ribuan Buruh di Brebes Gelar Aksi Unjuk Rasa

Kompas.com - 22/11/2021, 13:49 WIB
Ribuan buruh menggelar unjuk rasa menolak upah murah 2022, di Pendapa Pemkab. Brebes, Jawa Tengah, Senin (22/11/2021). Kompas.com/Tresno Setiadi.Ribuan buruh menggelar unjuk rasa menolak upah murah 2022, di Pendapa Pemkab. Brebes, Jawa Tengah, Senin (22/11/2021).

BREBES, KOMPAS.com - Ribuan buruh yang tergabung Aliansi Serikat Pekerja Kabupaten Brebes menggelar aksi unjuk rasa menolak upah murah dengan mendatangi Pendapa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes, Jawa Tengah, Senin (22/11/2021).

Dengan membawa atribut di antaranya SPN, KSPSI, dan KASBI, mereka menolak kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Brebes tahun 2022 sebesar Rp 1.885.019 atau hanya naik 0,97 persen dari UMK 2021.

Dengan hanya kenaikan Rp 18.295, buruh menganggap upah itu terlalu rendah.

Baca juga: UMP DIY 2022 Diumumkan Minggu Ini, Buruh Tetap Tolak

 

Untuk itu, mereka menuntut setidaknya Dewan Pengupahan Kabupaten Brebes bisa mengusulkan kenaikan 10-25 persen.

Salah satu peserta aksi dalam orasinya, Wawan mengatakan, pihaknya menolak hasil rapat pleno Dewan Pengupahan.

"Di dalam perundingan, kita menolak hasil rapat Dewan Pengupahan, Jumat kemarin, yakni kenaikan hanya 0,97 persen," kata Wawan.

Baca juga: Buruh Minta UMK Karawang 2022 Naik hingga 10 Persen, Bakal Gelar Aksi hingga 30 November

Wawan mengatakan, perwakilan buruh sempat diminta beraudiensi dengan Dewan Pengupahan yang difasilitasi Pemkab Brebes di Kantor Bupati.

Dalam audiensi tersebut, muncul 2 angka rekomendasi Dewan Pengupahan, yakni tetap kenaikan 0,97 persen dari pihak pengusaha, dan 15 persen dari pihak buruh.

"Maka kita tolak ketika muncul 2 angka rekomendasi. Karena kemungkinan besar yang terpilih oleh provinsi angka yang paling rendah. Maka kita mengusulkan hanya satu angka usulan, yakni kita usulan 10 persen," kata Wawan.

Baca juga: Tuntut Kenaikan Upah 2022, Ratusan Buruh Geruduk Kantor Ganjar Pranowo

Wawan mengatakan, para buruh mengancam akan melakukan aksi dengan jumlah massa yang lebih banyak.

Bahkan jika Bupati Brebes tidak mengusulkan kenaikan minimal 10 persen, mereka akan mogok kerja selama 3 hari.

"Pernyataan tegas apabila Bupati tidak mengeluarkan rekomendasi 1 angka untuk kenaikan 10 persen, maka tiga hari kita akan mogok kerja," kata Wawan.

Hingga berita ini dibuat, buruh masih melakukan orasi di depan Pendapa Brebes. Dalam aksi unjuk rasa, mereka mendapat pengawalan dari petugas kepolisian dan TNI.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

94.433 Pelanggan PLN di Bengkulu Terdampak Pemadaman Listrik

94.433 Pelanggan PLN di Bengkulu Terdampak Pemadaman Listrik

Regional
Transaksi Narkoba di Depan Mapolres Salatiga, Pemuda Magelang Ditangkap

Transaksi Narkoba di Depan Mapolres Salatiga, Pemuda Magelang Ditangkap

Regional
3 Sekolah di Yahukimo Jadi Tempat Tinggal Sementara Personel Brimob, Kapolda Minta Maaf

3 Sekolah di Yahukimo Jadi Tempat Tinggal Sementara Personel Brimob, Kapolda Minta Maaf

Regional
Pulang Kerja, Seorang Buruh Bangunan Temukan Istri dan Anaknya Telah Tewas di Rumah

Pulang Kerja, Seorang Buruh Bangunan Temukan Istri dan Anaknya Telah Tewas di Rumah

Regional
Usut Dugaan Pungli Berkedok Iuran Keamanan Pasar di Blora, Kepala Pasar Diperiksa Polisi

Usut Dugaan Pungli Berkedok Iuran Keamanan Pasar di Blora, Kepala Pasar Diperiksa Polisi

Regional
Seorang Bocah Selamat dari Kecelakaan Maut Rapak Balikpapan, Fotonya Sempat Viral di Media Sosial

Seorang Bocah Selamat dari Kecelakaan Maut Rapak Balikpapan, Fotonya Sempat Viral di Media Sosial

Regional
Update Korban Kecelakaan Maut di Rapak Balikpapan, 4 Tewas, 3 Operasi Tulang dan 1 Kritis

Update Korban Kecelakaan Maut di Rapak Balikpapan, 4 Tewas, 3 Operasi Tulang dan 1 Kritis

Regional
Kadar Gula Tinggi, Terdakwa Penistaan Agama M Kace Jalani Perawatan Intensif di RSUD Ciamis

Kadar Gula Tinggi, Terdakwa Penistaan Agama M Kace Jalani Perawatan Intensif di RSUD Ciamis

Regional
Duduk Perkara Pengusaha Samarinda dan Anggota DPRD Kaltim Saling Lapor karena Cek Kosong Rp 2,7 Miliar

Duduk Perkara Pengusaha Samarinda dan Anggota DPRD Kaltim Saling Lapor karena Cek Kosong Rp 2,7 Miliar

Regional
Modus Pencabulan Guru Ngaji di Bogor Membacakan Doa agar Pintar

Modus Pencabulan Guru Ngaji di Bogor Membacakan Doa agar Pintar

Regional
Tak Dilayani Istri, Guru Ngaji di Bogor Tega Cabuli 5 Muridnya

Tak Dilayani Istri, Guru Ngaji di Bogor Tega Cabuli 5 Muridnya

Regional
Pemerintah Pusat Pastikan Proyek Maluku Lumbung Ikan Nasional Tetap Berjalan

Pemerintah Pusat Pastikan Proyek Maluku Lumbung Ikan Nasional Tetap Berjalan

Regional
Suami di Sumsel Bakar Istri Gara-gara Minta Uang Belanja

Suami di Sumsel Bakar Istri Gara-gara Minta Uang Belanja

Regional
Video Pasca-kecelakaan Maut di Rapak, Balikpapan, Mobil dan Motor Tak Lagi Berbentuk

Video Pasca-kecelakaan Maut di Rapak, Balikpapan, Mobil dan Motor Tak Lagi Berbentuk

Regional
Pengakuan Sopir Tronton di Kecelakaan Maut Rapak Balikpapan, Sempat Ganti Persneling Sebelum Tabrakan

Pengakuan Sopir Tronton di Kecelakaan Maut Rapak Balikpapan, Sempat Ganti Persneling Sebelum Tabrakan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.