Kompas.com - 22/11/2021, 12:55 WIB
Sungai Salu Battang, Minggu (21/11/2021) malam, meluap dan merendam permukiman warga di Kampung Marobo, Kelurahan Salu Battang, Kecamatan Telluwanua, Senin (22/11/2021) pagi. MUH. AMRAN AMIRSungai Salu Battang, Minggu (21/11/2021) malam, meluap dan merendam permukiman warga di Kampung Marobo, Kelurahan Salu Battang, Kecamatan Telluwanua, Senin (22/11/2021) pagi.

PALOPO, KOMPAS.com – Intensitas curah hujan tinggi yang terjadi sejak beberapa hari terakhir di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, membuat Sungai Salu Battang meluap Minggu malam dan merendam permukiman warga di Kelurahan Salu Battang, Kecamatan Telluwanua, Senin (22/11/2021) pagi.

Banjir parah terjadi di Kampung Marobo yang merupakan daerah langganan banjir setiap air Sungai Salu battang meluap dengan ketinggian banjir 60 sentiemter.

Warga setempat, Kahar mengatakan, terdapat 8 balita terdampak banjir, bahkan beberapa kepala keluarga (KK) yang baru pulang mengungsi pascabanjir waktu lalu, kini kembali dihantam banjir.

“Waktu banjir awal bulan lalu beberapa keluarga yang mengungsi karena kondisi rumahnya yang tergenang kini kembali namun baru 2 hari kembali tergenang, kasihan mereka,” kata Kahar saat dikonfirmasi, Senin (22/11/2021).

Baca juga: 2 Kabupaten di Sulsel Terendam Banjir, Puluhan Rumah Terdampak

Selain itu kata Kahar, sejumlah pelajar asal Marobo terpaksa putar balik pulang ke rumah tak dapat mengikuti proses belajar mengajar secara tatap muka di sekolah karena akses terendam.

“Pagi tadi anak-anak sekolah tidak lanjut ke sekolah karena kondisi akses yang terendam sepanjang lebih dari satu kilometer sementara akses alternatif yang ada harus memutar jauh, itupun sebelum melewati akses lain jalan sudah terendam,” ucap Kahar.

Baca juga: Banjir Sintang, Ketua Komisi IV Sebut Penyebabnya Pejabat KLHK Biarkan Hutan Dirusak

Sementar itu, warga yang terendam rumahnya membutuhkan bantuan berupa bahan makanan dan perlengkapan balita.

“Hingga pukul pukul 08.30 Wita, ketinggian air terus bertambah, kami butuh bantuan bahan makanan karena terendam banjir, selain itu bantuan perlengkapan balita seperti popok sangat dibutuhkan mengingat untuk membeli perlengkapan tersebut butuh waktu keluar di jalan utama sementara akses masih terendam,” ujar Mallongi. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Curi Uang Rp 10 Juta Milik Tetangga, 4 Ibu-ibu di Bima Ditangkap

Curi Uang Rp 10 Juta Milik Tetangga, 4 Ibu-ibu di Bima Ditangkap

Regional
Ganjar Ajak Perajin Alat Musik Nonton Dream Theater di Solo

Ganjar Ajak Perajin Alat Musik Nonton Dream Theater di Solo

Regional
Beredar Hoaks Bakso 21 Pontianak Mengandung Babi, Pemilik Lapor Polisi

Beredar Hoaks Bakso 21 Pontianak Mengandung Babi, Pemilik Lapor Polisi

Regional
758 Personel Gabungan Diterjunkan Jaga Pernikahan Adik Jokowi dengan Ketua MK

758 Personel Gabungan Diterjunkan Jaga Pernikahan Adik Jokowi dengan Ketua MK

Regional
'Handphone' Ditemukan di Ruangan Napi Lapas, Kemenkumham Riau Bakal Sanksi Petugas yang Melanggar

"Handphone" Ditemukan di Ruangan Napi Lapas, Kemenkumham Riau Bakal Sanksi Petugas yang Melanggar

Regional
Terdampak Limbah Bauksit, Puluhan Pohon Sawit di Ketapang Kalbar Terancam Mati

Terdampak Limbah Bauksit, Puluhan Pohon Sawit di Ketapang Kalbar Terancam Mati

Regional
120 Anggota Damkar di Bengkulu Mogok karena Honor Tak Dibayar, Rumah dan Kendaraan Warga Dilalap Api

120 Anggota Damkar di Bengkulu Mogok karena Honor Tak Dibayar, Rumah dan Kendaraan Warga Dilalap Api

Regional
Berniat Melerai, Tukul Malah Tertembak 'Airsoft Gun' saat Polisi Anggota Polda Jateng Adu Mulut dengan Keluarganya Sendiri

Berniat Melerai, Tukul Malah Tertembak "Airsoft Gun" saat Polisi Anggota Polda Jateng Adu Mulut dengan Keluarganya Sendiri

Regional
Nasib Pemadam Kebakaran di Bengkulu, Bekerja Bertaruh Nyawa, tapi Merana Honor 5 Bulan Tak Diterima, Utang Sana Sini

Nasib Pemadam Kebakaran di Bengkulu, Bekerja Bertaruh Nyawa, tapi Merana Honor 5 Bulan Tak Diterima, Utang Sana Sini

Regional
Pelabuhan Tanjung Balai Karimun Kembali Buka Rute ke Malaysia, Penumpang Membeludak

Pelabuhan Tanjung Balai Karimun Kembali Buka Rute ke Malaysia, Penumpang Membeludak

Regional
Ancam Sebar Video Call Seks, Transpuan di Lombok Timur Ditangkap

Ancam Sebar Video Call Seks, Transpuan di Lombok Timur Ditangkap

Regional
Ada Wabah PMK, Dispertan Sukoharjo Jamin Ketersediaan Hewan Kurban Idul Adha

Ada Wabah PMK, Dispertan Sukoharjo Jamin Ketersediaan Hewan Kurban Idul Adha

Regional
KM Sirimau Kembali Berlayar, Penumpang: Senang Sekali Akhirnya Bisa Pulang...

KM Sirimau Kembali Berlayar, Penumpang: Senang Sekali Akhirnya Bisa Pulang...

Regional
Saat Bupati Blora Semprot Kandang dan Sapi Milik Peternak Guna Waspadai PMK...

Saat Bupati Blora Semprot Kandang dan Sapi Milik Peternak Guna Waspadai PMK...

Regional
5 Bulan Tak Gajian, 120 Damkar dan Satpol PP Lebong Bengkulu Sambung Hidup dengan Berutang

5 Bulan Tak Gajian, 120 Damkar dan Satpol PP Lebong Bengkulu Sambung Hidup dengan Berutang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.