Segel Bandara, Pelabuhan hingga Kantor Bupati, Warga Adat Aru: Tanah Kami Dirampas, Negara Tak Berpihak

Kompas.com - 17/11/2021, 18:02 WIB
Warga adat Kepulauan Aru menyegel secara adat (sasi) kantor Bupati Kepulauan Aru, Rabu sore (17/11/2021) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYWarga adat Kepulauan Aru menyegel secara adat (sasi) kantor Bupati Kepulauan Aru, Rabu sore (17/11/2021)

AMBON, KOMPAS.com- Ratusan warga adat Desa Marefen, Kecamatan Aru Selatan, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku menyegel secara adat Bandara Rargwamar dan Pelabuhan Yos Sudarso Dobo, Rabu (17/11/2021) sore.

Aksi penyegelan bandara dan pelabuhan itu dilakukan setelah Pengadilan Negeri Dobo menolak gugatan warga adat dan memenangkan pihak TNI AL terkait sengketa lahan seluas 689 hektar.

Baca juga: Baru Setahun Dibangun, Puskesmas Megah di Aru Maluku Rusak Parah, Tak Bisa Difungsikan

Anggap putusan pengadilan tak adil

Penyegelan bandara dan pelabuhan dilakukan warga dengan menggunakan janur kelapa atas izin dewan adat masyarakat setempat.  

Teko Kubela salah seorang warga adat Aru yang ikut dalam prosesi tersebut mengatakan, sasi atau penyegelan secara adat pelabuhan dan bandara itu dilakukan sebagai bentuk kekecewaan atas putusan pengadilan yang dinilai tidak adil.

“Kami merasa tidak ada lagi keadilan. Tanah kami dirampas secara paksa dan negara tidak berpihak kepada kami masyarakat adat,” kata Teko kepada Kompas.com saat dihubungi dari Ambon, Rabu malam.

Baca juga: Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Kepulauan Aru, Tidak Berpotensi Tsunami

Kantor bupati hingga pengadilan juga disegel

Selain menyegel bandara dan Pelabuhan, ratusan warga adat ini juga ikut menyegel sejumlah kantor pemerintahan seperti kantor Bupati dan kantor DPRD Kepulauan Aru, serta kantor Pengadilan Negeri Dobo.

“Ada beberapa kantor yang juga kami sasi seperti kantor bupati, kantor DPRD dan kantor pengadilan,” ujarnya.

Dia mengaku penyegelan sejumlah fasilitas umum dan kantor pemerintah itu dilakukan agar pemerintah dapat membuka matanya dan tidak lagi menindas masyarakat adat.

“Kami lakukan ini untuk menunjukkan bahwa kami masyarakat adat itu masih ada,” ujarnya.

Baca juga: Sidang Putusan Sengketa Lahan di Maluku Berakhir Bentrok, Warga Rusak Kantor Pengadilan

 

Warga adat Kepulauan Aru menyegel secara adat (sasi) Bandara Rargwamar Dobo Kepulauan Aru, Rabu sore (17/11/2021)KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTY Warga adat Kepulauan Aru menyegel secara adat (sasi) Bandara Rargwamar Dobo Kepulauan Aru, Rabu sore (17/11/2021)
Penjelasan polisi

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat membenarkan adnaya penyegelan bandara, pelabuhan dan sejumlah kantor pemerintahan di wilayah tersebut.

“Betul warga melakukan sasi atau penyegelan terhadap bandara, pelabuhan, kantor bupati dan juga beberapa kantor lainnya,” ujarnya kepada Kompas.com saat dikonfirmasi secara terpisah.

Ia mengaku saat ini kondisi di Dobo, Kepulauan Aru masih sangat kondusif.  

“Kondisi di sana tetap kondusif,” ujarnya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertahankan Ruang Hidup, AKUR Sunda Wiwitan Cigugur Kuningan Tolak Eksekusi Tanah Adat

Pertahankan Ruang Hidup, AKUR Sunda Wiwitan Cigugur Kuningan Tolak Eksekusi Tanah Adat

Regional
Mengenal Pulau Sumba, Asal-usul, Kondisi Geografis, dan Wisata

Mengenal Pulau Sumba, Asal-usul, Kondisi Geografis, dan Wisata

Regional
Pegawai Bea Cukai Soetta Sebut PT SKK Sering Manipulasi Harga Barang Impor

Pegawai Bea Cukai Soetta Sebut PT SKK Sering Manipulasi Harga Barang Impor

Regional
Anak Buah Bakar Dokumen Saat Penggeledahan KPK, Kadis: Itu Momennya Tidak Tepat

Anak Buah Bakar Dokumen Saat Penggeledahan KPK, Kadis: Itu Momennya Tidak Tepat

Regional
Detik-Detik Sopir Selamatkan Diri Sesaat Sebelum Truk Masuk Jurang 15 Meter

Detik-Detik Sopir Selamatkan Diri Sesaat Sebelum Truk Masuk Jurang 15 Meter

Regional
KM Sirimau yang Kandas di Ile Ape Lembata Bawa 2 Jenazah dari Malaysia

KM Sirimau yang Kandas di Ile Ape Lembata Bawa 2 Jenazah dari Malaysia

Regional
Investasi di Medan Zoo, Raffi Ahmad: Kita Ingin Seperti Pak Jokowi...

Investasi di Medan Zoo, Raffi Ahmad: Kita Ingin Seperti Pak Jokowi...

Regional
Wali Kota Bitung Tolong Warga Kecelakaan Saat Diguyur Hujan, Begini Ceritanya

Wali Kota Bitung Tolong Warga Kecelakaan Saat Diguyur Hujan, Begini Ceritanya

Regional
Dilarang Jual Ternaknya di Banyumas, Pedagang Adu Mulut dengan Petugas

Dilarang Jual Ternaknya di Banyumas, Pedagang Adu Mulut dengan Petugas

Regional
Rombongan Rektor Aceh Sambangi Kediaman Wapres Bahas Perdamaian NAD

Rombongan Rektor Aceh Sambangi Kediaman Wapres Bahas Perdamaian NAD

Regional
Perahu Oleng Terhantam Ombak, Penambang Pasir di Cilacap Hilang Tenggelam

Perahu Oleng Terhantam Ombak, Penambang Pasir di Cilacap Hilang Tenggelam

Regional
Resmikan BIAN Tahap I di Kepri, Menkes Budi Umumkan 3 Tambahan Imunisasi Wajib

Resmikan BIAN Tahap I di Kepri, Menkes Budi Umumkan 3 Tambahan Imunisasi Wajib

Regional
Pria Ini Pukul Teman Kencan Pakai Alat Dapur Setelah Berhubungan Intim di Hotel

Pria Ini Pukul Teman Kencan Pakai Alat Dapur Setelah Berhubungan Intim di Hotel

Regional
13 Kabupaten Kota di Aceh Gelap Gulita, Rakyat Mengeluh

13 Kabupaten Kota di Aceh Gelap Gulita, Rakyat Mengeluh

Regional
Gubernur NTB Minta Bupati Bima Ajukan Penangguhan Penahanan 10 Mahasiswa Tersangka Blokade Jalan

Gubernur NTB Minta Bupati Bima Ajukan Penangguhan Penahanan 10 Mahasiswa Tersangka Blokade Jalan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.