Tersangka Belum Punya Pengacara, Jaksa Kembalikan Berkas Perkara Kasus Pesugihan Anak di Gowa

Kompas.com - 19/11/2021, 15:37 WIB
Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Yeni Andriani memberikan keterangan terkait perkembangan kasus pesugihan yang mengorban mata kanan seorang perempuan dimana dalam hal ini berkas kasus tersebut dikembalikan ke penyidik kepolisian lantaran dinilai belum lengkap. Jumat, (19/11/2021). KOMPAS.COM/ABDUL HAQ YAHYA MAULANA T.Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Yeni Andriani memberikan keterangan terkait perkembangan kasus pesugihan yang mengorban mata kanan seorang perempuan dimana dalam hal ini berkas kasus tersebut dikembalikan ke penyidik kepolisian lantaran dinilai belum lengkap. Jumat, (19/11/2021).

GOWA, KOMPAS.com - Kejaksaan Negeri Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, mengembalikan berkas perkara kasus dugaan penganiayaan dan pembunuhan yang diduga terkait praktek perdukunan ke Kepolisian Resor Gowa.

Pengembalian itu dilakukan karena jaksa menilai berkas perkara yang diberikan dianggap belum lengkap sehingga belum layak untuk disidangkan.

"Berkasnya kami kembalikan ke penyidik untuk dilengkapi sebab ada beberapa hal urgen yang harus dilengkapi," kata Kepala Kejaksaan Negeri Gowa Yeni Andriani kepada Kompas.com di kantornya, Jumat (19/11/2021).

Baca juga: Bocah Korban Ritual Pesugihan Orangtuanya Derita Trauma Mendalam, Enggan Bertemu Orang Lain

Yeni mengatakan, tersangka yang belum didampingi kuasa hukum menjadi salah satu alasan pengembalian berkas perkara.

Pendampingan dengan pengacara disebut jadi syarat formil bagi tersangka yang mendapat ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

AKBP Tri Goffarudin, Kapolres Gowa, Sulawesi Selatan tengah membesuk AP (6), bocah perempuan yang menjadi korban ritual pesugihan, Sabtu, (4/9/2021).KOMPAS.com/ABDUL HAQ YAHYA MAULANA T. AKBP Tri Goffarudin, Kapolres Gowa, Sulawesi Selatan tengah membesuk AP (6), bocah perempuan yang menjadi korban ritual pesugihan, Sabtu, (4/9/2021).

Selain itu, polisi belum memeriksa korban serta dan belum ada pernyataan resmi dari pihak medis bahwa korban memang mengalami luka berat.

Kasus ini sendiri terungkap pada Rabu (1/9/2021) saat sejumlah kerabat bersama petugas Babinkamtibmas TNI-POLRI baru saja mengikuti pemakaman DS yang tewas diduga dicekoki air garam.

Baca juga: Bocah Korban Pesugihan di Gowa Akhirnya Jalani Operasi Mata, Begini Kondisinya

Para pelayat kemudian mendengar teriakan korban dan dari dalam rumah.

Petugas kemudian memergoki para pelaku melakukan ritual dengan berusaha mencongkel mata kanan AP.

AP kemudian dievakuasi paksa oleh seorang anggota TNI dan langsung dilarikan ke rumah sakit.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal Poco-poco, Tarian yang Pernah Tercatat dalam Guinness World Records

Mengenal Poco-poco, Tarian yang Pernah Tercatat dalam Guinness World Records

Regional
Hanya 6 Hari! Ini Jadwal dan Lokasi Pasar Minyak Goreng Murah di Padang Januari 2022

Hanya 6 Hari! Ini Jadwal dan Lokasi Pasar Minyak Goreng Murah di Padang Januari 2022

Regional
Video Viral Siswa SMA di Kupang Pesta Miras dan Merokok di Kelas, Kepala Sekolah Minta Maaf

Video Viral Siswa SMA di Kupang Pesta Miras dan Merokok di Kelas, Kepala Sekolah Minta Maaf

Regional
Terjaring ETLE, Pelanggar Lalu Lintas di Jateng Tercatat 34.196 Orang

Terjaring ETLE, Pelanggar Lalu Lintas di Jateng Tercatat 34.196 Orang

Regional
Oknum TNI Kodam Pattimura Ditangkap, Diduga Tipu Warga hingga Ratusan Juta

Oknum TNI Kodam Pattimura Ditangkap, Diduga Tipu Warga hingga Ratusan Juta

Regional
Asal-usul Pesantren dan Perkembangannya dari Masa ke Masa

Asal-usul Pesantren dan Perkembangannya dari Masa ke Masa

Regional
Komisioner Bawaslu Lhokseumawe Mundur dari Jabatan, Pengganti Diumumkan Maret

Komisioner Bawaslu Lhokseumawe Mundur dari Jabatan, Pengganti Diumumkan Maret

Regional
Mahasiswa Desak Polisi Tangkap Penambang Pasir yang Rusak Pantai Mananga Aba di NTT

Mahasiswa Desak Polisi Tangkap Penambang Pasir yang Rusak Pantai Mananga Aba di NTT

Regional
Seorang Warga Afghanistan Tewas Gantung Diri di Pekanbaru

Seorang Warga Afghanistan Tewas Gantung Diri di Pekanbaru

Regional
Pembuat Drainase Temukan Nisan Kuno dengan Aksara Arab di Palembang, Diduga dari Awal Abad Ke-17

Pembuat Drainase Temukan Nisan Kuno dengan Aksara Arab di Palembang, Diduga dari Awal Abad Ke-17

Regional
Selamatkan Diri Pakai Sampan, Arifin Korban Kapal Tenggelam di Maluku Belum Ditemukan

Selamatkan Diri Pakai Sampan, Arifin Korban Kapal Tenggelam di Maluku Belum Ditemukan

Regional
Pertanyaan Tersisa, Kecelakaan Handi-Salsa dan Tiga Oknum TNI

Pertanyaan Tersisa, Kecelakaan Handi-Salsa dan Tiga Oknum TNI

Regional
Detik-detik Kepala Inspektorat di Maluku Aniaya 2 Pramuria di Lokalisasi, Sempat Mabuk

Detik-detik Kepala Inspektorat di Maluku Aniaya 2 Pramuria di Lokalisasi, Sempat Mabuk

Regional
Mengenal Sihan, Pelukis Kontemporer yang Hijrah dari Bisnis Periklanan

Mengenal Sihan, Pelukis Kontemporer yang Hijrah dari Bisnis Periklanan

Regional
Gempa di Selatan Banten Terjadi Beberapa Detik, Warga Bayah Panik

Gempa di Selatan Banten Terjadi Beberapa Detik, Warga Bayah Panik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.